Tampilkan postingan dengan label Beasiswa S3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beasiswa S3. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 April 2014

Pendaftaran Beasiswa Bidik Misi 2014




Kendala finansial tampaknya bukan lagi alasan untuk menghambat studi ke jenjang lebih tinggi. Tahun ini, ada 60 ribu kursi beasiswa Bidik Misi 2014 yang disediakan pemerintah melalui Kemdikbud. Alokasi tersebut disebar ke sejumlah PTN/PTS yang ada di Tanah Air. Bagi Anda lulusan SLTA/sederajat tahun 2013 atau yang akan lulus 2014, pendaftaran beasiswa Bidik Misi 2014 sudah dibuka.

Beasiswa ini ditujukan bagi siswa berprestasi, namun terkendala faktor ekonomi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sejak digulirkan 2010 lalu, ada ratusan ribu mahasiswa yang telah memperoleh beasiswa Bidik Misi. Tahun ini ditambah, bahkan informasinya diperluas untuk program profesi, seperti lulusan sarjana kedokteran (S.Ked) yang akan melanjutkan pendidikan profesi dokter bisa menggunakan beasiswa Bidik Misi, begitu pun dengan lulusan calon pendidik yang harus menempuh program sertifikasi dan profesi sebelum bisa mengajar sebagai guru.

Persyaratan:
1. Siswa SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat yang akan lulus pada tahun 2014;
2. Lulusan tahun 2013 yang bukan penerima Bidikmisi dan tidak bertentangan dengan ketentuan penerimaan mahasiswa baru di masing-masing perguruan tinggi;
3. Usia paling tinggi pada saat mendaftar adalah 21 tahun;
4. Tidak mampu secara ekonomi sebagai berikut:
    a. Pendapatan kotor gabungan orangtua/wali (suami istri) sebesar-besarnya Rp3.000.000,00 per bulan. Pendapatan yang dimaksud meliputi seluruh penghasilan yang diperoleh. Untuk pekerjaan non formal/informal pendapatan yang dimaksud adalah rata rata penghasilan per bulan dalam satu tahun terakhir.
    b. Pendapatan kotor gabungan orangtua/wali dibagi jumlah anggota keluarga sebesar-besarnya Rp750.000,00 setiap bulannya;
5. Pendidikan orang tua/wali setinggi-tingginya S1 (Strata 1) atau Diploma 4.
6. Berpotensi akademik baik, yaitu direkomendasikan sekolah.
7. Pendaftar difasilitasi untuk memilih salah satu di antara PTN atau PTS dengan ketentuan:
    a. PTN dengan pilihan seleksi masuk:
        1) Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN);
        2) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMTPN);
        3) Seleksi mandiri di 1 (satu) PTN.
    b. PTS dengan pilihan seleksi masuk di 1 (satu) PTS.

Pendaftaran:
Pendaftaran beasiswa Bidik Misi 2014 dilakukan secara online. Ada beberapa alur yang ditempuh lulusan SLTA/sederajat sebelum mendaftar. Mengacu pada pedoman yang ada, sekolah harus terlebih dahulu mendaftarkan diri sebagai instansi pemberi rekomendasi di laman: http://daftar.bidikmisi.dikti.go.id/sekolah. Biasanya butuh waktu 1 x 24 jam untuk diverifikasi terlebih dahulu oleh Ditjen Dikti. Jika sekolah Anda sebelumnya telah terdaftar sebagai pemohon Bidik Misi, maka tinggal login dengan memasukkan NPSN serta Kode Akses yang telah diperoleh.

Berikutnya, sekolah merekomendasikan masing-masing siswa di laman tersebut. Soal layak tidaknya direkomendasikan, silakan dikonsultasikan ke pihak sekolah. Jika mereka telah merekomendasikan, sekolah akan memberikan nomor pendaftaran dan kode akses kepada masing-masing siswa yang sudah direkomendasikan. Tahapan tersebut semuanya dilakukan pihak sekolah.

Nomor pendaftaran dan kode akses yang diberikan pihak sekolah nantinya akan Anda gunakan saat mendaftar beasiswa Bidik Misi secara online. Silakan buka laman: http://daftar.bidikmisi.dikti.go.id untuk mendaftar. Pilih fitur ‘Siswa/Alumni’ yang telah direkomendasikan. Silakan selesaikan semua tahapan di sistem pendaftaran tersebut.

Siswa yang sudah mendaftar beasiswa Bidik Misi 2014, kemudian mendaftar seleksi nasional atau mandiri sesuai ketentuan pola masing-masing seleksi melalui:
a. SNMPTN melalui http:// snmptn.ac.id
b. SBMPTN melalui http://sbmptn.ac.id
c. Seleksi Mandiri sesuai ketentuan masing-masing PTN.

Siswa yang mendaftar melengkapi berkas sebagai berikut yang akan dibawa pada saat pendaftaran ulang seleksi masuk:
1. Kartu peserta dan formulir pendaftaran program Bidikmisi yang dicetak dari sistem Bidikmisi;
2. Surat keterangan lulus dari Kepala Sekolah;
3. Fotokopi rapor semester 1 (satu) s.d. 6 (enam) yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah;
4. Fotokopi ijazah yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah;
5. Fotokopi nilai ujian akhir nasional yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah;
6. Surat keterangan tentang prestasi/peringkat siswa di kelas dan bukti pendukung prestasi lain di bidang ko-kurikuler dan ekstrakurikuler yang disahkan (legalisasi) oleh Kepala Sekolah;
7. Surat Keterangan Penghasilan Orang tua/wali atau Surat Keterangan Tidak Mampu yang dapat dibuktikan kebenarannya, yang dikeluarkan oleh Kepala desa/Kepala dusun/Instansi tempat orang tua bekerja/tokoh masyarakat;
8. Fotokopi Kartu Keluarga atau Surat Keterangan tentang susunan keluarga;
9. Fotokopi rekening listrik bulan terakhir (apabila tersedia aliran listrik) dan atau bukti pembayaran PBB (apabila mempunyai bukti pembayaran) dari orang tua/wali-nya.

Seleksi:
Seleksi untuk PTN
 

Proses seleksi Bidik Misi dilakukan oleh perguruan tinggi baik yang masuk melalui jalur seleksi nasional maupun mandiri. Jika mengikuti seleksi nasional, PTN akan menyeleksi penerima rekomendasi Bidik Misi yang merupakan lulusan seleksi nasional (SNMPTN). Seleksi ditentukan oleh masing-masing PTN dengan memprioritaskan pendaftar yang paling tidak mampu secara ekonomi, pendaftar yang mempunyai potensi akademik yang paling tinggi, urutan kualitas sekolah, dan memperhatikan asal daerah pendaftar. Hasil seleksi nasional calon mahasiswa diumumkan oleh panitia seleksi nasional dan diinformasikan ke Ditjen Dikti melalui Sistem Informasi Manajemen Bidikmisi.

Jika mengikut seleksi mandiri, PTN melakukan seleksi terhadap pendaftar menggunakan jalur, persyaratan, dan kriteria khusus yang ditetapkan oleh masing-masing PTN. Hasil seleksi calon mahasiswa diumumkan oleh Rektor/Direktur /Ketua atau yang diberi wewenang melalui media yang dapat diakses oleh setiap pendaftar dan diinformasikan ke Ditjen Dikti melalui Sistem Informasi Manajemen Bidikmisi.

Seleksi untuk PTS
Seleksi ditentukan oleh masing-masing PTS dengan memprioritaskan pendaftar yang paling tidak mampu secara ekonomi, pendaftar yang mempunyai potensi akademik yang paling tinggi, dan memperhatikan asal daerah pendaftar. Untuk memastikan kondisi ekonomi pendaftar, PTS bisa saja melakukan kunjungan ke alamat pendaftar. Hasil seleksi calon mahasiswa diumumkan oleh panitia seleksi PTS dan diinformasikan ke Ditjen Dikti melalui Sistem Informasi Manajemen Bidikmisi.
 
Pendanaan:  
Bantuan biaya pendidikan diberikan sejak calon mahasiswa dinyatakan di perguruan tinggi selama delapan (8) semester untuk program Diploma IV dan S1, dan selama enam (6) semester untuk program Diploma III.

Untuk program studi yang memerlukan pendidikan keprofesian atau sejenis, perpanjangan pendanaan sampai lulus jenjang keprofesian difasilitasi oleh PT penyelenggara Bidik Misi.

Beasiswa yang diperoleh, di antaranya pembebasan biaya pendaftaran SNMPTN, SBMPTN dan seleksi mandiri pada salah satu PT. Kemudian bantuan biaya penyelenggaraan yang dikelola perguruan tinggi. Tahun lalu maksimal Rp 2,4 juta per semester yang dapat digunakan untuk biaya masuk perguruan tinggi, SPP, biaya pendidikan lainnya, tutorial, kegiatan ko dan ekstrakurikuler, dan asuransi kesehatan atau kecelakaan. 

Kemudian diberikan bantuan biaya hidup sekurang-kurangnya Rp 600 ribu per bulan sesuai besaran yang ditentukan oleh perguruan tinggi serta biaya kedatangan saat pertamakali tiba dari tempat asal menuju perguruan tinggi. 


Unduh Panduan Beasiswa Bidik Misi 2014 di sini

10 Dokumen Beasiswa yang Perlu Anda Tahu

10 Dokumen Beasiswa yang Perlu Anda Tahu
Masing-masing punya cara sendiri menyiapkan aplikasi beasiswa agar bisa diterima. Pada kondisi normal, di mana waktu yang tersedia cukup panjang, kita bisa menyiapkan aplikasi lebih baik. Tapi, pada situasi mepet dengan masa pendaftaran yang singkat mungkin tidak semua orang siap. Misalnya, penyelenggara hanya membuka pendaftaran selama sepekan atau Anda keburu tahu pengumumannya setelah waktu yang tersisa tinggal beberapa hari.

Situasi itu bisa tidak menguntungkan karena calon biasanya terbawa panik, lalu menyiapkan segala sesuatunya secara terburu-buru. Jadilah aplikasi yang dibuat seadanya dengan berbagai kelemahan. Manakala bersaing dengan aplikasi calon lain yang disiapkan lebih baik, posisinya sangat mudah tergeser.

Lalu bagaimana jika Anda tetap ingin mendaftar pada waktu yang mepet? Apalagi, beasiswa tersebut sudah Anda tunggu-tunggu. Tentu saja bisa. Namun, itu perlu disiasati sejak dini. Ada sejumlah dokumen aplikasi yang umum diminta sponsor dan itu harus ‘stand by’ ada atau tidak penawaran. Manakala, Anda menghadapi situasi di atas, beban jadi lebih ringan karena dokumen yang perlu disiapkan tinggal sedikit. Anda hanya melengkapi dokumen aplikasi yang belum tersedia saja.

Apa saja dokumen beasiswa tersebut? Berikut rinciannya:

Ijazah dan transkrip
Dokumen ini selalu diminta setiap ada pengumuman beasiswa. Ijazah dan transkrip adalah dokumen wajib yang harus dilampirkan saat pengajuan aplikasi. Siapkanlah sejumlah salinan ijazah dan transkrip yang telah dilegalisir. Tujuannya, jika ada penawaran beasiswa yang sesuai Anda tinggal menyertakan.

Essay atau motivation letter
Essay atau motivation letter jarang sekali ketinggalan jika ada penawaran beasiswa. Dokumen ini diminta karena sponsor ingin melihat latar belakang calon, motivasi mendapatkan beasiswa, serta langkah ke depannya. Anda bisa melihat cara menulis essay beasiswa yang diulas sebelumnya serta menyiapkannya dari sekarang.

Pada beberapa beasiswa, mereka tidak membatasi tema essay atau motivation letter yang harus dimuat. Namun, untuk jenis beasiswa tertentu mereka menetapkan temanya. Jangan khawatir karena essay tersebut akan tetap bisa dimanfaatkan. Anda hanya perlu menyesuaikan dan merubah beberapa kalimat atau kata yang diperlukan.

Curriculum Vitae
Seperti halnya melamar pekerjaan, melamar beasiswa pun begitu pentingnya dokumen satu ini. Curriculum vitae atau biasa disebut daftar riwayat hidup. Siapkanlah CV yang memuat profil singkat Anda, seperti identitas diri, pendidikan, pengalaman organisasi/pekerjaan, atau daftar publikasi. Buat secara singkat dan jelas. Beberapa beasiswa yang ditemui, khususnya beasiswa Eropa mereka menyediakan format CV sendiri, misalnya menggunakan Europass. Sehingga Anda hanya perlu mengisi kolom yang disediakan.

Tes TOEFL/IELTS
Seperti halnya ijazah dan transkrip, skor test TOEFL atau IELTS selalu jadi dokumen wajib ketika ada penerimaan beasiswa. Sponsor umumnya menetapkan standar nilai sendiri-sendiri sesuai kebutuhan. Dokumen tes TOEFL atau IELTS lumrah diminta jika mendaftar program beasiswa master maupun doktor. Tidak hanya dipersyaratkan penyelenggara beasiswa luar negeri, beberapa beasiswa dalam negeri juga memintanya. Karena itu, Anda perlu menyiapkan dokumen ini lebih awal sebelum ada penawaran beasiswa yang akan diikuti. Harap diingat pula bahwa sponsor umumnya membatasi masa berlaku tes TOEFL/IELTS tersebut. Biasanya maksimal dua tahun sebelum mendaftar beasiswa. Jika skor tes TOEFL atau IELTS Anda masih rendah, Anda bisa mengikuti kursus persiapan. Salah satunya melalui Testden. Ulasannya bisa dilihat di sini.

Rekomendasi atasan 
 Jika Anda melihat beasiswa terbaru di beasiswapascasarjana.com, Anda akan mudah menemui tawaran beasiswa yang meminta surat rekomendasi. Sponsor ingin mendapat keyakinan bahwa permohonan beasiswa tidak hanya kemauan Anda, tapi karena adanya pertimbangan dari pihak pemberi rekomendasi. Pemberian rekomendasi tersebut untuk menguatkan posisi calon, bahwa beasiswa yang dimaksud benar-benar diperlukan dan layak.

Surat rekomendasi bisa berasal dari atasan, pimpinan tempat kerja, dosen di perguruan tinggi, atau rektor. Namun, umumnya disesuaikan pada latar belakang calon. Apakah ia seorang karyawan, dosen, atau mahasiswa. Buatlah beberapa salinan surat rekomendasi yang bisa Anda ajukan saat ada tawaran yang menarik. Jika memiliki skedul, Anda bisa meminta beberapa rekomendasi sekaligus berdasarkan jenis beasiswa. Misalnya, rekomendasi beasiswa Fulbright, beasiswa Australia Awards, beasiswa Monbukagakusho, dll.

Salinan paspor
Salinan dokumen ini banyak diminta saat mengajukan beasiswa luar negeri. Negara tujuan ingin mengetahui status kewarganegaraan sang calon. Mereka lalu mempersyaratkan dokumen paspor sebagai bukti identitas. Di dalam negeri, biasanya penyelenggara cukup meminta salinan KTP atau SIM.

Jika Anda memiliki rencana studi ke luar negeri, sebaiknya paspor dipersiapkan sejak dini. Hal ini untuk menghindari kemungkinan telatnya pengajuan aplikasi karena pembuatan paspor yang belum selesai. Buatlah salinan paspor yang menampilkan pada halaman identitas diri (nama, foto, tempat tanggal lahir, dll).

Terjemahan dokumen
Dokumen terjemahan seringkali menjadi hambatan bagi mahasiswa di tanah air. Paling umum ditemui saat akan melampirkan ijazah dan transkrip nilai. Kebanyakan perguruan tinggi hanya menyertakan bahasa Indonesia tanpa teks bahasa Inggris. Sehingga saat akan mendaftar beasiswa luar negeri, pelamar harus membuat terjemahan resmi dokumen tersebut. Karena itu , ada baiknya dokumen terjemahan ini sudah dipersiapkan sebelumnya. Caranya bisa menggunakan layanan penerjemah resmi atau bantuan dari perguruan tinggi asal.

Proposal riset
Proposal riset biasanya hanya diminta untuk beasiswa S2 atau S3 berbasis riset. Pada perkuliahan biasa dokumen ini jarang disyaratkan. Namun, jika Anda ingin mengenyam S2 dan S3 riset baik di dalam maupun luar negeri, tidak ada salahnya jika menyiapkan dokumen ini lebih dini. 

Scan dokumen
Selain dokumen hard copy di atas, satu lagi dokumen yang perlu disiapkan. Dokumen soft copy yang biasa digunakan bila pendaftaran beasiswa dilakukan secara online. Untuk memperoleh soft copy tersebut, Anda bisa menscan masing-masing dokumen dan mengatur formatnya, misalnya dalam bentuk Pdf atau Jpeg. Simpan dokumen ini di PC Anda. Sewaktu-waktu ada pendaftaran beasiswa secara online, tinggal mengunggahnya saja.

Pasfoto
Dokumen satu ini sudah sangat lumrah. Tapi, untuk menghemat waktu ada baiknya juga disiapkan lebih awal. Pasfoto yang dibutuhkan biasanya berukuran 2x3 cm, 3x4 cm, dan 4x6 cm. Sesuaikan saja berapa kira-kira kebutuhan yang diperlukan.

Setelah menyiapkan dokumen di atas, setidaknya tugas Anda sudah semakin ringan. Perkiraan, aplikasi tersebut sudah rampung 70-80 persen. Lebih enteng bukan? Nah, saatnya berburu beasiswa!

Beasiswa Unggulan 2014, Ini Pendaftarannya! ! !




Punya prestasi yang bisa diandalkan? Kesempatan untuk mencoba beasiswa unggulan. Tahun 2014, pendaftaran beasiswa unggulan dibuka mulai Januari hingga 31 Desember. Anda sudah bisa mengajukan aplikasi dari sekarang. Hasil seleksi akan disampaikan secara periodik. Maksudnya, siapa yang lebih awal mendaftar, mereka berkesempatan memperoleh beasiswa lebih dulu.

Beasiswa unggulan 2014 tidak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Beasiswa ini ditujukan bagi putra-putri terbaik Indonesia. Mereka di antaranya adalah peraih medali olimpiade internasional, juara tingkat nasional, regional, atau internasional bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya, guru berprestasi, pegawai/karyawan berprestasi, dan mahasiswa berprestasi. 

Beasiswa ini dibuka bagi lulusan SLTA/sederajat yang ingin melanjutkan studi S1, atau warganegara Indonesia yang memiliki prestasi yang berminat meneruskan pendidikannya di jenjang S2 maupun S3. Selain itu, beasiswa unggulan juga dibuka bagi mahasiswa yang sedang menjalani studi di jenjang tersebut. Beasiswa unggulan bisa digunakan untuk mendanai studi yang diambil di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri.

Beasiswa diberikan selama 48 bulan pada jenjang S1, 18-24 bulan pada jenjang S2, dan 36 bulan pada jenjang S3. Bantuan beasiswa meliputi biaya pendidikan, biaya buku, biaya penelitian, biaya hidup, dan biaya transportasi/tiket pesawat dari dan ke luar negeri.

Persyaratan:
›› Putra-putri terbaik peraih medali olimpiade internasional, juara tingkat nasional, regional, dan internasional bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan olahraga, dan guru berprestasi:
a. Mengisi formulir pendaftaran Program Beasiswa Unggulan;
b. Menyerahkan rekomendasi dari instansi yang terkait;
c. Menyerahkan fotokopi ijazah dan transkrip nilai pendidikan terakhir yang telah dilegalisasi;
d. Menyerahkan fotokopi sertifikat kejuaraan atau bukti prestasi;
e. Menyerahkan proposal kegiatan tentang rencana studi.

›› Bagi pegawai/karyawan berprestasi selain memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada poin a sampai dengan e di atas juga:
a. Pegawai/karyawan berprestasi
1. Program Sarjana (S1)
       a) menyerahkan fotokopi bukti prestasi yang dimiliki;
       b) mempunyai sertifikat Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia yang masih berlaku;
       c) lulus seleksi di perguruan tinggi yang dituju;
       d) lulus Tes Potensi Akademik yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional.
   2. Program Magister (S2)
       a) menyerahkan fotokopi bukti prestasi yang dimiliki;
       b) lulusan S1 dari berbagai disiplin ilmu dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00;
       c) menyerahkan fotokopi sertifikat kemampuan bahasa asing yang masih berlaku setara TOEFL (Test of English as a Foreign Language) dengan nilai (score) minimal 500;
       d) mempunyai sertifikat Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia yang masih berlaku;
       e) lulus Tes Potensi Akademik yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional.
   3. Program Doktor (S3)
        a) lulusan S2 dari berbagai disiplin ilmu dengan IPK minimal 3,25;
       b) menyerahkan fotokopi sertifikat kemampuan bahasa asing yang masih berlaku setara TOEFL dengan nilai (score) minimal 550;
       c) mempunyai sertifikat Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia yang masih berlaku;
       d) lulus TPA yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional.

b. Mahasiswa berprestasi
1. Program Sarjana (S1)
        a) memiliki prestasi bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan/atau olahraga yang direkomendasi oleh pimpinan perguruan tinggi.
        b) memiliki prestasi akademik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00;
        c) mempunyai sertifikat Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia yang masih berlaku.
    2. Program Magister (S2)     
        a) memiliki prestasi bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan/atau olahraga yang direkomendasi oleh pimpinan perguruan tinggi;
        b) memiliki prestasi akademik dengan IPK minimal 3,25;
        c) menyerahkan fotokopi sertifikat kemampuan bahasa asing yang masih berlaku setara TOEFL dengan nilai (score) minimal 500;
        d) mempunyai sertifikat Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia yang masih berlaku;
        e) lulus Tes Potensi Akademik yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional.
    3. Program Doktor (S3)
        a) memiliki prestasi bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan/atau olahraga yang direkomendasi oleh pimpinan Perguruan Tinggi;
        b) memiliki prestasi akademik dengan IPK minimal 3,50;
        c) menyerahkan fotokopi sertifikat kemampuan bahasa asing yang masih berlaku setara TOEFL dengan nilai (score) minimal 550;
       d) mempunyai sertifikat Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia yang masih berlaku;
       e) lulus Tes Potensi Akademik yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional.

*Ctt: Selain persyaratan di atas, ada dokumen lain yang juga perlu dipersiapkan jika nantinya diminta, seperti biodata (CV), serta foto kopi rekening bank atas nama calon penerima beasiswa untuk pelamar perorangan.

Pendaftaran:
Pendaftaran beasiswa unggulan dilakukan melalui beberapa cara, yakni:
› Pendaftaran secara online – Anda mengajukan sendiri beasiswa (perorangan) secara online ke alamat beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id. Sebelum mengajukan aplikasi, silakan cermati semua data yang diperlukan dan membaca aturan untuk mengisi dan memasukkan file yang diminta (ukuran, nama, jenis file dll). 

› Pendaftaran secara manual –  ditujukan bagi pelamar yang mengalami kesulitan mengakses internet. Anda wajib memenuhi persyaratan sesuai jenjang pendidikan yang dipilih, kewajiban berikutnya tetap mengisi pendaftaran online untuk kebutuhan database Sekretariat Beasiswa Unggulan. Aplikasi manual dikirim ke alamat:

Sekretariat Program Beasiswa Unggulan
Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri
Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Gedung C Lantai 6, Jl. Jenderal Sudirman
Senayan-Jakarta, 10270
Telp: 021-5711144 ext. 2616 Fax: 021-5739290


› Pendaftaran melalui program studi – Anda mengajukan aplikasi melalui perguruan tinggi penyelenggara Program Beasiswa Unggulan.

Setelah pelamar mendaftar ke Beasiswa Unggulan baik secara online maupun manual, berkas pelamar akan segera diproses selayaknya alur mekanisme seleksi dan mereka yang dinyatakan berhak menerima Beasiswa Unggulan akan diumumkan di website dan dihubungi oleh tim Beasiswa Unggulan.

Postingan Lama Beranda