Tampilkan postingan dengan label KIMIA XII. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KIMIA XII. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Desember 2013

Download 21 Paket Soal Ujian Nasional (UN) Kimia Tahun 2013


Ujian nasional (UN) dapat dijalani dengan mudah, cukup dengan banyak berlatih mengerjakan soal-soal serupa. Apalagi tahun 2013/2014 UN kisi-kisinya tidak berbeda dengan kisi-kisi soal UN tahun 2012/2013 kemarin. Untuk itulah saya telah melakukan pemindaian (scanning) soal UN yang saya dapati. Silakan download paket soal ujian nasional kimia tahun 2013  pada pranala di bawah. Semoga hal ini dapat membantu siswa dan rekan guru yang lainnya.
Di blog ini terdapat 21 paket soal UN Kimia tahun 2013. Satu paket di antaranya telah saya bahas (Soal UN Kimia 2013 -NH4Cl-32S16-39X19 & Pembahasan) dan sudah saya posting beberapa bulan lalu di sini.
Oh ya untuk sedikit memudahkan pembedaan dalam setiap paket soal un kimia 2013 saya lakukan pengkodean dengan menggunakan nama senyawa pada soal nomor 1 dan nomor massa-nama unsur-nomor atom yang digunakan pada soal no 2 dan 3, jika ada kesamaan saya tambahi simbol unsur yang ada pada soal nomor 4. Contohnya seperti pada ilustrasi berikut.
pengkodean soal un kimia di blog ini
Berikut ini adalah paket soal UN kimia yang tersedia. (semua berformat pdf). Untuk mendownloadnya bisa klik kanan pada pranala terus Save As… Atau mau lebih cepat dan praktis downloadnya, untuk setiap mata pelajaran silahkan baca Cara Praktis dan Cepat Download Semua File di Blog atau Website.

  1. Soal UN Kimia 2013 -H2SO4-17Cl-32Z16
  2. Soal UN Kimia 2013–H2SO4-31P15–51A23
  3. Soal UN Kimia 2013 -H2SO4-32S16-39X19-SiF

  1. Soal UN Kimia 2013 -H2SO4-32S16-39X19-XY
  2. Soal UN Kimia 2013 -H2SO4-40Ca20-35,5X17
  3. Soal UN Kimia 2013–H3PO4–24X12–25X15

  1. Soal UN Kimia 2013 -H3PO4-56Fe26-24Y12
  2. Soal UN Kimia 2013 -H3PO4-Cl17-27X13
  3. Soal UN Kimia 2013 -HNO3-24X12-32Z16

  1. Soal UN Kimia 2013 -HNO3-27Y13-35X
  2. Soal UN Kimia 2013–HNO3–55Mn25–51A23
  3. Soal UN Kimia 2013 -HNO3-Cl17-27Y13

  1. Soal UN Kimia 2013 -NH4BF3-31P15-51A23
  2. Soal UN Kimia 2013 -NH4BF3-40Ca20-24Y12
  3. Soal UN Kimia 2013 -NH4BF3-55Mn25-35X

  1. Soal UN Kimia 2013 -NH4Cl-32S16-39X19 & Pembahasan
  2. Soal UN Kimia 2013 -NH4Cl-56Fe26-24X12
  3. Soal UN Kimia 2013 -NH4Cl-56Fe26-27X13

  1. Soal UN Kimia 2013 -SO3-27Mn13-25X15
  2. Soal UN Kimia 2013 -SO3-31P15-35,5X17
  3. Soal UN Kimia 2013 -SO3-55Mn25-35X

Banyaknya variasi soal yang sejenis tentu sangat membantu berlatih menyelesaikan soal.

Sabtu, 05 Oktober 2013

Download Soal Prediksi UN Kimia SMA 2013

Tanpa berpanjang kata berikut adalah soal prediksi Ujian NAsional Kimia SMA 2013 yang dapat sahabat banksoal semua download.
Doa kami supaya Ujian Nasional tahun 2013 ini dapat mengantarkan sahabat banksoal semua menuju cita-cita yang diharapkan.
Berikut link download soal prediksi Kimia SMA 2013
Semoga berhasil, 
sumber : salam banksoal!

Minggu, 22 September 2013

Manfaat Natrium dan Senyawa Natrium (KIMIA KELAS XII)

Manfaat Natrium dan Senyawanya- Natrium merupakan unsur alkali dengan daya reduksi paling rendah, dengan sumber utamanya adalah halit (umumnya dalam bentuk NaCl). Pembuatan natrium dapat dilakukan dengan proses Downs, yaitu elektrolisis lelehan NaCl. Air asin yang mengandung NaCl diuapkan sampai kering kemudian padatan yang terbentuk dihancurkan untuk kemudian dilelehkan. Sedangkan untuk mengurangi biaya pemanasan, NaCl (titik lebur 801 °C) dicampur dengan 1½ bagian CaCl2 untuk menurunkan suhu lebur hingga 580 °C (Martin S. Silberberg, 2000: 971).
Na dulunya banyak digunakan untuk pembuatan TEL (Tetra Ethyl Lead), yaitu untuk menaikkan bilangan oktan bahan bakar, tetapi sekarang tidak lagi karena mengandung racun yang berbahaya bagi lingkungan. Na juga digunakan untuk pengisi lampu penerangan di jalan maupun di kendaraan. Hal ini dikarenakan emisi warna kuningnya yang mampu menembus kabut dan dapat digunakan juga sebagai cairan pendingin pada reaktor atom (Sri Lestari, 2004: 23).
1. NaCl, digunakan sebagai garam dapur, bahan baku pembuatan klorin dan senyawa-senyawa natrium yang lain. Dapat juga digunakan dalam industri susu, pengawetan ikan dan daging, pengolahan kulit, serta untuk mencairkan salju.
2. NaOH, dihasilkan dari elektrolisis NaCl. NaOH merupakan basa kuat yang banyak digunakan dalam industri detergen, bahan baku sabun, kertas, serat rayon, dan memisahkan belerang dari minyak bumi.
3. NaHCO3 (soda kue), yang akan terurai oleh panas yang menghasilkan gas CO2 yang menyebabkan kue mengembang dan pemadam kebakaran.
4. NaCO3, digunakan untuk pembuatan kaca, menghilangkan kesadahan air, sebagai bahan baku natrium silikat pada pembuatan kertas dan detergen.
5. Na-glutamat, digunakan sebagai penyedap makanan.
6. Na-benzoat, digunakan sebagai pengawet makanan dalam kaleng.
(Sumber: Sri Lestari, 2004: 23 – 24).

Manfaat Karbon dan Senyawa Karbon (KIMIA KELAS XII)

Manfaat Karbon dan Senyawa Karbon – Senyawa karbon (C) merupakan senyawa yang banyak dikenal. Keistimewaan unsur karbon dibandingkan dengan unsur golongan IVA yang lain adalah unsur ini secara alamiah mengikat dirinya sendiri dalam rantai, baik dalam ikatan tunggal C — C, ikatan rangkap dua C = C, maupun ikatan rangkap tiga C ≡ C (Sri Lestari, 2004: 42). Unsur karbon memiliki beberapa bentuk yang berbeda, yaitu intan, grafit, dan arang. Bentuk-bentuk yang berbeda dari unsur yang sama disebut alotrop.
1. Manfaat Intan
Intan adalah zat padat yang bening dan zat yang paling keras, mempunyai indeks bias tinggi, bukan konduktor listrik tetapi tahan asam dan alkali. Intan terbentuk secara alamiah. Susunan molekul intan lebih rapat dibandingkan grafit, dengan kerapatan intan 3,51 g/cm3, sedangkan grafit 2,22 g/cm3. Untuk membuat intan dari grafit diperlukan tekanan dan suhu yang tinggi, yaitu 3.000 °C dan 125 bar dengan katalis logam transisi, seperti Cr, Fe, atau Pt, yang akan menghasilkan intan 0,1 karat. Kegunaan intan alam sebagian besar untuk perhiasan. Intan alam yang tidak cukup baik digunakan untuk pemotong kaca, gerinda, dan mata bor serta digunakan untuk membuat ampelas untuk memoles benda yang sangat keras, seperti baja tahan karat.
2. Manfaat Grafit
Grafit adalah zat bukan logam berwarna hitam yang mampu menghantarkan panas dengan baik, buram, licin, tahan panas, dan dapat dihancurkan menjadi serbuk yang lebih kecil. Sifat fisika grafit ditentukan oleh sifat dan luas permukaannya. Grafit yang halus berarti mempunyai permukaan yang relatif lebih luas (Sri Lestari, 2004: 43). Grafit dapat dibuat dengan mensintesis berbagai bahan yang mengandung karbon. Grafit mempunyai struktur yang berbentuk lapisan. Jarak antarlapisan hampir 2,5 kali lebih besar dari jarak antaratom dalam satu lapisan. Hal ini menyebabkan grafit bersifat licin karena satu lapisan dapat meluncur di atas lapisan lainnya.
Hubungan antarlapisan dalam grafit dapat diibaratkan dengan tumpukan lembaran kaca yang basah. Grafit juga mempunyai titik leleh yang tinggi. Elektron yang digunakan untuk membentuk ikatan antarlapisan terikat relatif lemah, sehingga dapat mengalir dari satu atom ke atom lain, sehingga grafit dapat menghantarkan listrik.
Kegunaan grafit, antara lain adalah sebagai elektrode pada baterai, proses elektrolisis, atau untuk pensil. Selain itu, jika karbon aktif dipanaskan pada suhu 1.500 °C dengan paladium, platina sebagai katalis, akan menghasilkan serat polimer, seperti poliakrilonitril atau selulosa, yang bila digabungkan dengan plastik akan membentuk foam dan foil.
3. Manfaat Arang
Bahan lain yang mengandung karbon adalah arang. Arang dibuat dari kayu atau serbuk gergaji dengan pemanasan pada suhu tinggi tanpa udara. Arang merupakan kristal halus dengan struktur seperti grafit. Ruang antarlapisan atom dalam arang yang dibubuk halus dapat menjerap atom, sehingga zat itu mempunyai daya absorpsi yang besar. Oleh karena itu zat ini digunakan dalam topeng gas. Arang dapat digunakan untuk mengadsorpsi zat warna dan bahan polutan dalam pengolahan air serta dalam air tebu pada pengolahan gula, selain sebagai obat sakit perut.
4. Manfaat Karbon Monoksida
Karbon monoksida merupakan gas tidak berwarna, tidak berbau, beracun, dan mempunyai titik didih –190 °C. Karbon monoksida ini akan terbentuk jika karbon dibakar dengan jumlah oksigen yang sedikit, secara stoikiometri kekurangan oksigen. Karbon monoksida antara lain dapat dihasilkan melalui reduksi batuan fosfat menjadi fosfor dan hasil pembakaran bahan bakar, seperti knalpot pada kendaraan bermotor. Karbon monoksida berbahaya bagi tubuh karena mampu mengikat atom Fe dalam hemoglobin darah.
Karbon monoksida dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar dengan cara mencampurkannya dengan gas lain, sebagai reduktor pada pengolahan berbagai jenis logam. Selain itu campuran karbon monoksida dan H2 penting untuk sintesis metanol (Sri Lestari, 2004: 45).
5. Manfaat Karbon Dioksida
Karbon dioksida dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar yang mengandung karbon. Secara alami, karbon dioksida berwujud gas dan diperoleh dari hasil metabolisme hewan dan hanya sedikit sekali di atmosfer, sekitar 0,03% volume (Kirk – Othmer, vol. 5). Meskipun tidak berbahaya, akan tetapi jika kadarnya terlalu besar dapat menyebabkan orang pingsan dan merusak sistem pernapasan. Karbon dioksida secara komersial diperoleh dari pembakaran residu penyulingan minyak bumi. Dalam jumlah besar juga diperoleh sebagai hasil samping produksi urea dan pembuatan alkohol dari proses fermentasi.
Reaksi: C6H12O6 → 2 C2H5OH + 2 CO2
Beberapa kegunaan karbon dioksida adalah:
a. Es kering (dry ice), digunakan sebagai pendingin, seperti pada pembuatan es krim, produk daging, dan makanan beku.
b. Sebagai pemadam api, CO2 akan mencegah api menyebar karena sifatnya yang lebih ringan dibandingkan dengan udara, sehingga akan melingkari api.
c. Untuk membuat minuman berkarbonasi (soft drink), seperti air soda, limun, dan lainnya.
d. Sebagai reagen kimia pada proses pembuatan sodium salisilat, potasium, amonium karbonat dan bikarbonat.
e. Sebagai bahan baku untuk fotosintesis dan menentukan suhu global iklim.
f. Sebagai bahan baku untuk fotosintesis tumbuhan air dan digunakan siput dan sejenisnya untuk membuat cangkang.

Manfaat Belerang dan Senyawa Belerang (KIMIA KELAS XII)

Manfaat Belerang dan Senyawa Belerang – Belerang terdapat di muka bumi dalam bentuk bebas maupun senyawa. Belerang padat mempunyai dua bentuk alotropi, yaitu belerang rombik dan belerang monoklinik. Belerang yang biasa kita lihat adalah belerang rombik, dengan warna kuning, belerang ini stabil di bawah suhu 95,5 °C. Bila lebih dari suhu 95,5 °C, belerang rombik akan berubah menjadi belerang monoklinik yang akan mencair pada suhu 113 °C. Biasanya belerang dijumpai dalam bentuk mineral sulfida dan sulfat, hidrogen sulfida, maupun senyawa belerang organik.
Belerang dapat diperoleh dengan cara ekstraksi melalui proses Frasch. Belerang yang ada di bawah tanah dicairkan dengan mengalirkan air super panas (campuran antara air dan uap air dengan tekanan sekitar 16 atm dan suhu sekitar 160 °C) melalui pipa bagian luar dari suatu susunan tiga pipa konsentrik. Belerang cair kemudian dipaksa keluar dengan memompakan udara panas (dengan tekanan sekitar 20 – 25 atm). Setelah itu belerang dibiarkan membeku. Belerang yang diperoleh dengan cara ini mempunyai kemurnian sampai 99,6%, hal ini disebabkan karena belerang tidak larut dalam air.
Kegunaan belerang yang utama adalah untuk membuat asam sulfat, vulkanisasi karet, dan membasmi penyakit tanaman. Belerang juga digunakan untuk membuat CS2 dan senyawa belerang lainnya.
Asam Sulfat
Asam sulfat merupakan zat cair kental, tidak berwarna, dan bersifat higroskopis. Asam sulfat pekat merupakan asam oksidator. Senyawa-senyawa yang mengandung H dan O akan hangus bila dituangi asam sulfat pekat. Hal ini dikarenakan asam sulfat dapat menarik hidrogen dan oksigen dari senyawanya.
Asam sulfat dapat diperoleh menggunakan dua cara.
a. Proses Kontak
Bahan baku asam sulfat berupa gas SO2 yang diperoleh dengan pemanggangan pirit atau pembakaran belerang.
Reaksi: 4 FeS2 + 11 O2→2 Fe2O3 + 8 SO2 atau S + O2 → SO2
Gas belerang dioksida yang terjadi dicampur dengan udara, dialirkan melalui katalisator kontak (V2O5) pada suhu ± 500 °C dengan tekanan 1 atm. Pada reaksi ini, V2O5 tidak hanya bertindak sebagai katalisator tetapi juga bertindak sebagai oksidator.
Gas O3 yang terjadi dialirkan ke dalam larutan asam sulfat encer sehingga terjadi asam pirosulfat.
Reaksi: SO3 + H2SO4 → H2S2O7
Dengan menambahkan air ke dalam campuran ini diperoleh asam sulfat pekat (98%).
Reaksi: H2S2O7 + H2O → 2 H2SO4
b. Proses Bilik Timbal
Bahan baku pada proses ini adalah SO2, sama dengan proses kontak. Katalis yang digunakan pada proses ini adalah gas NO dan NO2. Gas SO2, NO, NO2, dan uap air dialirkan ke dalam ruang yang bagian dalamnya dilapisi Pb (timbal). Gas SO2 hasil pemanggangan dialirkan ke dalam menara glover bersama asam nitrat. Dalam hal ini asam nitrat diurai menjadi NO dan NO2. Campuran gas tersebut dialirkan ke dalam bilik timbal bersama-sama udara dan uap air hingga terjadi reaksi.
Reaksi: 2 SO2 + O2 + NO + NO2 + H2O→ 2 HNOSO4
(asam nitrosil)
Asam nitrosil (HNOSO4) bereaksi dengan H2O membentuk asam sulfat (H2SO4).
Reaksi: 2 HNOSO4 + H2O → 2 H2SO4 + NO + NO2
Gas NO dan NO2 dialirkan ke menara Gay Lussac kemudian diubah menjadi HNO3. Sedangkan asam nitrat akan dialirkan kembali ke menara glover dan seterusnya. Asam sulfat yang terbentuk akan dialirkan ke bak penampungan. Asam sulfat banyak digunakan pada industri pupuk dan detergen. Selain itu juga bisa digunakan pada industri logam, zat warna, bahan peledak, obat-obatan, pemurnian minyak bumi, dan untuk pengisi aki.

Perbedaan Bahan Pemanis Buatan dan Alami (KIMIA KELAS XII)

Perbedaan Bahan Pemanis Buatan dan Alami - Anda tentu menyukai permen atau kembang gula, bukan? Rasa manis pada permen tersebut berasal dari bahan pemanis yang ditambahkan padanya. Bahan pemanis ini ada dua macam, yaitu pemanis alami dan pemanis buatan.
1. Pemanis Alami
Pemanis alami merupakan bahan pemberi rasa manis yang diperoleh dari bahan-bahan nabati maupun hewani. Contoh pemanis alami dapat dilihat pada gambar di samping.
a. Gula tebu mengandung zat pemanis fruktosa yang merupakan salah satu jenis glukosa. Gula tebu atau gula pasir yang diperoleh dari tanaman tebu merupakan pemanis yang paling banyak digunakan. Selain memberi rasa manis, gula tebu juga bersifat mengawetkan.
b. Gula merah merupakan pemanis dengan warna coklat. Gula merah merupakan pemanis kedua yang banyak digunakan setelah gula pasir. Kebanyakan gula jenis ini digunakan untuk makanan tradisional, misalnya pada bubur, dodol, kue apem, dan gulali.
c. Madu merupakan pemanis alami yang dihasilkan oleh lebah madu. Selain sebagai pemanis, madu juga banyak digunakan sebagai obat.
d. Kulit kayu manis merupakan kulit kayu yang berfungsi sebagai pemanis. Selain itu kayu manis juga berfungsi sebagai pengawet.
2. Pemanis Buatan
Pemanis buatan adalah senyawa hasil sintetis laboratorium yang merupakan bahan tambahan makanan yang dapat menyebabkan rasa manis pada makanan. Pemanis buatan tidak atau hampir tidak mempunyai nilai gizi. Sebagaimana pemanis alami, pemanis buatan juga mudah larut dalam air. Beberapa pemanis buatan yang beredar di pasaran di antaranya adalah sebagai berikut.
a. Aspartam
Aspartam mempunyai nama kimia aspartil fenilalanin metil ester, merupakan pemanis yang digunakan dalam produk-produk minuman ringan. Aspartam merupakan pemanis yang berkalori sedang. Tingkat kemanisan dari aspartam 200 kali lebih manis daripada gula pasir. Aspartam dapat terhidrolisis atau bereaksi dengan air dan kehilangan rasa manis, sehingga lebih cocok digunakan untuk pemanis yang berkadar air rendah.
b. Sakarin
Sakarin merupakan pemanis buatan yang paling tua. Tingkat kemanisan sakarin kurang lebih 300 kali lebih manis dibandingkan gula pasir. Namun, jika penambahan sakarin terlalu banyak justru menimbulkan rasa pahit dan getir. Es krim, gula-gula, es puter, selai, kue kering, dan minuman fermentasi biasanya diberi pemanis sakarin. Sakarin sangat populer digunakan dalam industri makanan dan minuman karena harganya yang murah. Namun penggunaan sakarin tidak boleh melampaui batas maksimal yang ditetapkan, karena bersifat karsogenik (dapat memicu timbulnya kanker).
Dalam setiap kilogram bahan makanan, kadar sakarin yang diperbolehkan adalah 50–300 mg. Sakarin hanya boleh digunakan untuk makanan rendah kalori, dan dibatasi tingkat konsumsinya sebesar maksimal 0,5 mg tiap kilogram berat badan per hari. Jika berat badanmu 40 kilogram, berapakah massa kue dengan kandungan sakarin 50 mg/kg maksimal yang boleh anda konsumsi?
c. Siklamat
Siklamat terdapat dalam bentuk kalsium dan natrium siklamat dengan tingkat kemanisan yang dihasilkan kurang lebih 30 kali lebih manis daripada gula pasir. Makanan dan minuman yang sering dijumpai mengandung siklamat antara lain: es krim, es puter, selai, saus, es lilin, dan berbagai minuman fermentasi. Beberapa negara melarang penggunaan siklamat karena diperkirakan mempunyai efek karsinogen. Batas maksimum penggunaan siklamat adalah 500–3.000 mg per kg bahan makanan.
d. Sorbitol
Sorbitol merupakan pemanis yang biasa digunakan untuk pemanis kismis, selai dan roti, serta makanan lain.
e. Asesulfam K
Asesulfam K merupakan senyawa 6-metil-1,2,3-oksatiazin-4(3H)-on-2,3-dioksida atau merupakan asam asetoasetat dan asam sulfamat. Tingkat kemanisan dari asesulfam K adalah 200 kali lebih manis daripada gula pasir. Berdasarkan hasil pengujian laboratorium, asesulfam K merupakan pemanis yang tidak berbahaya.
3. Perbedaan Pemanis Alami dengan Pemanis Buatan
Orang memilih jenis pemanis untuk makanan yang dikonsumsinya tentu dengan alasan masing-masing. Pemanis alami tentu lebih aman, tetapi harganya lebih mahal. Pemanis buatan lebih murah, tetapi aturan pemakaiannya sangat ketat karena bisa menyebabkan efek negatif yang cukup berbahaya. Pada kadar yang rendah atau tertentu, pemanis buatan masih diijinkan untuk digunakan sebagai bahan tambahan makanan, tetapi pada kadar yang tinggi bahan ini akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Tabel berikut memperlihatkan perbedaan pemanis alami dan buatan.
Tabel 13.3 Perbedaan pemanis alami dan buatan
Pemanis alami Pemanis buatan
Pada suhu tinggi bisa terurai. Cukup stabil bila dipanaskan.
Memiliki kalori tinggi. Memiliki kalori rendah.
Berasa manis normal. Berasa manis sampai puluhan bahkan ratusan kali rasa manis gula.
Harganya cenderung lebih tinggi. Harganya sangat terjangkau.
Lebih aman dikonsumsi Sebagian dapat berpotensi karsinogen (penyebab kanker).

 

Pengendalian hama secara kimiawi dan biologi (KIMIA KELAS XII)

Upaya pengendalian dan pemberantasan hama tanaman secara garis besar dapat dilakukan melalui dua macam cara, yaitu secara kimiawi dan secara biologi.
1. Pengendalian secara kimiawi
Pengendalian hama secara kimiawi merupakan upaya pengendalian pertumbuhan hama tanaman menggunakan pestisida, yaitu zat kimia pembasmi hama tanaman. Pestisida terdiri atas insektisida, larvasida, fungisida, dan algasida.
a. Insektisida digunakan untuk memberantas serangga (insekta).
b. Larvasida digunakan untuk memberantas larva (ulat).
c. Fungisida digunakan untuk memberantas jamur (fungi).
d. Algasida digunakan untuk memberantas ganggang (algae).
Penggunaan pestisida harus dilakukan secara cermat dan hati-hati mengikuti aturan pakai. Hal ini karena pestisida terbuat dari zat kimia yang berbahaya. Dampak penggunaan pestisida antara lain sebagai berikut.
a. Dapat membunuh hewan lain yang sebenarnya bermanfaat bagi manusia.
b. Apabila masuk ke dalam bahan makanan dapat bersifat racun sehingga membahayakan kesehatan manusia.
c. Dapat merusak keseimbangan ekosistem.
Ada juga pengendalian hama secara kimiawi dengan menggunakan sistem fumigasi. Fumigasi adalah cara pengendalian hama dengan menggunakan gas beracun Methyl Bromide (CH3Br). Dengan dosis yang sesuai, fumigasi dapat membunuh rayap, tikus, kumbang, ngengat, dan lainlain. Fumigasi memiliki tingkat penetrasi yang tinggi dan dapat membunuh semua tingkat perkembangan hama tanpa mengotori bahan atau tanaman yang difumigasi. Namun, karena bahan yang digunakan adalah senyawa beracun maka penggunaan lebih lanjut masih dipelajari lebih lanjut supaya tidak terjadi dampak yang merugikan.
2. Secara biologi
Pemberantasan hama secara biologi merupakan upaya pengendalian hama tanaman dengan menggunakan agen pemangsa alami (predator). Contoh berbagai hewan pemangsa hama tanaman antara lain lebah penyengat, semut rangrang, dan burung hantu.
a. Ulat kupu artona diberantas dengan hewan semacam lebah penyengat.
b. Kutu loncat diberantas dengan semut rangrang.
c. Tikus diberantas dengan burung hantu.

Efek Samping Penggunaan Pemutih (KIMIA KELAS XII)

Efek Samping Penggunaan Pemutih
Baju putih harus dirawat lebih teliti dibandingkan dengan baju berwarna. Mengapa demikian? Karena pakaian putih lebih mudah terkena noda dan sukar dihilangkan. Saat ini banyak ditawarkan berbagai produk pemutih dengan berbagai kemasan. Pemutih ada yang berbentuk padat dan cair. Bahan utama pemutih padat (bubuk putih) adalah kalsium hipoklorit dengan rumus kimia Ca(ClO)2 yang secara umum dikenal sebagai kaporit. Bahan ini lazim dipakai untuk mensucihamakan air PAM dan kolam renang. Bahan utama pemutih cair adalah natrium hipoklorit dengan rumus NaOCl.
Natrium hipoklorit dan kalsium hipoklorit mempunyai sifat multifungsi. Selain sebagai pemutih, kedua senyawa ini dapat berfungsi sebagai penghilang noda dan disinfektan (sanitizer). Fungsi ganda NaOCl sebagai penghilang noda maupun disinfektan dapat menjadi peluang tersendiri dalam penjualan. Kita dapat mengetahui kandungan bahan kimia yang terdapat di dalam pemutih dari kemasannya. Dengan menggunakan pemutih yang biasanya mengandung bahan kimia utama klorin dan natrium perborat, pakaian putih yang ternoda dapat menjadi lebih putih cemerlang. Meskipun demikian, kita harus berhati-hati dalam penggunaannya. Bahan kimia klorin dan natrium perklorat adalah bahan aktif yang cukup berbahaya. Penggunaan pemutih yang kurang berhati-hati akan menyebabkan lunturnya kain berwarna.
1. Pengaruh Penggunaan Pemutih
Pemutih (bleaching agent) adalah bahan-bahan kimia yang dapat digunakan untuk mengatasi kotoran yang membandel pada pakaian. Bahan aktif yang terkandung dalam pemutih pakaian, antara lain natrium hipoklorit atau natrium perklorat. Namun demikian, pemakaian pemutih yang terlalu sering dan berlebihan dapat menyebabkan pakaian cepat rusak. Ini disebabkan bahan aktif tersebut dapat merusak partikel-partikel dan serat kain. Pemakaian pemutih yang berlebih dan terlalu sering menyebabkan seratserat kain menjadi keras dan rapuh. Supaya pakaian tidak cepat rusak maka sebaiknya pemakaian pemutih hanya bila diperlukan saja. Pemutih sebaiknya hanya digunakan jika penggunaan detergen biasa tidak mampu mengangkat kotoran secara bersih. Perlu diketahui, pemutih pakaian dapat mengakibatkan memudarnya warna pada pakaian berwarna. Pemakaian pemutih yang berlebihan juga dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Zat aktif dalam pemutih dimungkinkan dapat membunuh bakteri dalam tanah. Cara mengatasi limbah pemakaian pemutih hampir sama dengan penanggulangan limbah sabun dan detergen.
2 . Efek Samping Penggunaan Pemutih
Penggunaan pemutih yang berlebihan selain dapat menyebabkan kerusakan juga berdampak negatif pada lingkungan. Jika air bekas cucian yang mengandung pemutih dibuang ke tanah maupun ke sungai-sungai dapat menimbulkan pencemaran air. Selain itu, dalam pemutih terkandung zat-zat aktif dan bahan-bahan yang bersifat korosif yang dapat membunuh bakteri menguntungkan dalam tanah. Akibatnya, kesuburan tanah dapat terganggu. Lebih luas lagi pembuangan limbah yang mengandung pemutih akan menimbulkan pencemaran lingkungan baru.
Khusus untuk pemutih wajah yang ditawarkan melalui iklaniklan, kita harus hati-hati dalam memilih maupun menggunakannya. Hal ini karena beberapa produk pemutih wajah dan tubuh terbukti mengandung logam berat merkuri (raksa). Pemutih yang mengandung merkuri jika digunakan secara terus-menerus dapat bersifat sebagai racun di dalam tubuh dan dapat menyebabkan kanker ( bersifat karsinogen).

Contoh zat aditif nonpsikotropika (KIMIA KELAS XII)

Contoh zat aditif nonpsikotropika – Zat aditif ada dua golongan, yaitu zat aditif golongan psikotropika dan zat aditif golongan nonpsikotropika. Zat aditif golongan psikotropika antara lain berbagai macam obat perangsang (stimulan), obat penekan susunan saraf pusat (depresan), dan obat halusinasi (halusinogen). Sedangkan zat aditif nonpsikotropika antara lain minuman beralkohol, rokok, kafein, dan inhalan. Pada tulisan ini anda akan mempelajari zat aditif nonpsikotropika, sedangkan zat aditif psikotropika akan dibahas pada tulisan selanjutnya.
1. Minuman Beralkohol
Anda tentu pernah mendengar kata ciu, arak, brem Bali, anggur, bir, atau champagne. Minuman-minuman tersebut termasuk minuman beralkohol. Minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung alkohol. Apakah sebenarnya alkohol itu? Alkohol adalah senyawa organik turunan senyawa alkana dengan gugus OH pada atom karbon tertentu. Para ahli kimia di Eropa pada abad pertengahan kemudian menggunakan istilah tersebut untuk menyebut sebuah senyawa berbau khas yang diperoleh dari penyulingan, yaitu etanol yang mempunyai rumus kimia C2H5OH. Oleh karena itu, secara umum orang kemudian menggunakan istilah ini untuk menyebut sebuah senyawa alkohol secara spesifik (etil alkohol atau etanol).
Minuman beralkohol yang paling banyak dikonsumsi adalah bir. Hampir di seluruh penjuru dunia terdapat minuman yang berkadar alkohol 3–5 % ini dengan berbagai nama, warna, dan rasa. Jenis bir yang berkadar alkohol cukup tinggi adalah sake, minuman khas Jepang. Bir jenis ini lebih pantas disebut sebagai anggur seperti wine, champagne, atau martini karena minuman ini berkadar alkohol sekitar 14–15 %. Minuman beralkohol dengan kadar tinggi di antaranya brandy dari Perancis (biasa disebut cognac) dengan kadar alkohol (40–45 %), wiski dan vodka dari USA (40–50 %), gin dari Inggris dan Amerika (40–50 %), dan rum dari Jamaika (50–70 %). Alkohol dengan presentasi yang lebih tinggi, bahkan sampai 100 % dapat dibuat melalui proses penyulingan lebih lanjut.
Semua minuman bukan obat yang mengandung alkohol dikategorikan sebagai minuman keras. Berdasarkan kandungan alkoholnya, minuman keras dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu kelompok A dengan kadar alkohol 1–5 %, kelompok B dengan kadar alkohol 5–20 %, dan kelompok C dengan kadar alkohol 20–50 %.
a. Alkoholisme dan Kesehatan
Mengonsumsi alkohol dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan ketagihan yang sering disebut alkoholisme. Sedangkan pecandu alkohol disebut sebagai alkoholik. Ketergantungan terhadap minuman beralkohol dapat menyebabkan perubahan terhadap tingkah laku, disfungsi sosial, dan disfungsi kerja seorang alkoholik.
Ketika seseorang mengonsumsi minuman beralkohol, 20 % dari alkohol yang terkandung dalam minuman tersebut akan dialirkan ke dalam pembuluh darah. Sisanya dialirkan ke paru-paru dan diserap oleh usus halus, kemudian masuk ke aliran darah. Selanjutnya darah membawa alkohol menuju ke hati. Jika kandungan alkohol yang berada dalam darah yang dibawa ke hati terlalu tinggi, hati tidak akan mampu untuk menetralisir seluruh alkohol. Sisa alkohol yang tidak dapat ternetralisir oleh hati akan tetap berada dalam darah dan beredar ke seluruh tubuh sehingga menimbulkan efek-efek yang kurang baik bagi tubuh. Tabel berikut menampilkan beberapa efek minuman beralkohol terhadap tubuh.
Tabel 14.1 Efek minuman beralkohol
Konsentrasi alkohol  dalam darah (%)
Efek terhadap fungsi organ dan metabolisme tubuh
0,02 Berganti-ganti perasaan dan suasana hati, antara sedih, gembira, dan kadang-kadang ingin marah.
0,05 Perasaan santai, sedikit pusing, dan kemampuan motorik sedikit terganggu.
0,08 Koordinasi antara otot dan waktu reaksi tidak seimbang. Wajah, jari, tangan, dan kaki serasa digelitik, kemudian mati rasa.
0,10 Tingkah laku kikuk dan tidak terkontrol. Ketidakseimbangan kemampuan mental, penilaian, dan ingatan.
0,15 Tingkah laku tidak bertanggung jawab dan euphoria. Agak kesulitan berdiri, berjalan, dan berbicara.
0,20 Pusat kendali motorik dan emosi terganggu. Mencaci maki, terhuyung-huyung, kehilangan keseimbangan, dan penglihatan ganda.
0,40 Tidak sadarkan diri.
0,45 Pernapasan melambat dan dapat berhenti sama sekali.
0,50 Dapat berakibat kematian.
Selain efek fisik dan psikis di atas, pemakaian alkohol dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, di antaranya fetal alcohol syndrome, sirosis hati, kardiomiopati, hipertensi, dan delirium tremens.
1) FAS (Fetal Alcohol Syndrome)
Fetal alcohol syndrome (FAS) merupakan cacat bawaan yang mengakibatkan bentuk kepala menjadi tidak simetris, kelainan tingkah laku, dan keterbelakangan mental. FAS terjadi karena seorang ibu yang mengonsumsi minuman beralkohol selama kehamilannya. Kandungan alkohol dalam darah si ibu mengakibatkan kelainan pada pertumbuhan janin yang dikandungnya.
2) Sirosis hati
Konsumsi minuman beralkohol yang berlebihan dapat menimbulkan sirosis hati (cirrhosis of the liver). Sirosis hati merupakan kelainan struktur dan fungsi hati karena matinya selsel hati. Sel-sel hati tersebut mati karena berbagai hal, misalnya zat-zat kimia (alkohol dan obat-obatan), virus, maupun logam beracun. Tingginya kandungan alkohol dalam darah dapat membunuh sel-sel hati yang dilaluinya. Sel-sel hati yang belum mati akan menggandakan diri untuk menggantikan selsel yang telah mati. Akibatnya, muncul timbunan sel-sel baru.
3) Kardiomiopati (kerusakan otot jantung)
Kecanduan alkohol dapat menyebabkan kerusakan otot jantung. Otot-otot jantung, terutama pada bilik kiri dan kanan, menjadi lebih besar dan kendur. Akibatnya, jantung tidak dapat memompa darah dengan normal. Kelainan aliran darah dari jantung akan menghambat kinerja ginjal untuk menyaring air dan garam. Tingginya kandungan air dan garam dalam darah akan meningkatkan volume darah yang berpotensi merusak paru-paru.
4) Hipertensi (tekanan darah tinggi)
Sebelumnya telah disebutkan bahwa konsumsi minuman beralkohol yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan otot jantung. Perubahan kondisi jantung akibat minuman beralkohol dapat menyebabkan meningkatnya tekanan darah yang dapat mengakibatkan stroke.
5) Delirium tremens (DTs)
Beberapa kasus kecanduan alkohol menyebabkan timbulnya penyakit delirium tremens (DTs) yang ditandai dengan meningkatnya perasaan bingung, tidak dapat tidur, tekanan mental, dan halusinasi yang parah.
2. Rokok
Merokok adalah kegiatan mengisap dan mengembuskan asap dari rokok yang dibakar. Sejarah berkembangnya kebiasaan merokok dimulai ketika para penjelajah dari Eropa pada tahun 1500-an menemukan bahwa suku Indian mempunyai kebiasan merokok daun tembakau di dalam pipa. Mereka kemudian meniru kebiasaan orang Indian tersebut dengan menanam tembakau secara besar-besaran di daerah koloninya untuk dijadikan komoditi ekspor. Merokok kemudian menjadi kebiasaan yang tersebar luas di Eropa pada tahun 1600-an.
Rokok mengandung sejumlah zat yang dapat menyebabkan ketergantungan atau ketagihan. Oleh karena itu, rokok dapat digolongkan sebagai zat aditif. Selain menyebabkan ketagihan, zat-zat dalam rokok banyak mengandung racun yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Kini orang mulai sadar bahwa rokok berbahaya bagi kesehatan.
Di dalam asap rokok terkandung zat kimia lebih dari 4.000 jenis. Empat ratus macam di antaranya merupakan bahan beracun dan 43 macam yang lain dapat menyebabkan kanker (zat karsinogen). Zat kimia yang terkandung di dalam rokok tidak saja berbahaya bagi perokok (perokok aktif), tetapi juga bagi orang di sekitarnya yang tanpa sengaja ikut menghirup asap tersebut (perokok pasif). Tabel berikut ini menyajikan beberapa bahan kimia dalam rokok serta efeknya bagi kesehatan.

Efek Samping Penggunaan Pembasmi Serangga (KIMIA KELAS XII)


1. Pengaruh Penggunaan Pembasmi Serangga
Penggunaan insektisida tidak hanya mampu mengusir dan membunuh nyamuk, tetapi dapat juga mengusir atau membunuh serangga-serangga yang lain, seperti rayap, semut, lalat, kecoa, ngengat, kutu busuk, dan lain-lain. Fungsi pemakaian obat pembasmi serangga pada umumnya meliputi tiga hal, yaitu mengusir, membasmi, atau mengusir sekaligus membasmi. Bagi para petani, kehadiran serangga dapat membawa masalah baru karena dapat mengganggu hasil panen mereka. Insektisida digunakan untuk mengusir hama tanaman yang berupa serangga seperti walang sangit, wereng, kepik, dan sebagainya.
2. Efek Samping Penggunaan Pembasmi Serangga
Penggunaan insektisida sebaiknya disesuaikan dengan keperluannya saja. Pemakaian bahan kimia jenis ini bila berlebihan dan tidak hati-hati justru dapat membahayakan manusia. Efek negatif dari pemakaian insektisida yang berlebihan atau pemakaian yang tidak hati-hati antara lain adalah keracunan yang dapat merenggut jiwa. Insektisida yang masuk ke perairan akan menimbulkan pencemaran air. Hal ini akan mengakibatkan terbunuhnya binatang-binatang air.
Penggunaan DDT sebagai pembunuh serangga telah dilarang oleh pemerintah karena DDT memiliki efek negatif bagi mikroorganisme. DDT dapat larut dalam pelarut lemak dan jaringan lemak. Oleh sebab itu, racun ini menjadi mudah berpindah dari lingkungan ke jaringan lemak hewan. DDT tidak mudah terurai, akibatnya terjadi penumpukan DDT di dalam jaringan hewan atau tumbuhan. Jika tumbuh-tumbuhan atau daging hewan yang tercemar tersebut dikonsumsi oleh manusia, akibatnya bisa fatal.
Orang yang mengonsumsi dapat keracunan bahkan dapat terkena kanker yang berisiko kematian. Selain itu, beberapa jenis obat semprot serangga masih menggunakan CFC sebagai bahan pendorong (propelan). Dengan demikian, penggunaan insektisida dalam bentuk semprot juga mempunyai efek samping yang sama dengan penggunaan parfum semprot, yaitu resiko makin lebarnya lubang ozon dan semakin tingginya suhu permukaan bumi.

Contoh Jenis Zat Psikotropika (KIMIA KELAS XII)

Contoh Jenis Zat Psikotropika – Menurut UU No. 5 tahun 1997 tentang psikotropika, definisi psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah atau sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Psikoaktif artinya bekerja melalui mekanisme pengaktifan dimensi kejiwaan yang berupa perasaan, pikiran, dan perilaku. Zat psikotropika terdiri atas obat perangsang (stimulan), obat penekan susunan saraf pusat (depresan), dan obat halusinasi (halusinogen).

1. Obat Perangsang (Stimulan)

Obat perangsang atau stimulan adalah obat-obatan yang dapat menimbulkan rangsang tertentu pada pemakainya. Obat ini bekerja dengan memberikan rangsangan terhadap otak dan saraf. Obat rangsang dapat berupa amphetamine atau turunannya. Stimulan yang sering beredar di pasaran adalah ekstasi dan shabu-shabu.
Pemakaian amphetamine sebagian besar dimanfaatkan untuk menekan nafsu makan berlebih, mengobati penderita hiperaktif, dan penderita narcolepsy, yaitu serangan rasa mengantuk berat yang tiba-tiba dan tidak terkontrol. Akan tetapi, stimulan juga banyak disalahgunakan dalam bentuk konsumsi di luar batas takaran yang dianjurkan.
Pada tahap awal pemakaian, akan timbul perasaan senang berlebihan, rasa percaya diri yang besar, dan semangat yang terlalu tinggi. Pada pemakaian dalam dosis berlebih akan menunjukkan gejala-gejala seperti kejang-kejang, panik, muntah-muntah, diare, bola mata membesar, halusinasi yang menakutkan, tidak dapat mengendalikan emosi, dan koma, yang jika dibiarkan dapat menyebabkan kematian.

a. Ekstasi

Ekstasi atau methylenedioxy amphetamine (MDMA) merupakan zat kimia turunan amphetamine yang memiliki reaksi yang lebih kuat dibandingkan dengan amphetamine. Ekstasi mempunyai rumus kimia C11H15NO2. Ekstasi juga disebut pil setan, karena pengaruhnya seperti setan yang merusak sistem saraf pusat dan sel-sel otak. Selain itu, pil ini juga dapat menyebabkan ketergantungan.
Ekstasi yang banyak diperdagangkan biasanya berupa kapsul berwarna kuning dan merah muda atau berupa tablet berwarna coklat dan putih. Ekstasi dapat dikategorikan sebagai kelompok obat yang mudah dimodifikasi struktur kimianya untuk memperoleh bahan aktif yang lebih ampuh khasiatnya.
Jika ekstasi diminum maka akan segera timbul gejala-gejala berikut.
1) Perasaan menjadi sangat gembira, tersanjung, bersemangat, dan puas diri serta menjadi lebih terbuka kepada orang lain.
2) Tubuh gemetar, gigi gemeletuk, keluar keringat dingin, dan detak jantung tidak normal.
3) Nafsu makan hilang, pandangan kabur, dan keluar air mata terusmenerus.
4) Badan panas luar biasa (hipertermia), yang apabila diikuti dengan minum terlalu banyak air akan menimbulkan ketidakseimbangan cairan di dalam tubuh yang disebut dengan hipnotermia. Jika terjadi komplikasi dapat menimbulkan kematian.

b. Shabu-shabu

Salah satu turunan amphetamine yang lain adalah metamphetamine yang memiliki rumus kimia C10H15N. Zat ini juga dikenal sebagai shabu-shabu. Bentuknya yang berupa kristal tidak berwarna dan tak berbau sangat mudah larut dalam air. Shabu-shabu memiliki efek yang sangat keras pada susunan saraf. Efek yang dapat ditimbulkan cenderung lebih cepat dan lebih hebat daripada ekstasi. Secara psikis shabu-shabu dapat menimbulkan efek-efek berikut.
1) Timbulnya perasaan sehat, percaya diri, bersemangat, dan rasa gembira yang berlebihan.
2) Muncul perasaan berkuasa disertai peningkatan konsentrasi semu.
3) Nafsu makan menurun, sulit tidur, dan biasanya muncul halusinasi.
Mirip seperti jika mengonsumsi alkohol, pemakai ekstasi dapat dalam jangka lama dapat mengalami penurunan berat badan terus-menerus, kerusakan organ dalam, stroke, bahkan kematian. Jika orang sudah kecanduan, ia akan terus-menerus gelisah, ketakutan, sensitif, bingung, dan putus asa.

2. Obat Penekan Saraf Pusat (Depresan)

Obat jenis depresan adalah obat yang bereaksi memperlambat kerja sistem saraf pusat. Obat jenis ini biasanya berupa obat tidur dan obat penenang. Obat ini biasanya diminum untuk mengurangi rasa cemas atau untuk membuat pikiran menjadi lebih santai. Obat ini juga dipakai untuk mengatasi insomnia (penyakit kesulitan tidur). Contoh obat penekan saraf pusat antara lain diazepam (valium), nitrazepam (mogadon), luminal, dan pil KB. Di Indonesia para pengedar menamakan obat-obatan ini sebagai pil koplo. Penyalahgunaan obat penekan saraf dapat menimbulkan berbagai macam efek, antara lain perasaan menjadi labil, bicara tak karuan dan tidak jelas, mudah tersinggung, serta daya ingat dan koordinasi motorik terganggu sehingga jalannya menjadi limbung.

3. Halusinogen (Obat Halusinasi)

Obat jenis halusinogen adalah obat yang jika dikonsumsi dapat menyebabkan timbulnya halusinasi. Halusinogen paling terkenal adalah lysergic acid diethylamide (LSD). Selain itu, ada juga halusinogen yang tak kalah hebatnya dalam menciptakan halusinasi bagi pemakainya, yaitu psilocybin, yang dihasilkan dari spesies jamur tertentu, dan mescaline, yang dihasilkan dari sejenis kaktus yang bernama peyote.
Efek yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan obat halusinasi ini adalah sebagai berikut.
a. Keringat berlebihan, denyut jantung menjadi cepat dan tak teratur, timbul perasaan cemas.
b. Pupil mata melebar dan pandangan mata kabur.
c. Terjadi gangguan koordinasi motorik dan terjadi halusinasi.

Efek Samping Penggunaan Pembersih (KIMIA KELAS XII)

Efek Samping Penggunaan Pembersih – Pernahkah kamu menjumpai tanaman enceng gondok yang tumbuh memenuhi hampir seluruh permukaan sungai atau danau? Apakah air di tempat tersebut banyak mengandung busa atau tampak bersih? Kira-kira apa penyebabnya? Limbah domestik dan industri kecil dari rumah tangga, terutama yang berupa air bekas cucian pada umumnya dibuang ke paritparit dan kadang kala dibuang ke halaman atau kebun rumah tanpa diolah terlebih dahulu. Air yang mengandung berbagai macam sisa (residu) bahan kimia mengalir dari parit-parit menuju sungai yang akhirnya menyebabkan berbagai pencemaran air. Pencemaran tersebut akan mengganggu keseimbangan ekosistem yang ada. Misalnya, bertambahnya gulma air, seperti enceng gondok, yang menyebabkan terganggunya aliran sungai. Dampak lain adalah terjadinya pendangkalan akibat lumpur yang bertumpuk sebagai media tumbuh gulma tersebut, atau matinya berbagai macam binatang air karena rendahnya kandungan oksigen di dalam air. Demikian pula yang terjadi pada tanah. Jika tanah terus-menerus terkena buangan limbah cucian maka tanah akan menjadi tidak subur lagi.
Dewasa ini pencemaran air menjadi suatu permasalahan yang cukup serius. Limbah rumah tangga yang berasal dari penggunaan detergen dan berbagai jenis sabun menjadi salah satu penyebab pencemaran air. Detergen lebih sukar diuraikan oleh mikroorganisme dalam tanah dibanding sabun. Beberapa efek samping penggunaan detergen terhadap lingkungan adalah sebagai berikut.
a. Buih detergen yang menumpuk di permukaan sungai akan menghalangi penyerapan oksigen dari udara ke dalam air sungai. Akibatnya, air sungai akan mengalami penurunan kadar oksigen yang pada gilirannya akan menyebabkan satwa yang tinggal di dalamnya mati.
b. Pertumbuhan ganggang tertentu dan enceng gondok akan meningkat pesat akibat kadar fosfat yang meningkat di dalam air karena kehadiran detergen. Jika permukaan air sampai tertutup oleh pertumbuhan jenis tumbuhan air ini maka kesempatan fitoplankton yang seharusnya mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk proses fotosintesis menjadi terganggu dan akhirnya mati. Akibatnya, banyak satwa air yang ikut mati karena kehidupannya hanya mengandalkan konsumsi terhadap fitoplankton yang ada.
c. Jika air yang tercemar oleh detergen digunakan untuk mandi, air tersebut dapat mengakibatkan iritasi dan gatal-gatal pada kulit yang sensitif.
d. Jika air yang tercemar oleh detergen digunakan untuk memasak atau diminum, air tersebut dapat mengakibatkan sakit perut, muntahmuntah, diare, dan sebagainya.

Contoh Bahan Kimia Pembersih (KIMIA KELAS XII)

Contoh Bahan Kimia Pembersih – Seperti sudah disebutkan sebelumnya bahwa terdapat banyak sekali bahan kimia yang dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Satu di antaranya adalah pembersih. Kita menggunakan berbagai macam pembersih untuk membersihkan badan, pakaian, lantai, piring, hingga kamar mandi. Apakah pembersih itu? Pembersih adalah bahan yang berfungsi untuk membantu mengangkat dan melarutkan kotoran yang melekat pada suatu benda. Kita dapat mengelompokkan bahan kimia sebagai pembersih berdasarkan kemasannya masing-masing. Setiap produk biasanya dibungkus dalam kemasan yang berbedabeda.
Dari kemasan inilah kita dapat mengetahui komposisi kandungan bahan-bahan kimianya. Masing-masing pabrik akan memberikan kemasan yang semenarik mungkin sehingga konsumen tertarik untuk menggunakannya. Misalnya saja, sabun mandi produk pabrik A dengan sabun mandi produk pabrik B, atau sampo produk pabrik P dengan sampo produk pabrik Q samakah kemasan dari kedua produk ini? Tentu tidak, bukan?
Bagaimana dengan bahan kimia yang terkandung di dalam masing-masing jenis pembersih itu? Samakah antara satu dengan lainnya? Pada dasarnya setiap jenis produk pembersih mempunyai bahan kimia utama yang sama satu dengan yang lain. Namun demikian, umumnya produsen menambahkan bahan-bahan tertentu yang berbeda antara satu dengan yang lain. Tujuannya adalah untuk memberi kelebihan atau keistimewaan pada jenis produk pembersih yang dihasilkannya. Berikut ini adalah daftar pembersih dan kandungan utama bahan kimia di dalamnya.
Tabel 12.1 Kandungan Bahan Utama dalam Pembersih
Jenis Pembersih Kandungan Bahan Kimia Utama
Sabun mandiSabun colek (cuci) Pencuci tangan
Bubuk detergen
Pencuci peralatan dapur
Pembersih lantai Asam
Krim pencukur
Pasta gigi
Sampo
Pembersih muka
Kalium palmitat atau kalium stearatNatrium palmitat atau natrium stearat Natrium palmitat atau natrium stearat
Linear alkil sulfonat (LAS)
Linear alkil sulfonat (LAS)
klorida atau benzalkonium klorida
Kalium stearat dan natrium stearat
Natrium lauril sulfat
Natrium lauril eter sulfat
Kalium palmitat atau kalium stearat
Bahan kimia utama dalam pembersih sering disebut sebagai bahan aktif. Bahan aktif ini berfungsi sebagai surfaktan. Selain bahan kimia utama tersebut, tentu saja masing-masing produk pembersih mendapatkan tambahan bahanbahan yang dapat mengoptimalkan fungsi produk tersebut sesuai dengan tujuan penggunaannya. Misalnya air, aroma, pengental, alkohol, garam dapur, minyak atsiri, mineral, bahan pencemerlang, bahan untuk mempertahankan warna, penguat (builder), pelembut, pewarna, pewangi, pengawet, dan sebagainya. Jika tabel di atas kita amati dengan saksama, ternyata dari sekian banyak jenis pembersih yang kita gunakan sehari-hari hanya ada dua komponen utama, yaitu komponen sabun dan komponen detergen. Komponen sabun, yaitu natrium stearat dan natrium palmitat pada sabun cuci atau kalium stearat dan kalium palmitat pada sabun mandi. Komponen detergen, yaitu linear alkil sulfonat, natrium lauril sulfat, dan bahan kimia lain seperti asam klorida.
Untuk mengatasi kotoran yang membandel diperlukan bahan-bahan pembersih. Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, komponen utama pembersih adalah sabun dan detergen. Samakah sabun dan detergen itu? Untuk mengetahui lebih dalam tentang kedua jenis komponen tersebut, berikut ini adalah uraiannya.
a. Sabun
Lebih dari 2.000 tahun yang lalu orang sudah mengenal sabun. Orang pada saat itu mengenal sebuah proses yang disebut saponifikasi. Saponifikasi adalah reaksi antara minyak atau lemak, baik yang berasal dari tumbuh-tumbuhan (nabati) maupun yang berasal dari hewan (hewani) dengan basa-basa tertentu yang dihasilkan dari abu (alkali) tumbuh-tumbuhan (natrium hidoksida dan kalium hiodroksida). Reaksi ini ternyata dapat menghasilkan sebuah senyawa yang dapat digunakan untuk membersihkan kotoran yang kemudian dikenal sebagai sabun, serta senyawa berasa manis yang disebut olsuss yang kemudian disebut sebagai gliserol. Gliserol ini dimanfaatkan lebih lanjut untuk bahan peledak, pelarut, dan sebagainya.
Minyak nabati yang biasa digunakan biasanya berupa minyak kelapa, minyak sawit, minyak biji kapas, minyak jarak, minyak zaitun, minyak kedelai, dan minyak jagung. Minyak dan lemak hewani yang biasa digunakan biasanya berupa minyak ikan, lemak kambing atau domba, lemak sapi, dan lain-lain.
Berdasarkan kandungan basa yang terdapat di dalamnya, sabun dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu sabun lunak dan sabun keras.
1) Sabun lunak
Sabun lunak adalah sabun yang mengandung ion kalium karena dalam proses pembuatannya, basa yang digunakan adalah kalium hidroksida (kaustik potas). Sabun jenis ini disebut sabun lunak karena memang kalium hidroksida memiliki sifat pemutih (bleaching) yang lebih lunak daripada natrium hidroksida yang digunakan pada sabun keras. Contoh sabun lunak adalah semua produk sabun mandi, sampo, dan pasta gigi. Proses pembuatannya melibatkan reaksi kimia berikut ini.
kalium hidroksida + gliserol tristearat → kalium stearat (sabun mandi) + gliserol
Atau
kalium hidroksida + gliserol tripalmitat →kalium palmitat (sabun mandi) + gliserol
Lalu, mengapa sabun dan sampo orang dewasa pedih di mata sedangkan sabun dan sampo bayi tidak? Pada dasarnya masing-masing produsen pembersih jenis sabun lunak berusaha menciptakan produk seistimewa dan semenarik mungkin. Sabun atau sampo yang pedih di mata berarti memiliki kandungan kalium lebih tinggi daripada yang tidak pedih di mata. Sampo dengan kandungan kalium lebih tinggi memiliki daya bersih yang lebih tinggi. Pada sabun atau sampo bayi kandungan kaliumnya dibuat lebih rendah karena digunakan untuk kulit yang masih sensitif. Akan tetapi, walaupun daya pembersihnya lebih rendah, sabun ini aman dan cukup efektif untuk membersihkan kulit bayi.
Selain kandungan basa yang berbeda-beda, jenis dan jumlah minyak dan lemak yang digunakan dalam pembuatan jenis sabun lunak ini juga memengaruhi sifat-sifat fisik sabun. Sifat fisik itu meliputi keras dan lunaknya, jumlah busa yang dihasilkan, warnanya transparan atau tidak, kelarutan dalam air, dan lain-lain. Tambahan bahan-bahan lain seperti minyak atsiri, vitamin, mineral, parfum, pewarna, mint dan esens atau pemberi rasa pada pasta gigi, dan lain-lain akan mempertinggi kegunaan dan menambah daya tarik pembersih yang termasuk ke dalam sabun lunak ini.
2) Sabun keras
Sabun keras adalah sabun yang mengandung ion natrium, karena dalam proses pembuatannya digunakan natrium hidroksida (soda api atau kaustik soda). Natrium hidroksida merupakan basa yang lebih keras daripada kalium hidroksida. Daya pemutihnya sangat iritatif (bersifat melukai) terhadap kulit. Oleh karena itu, sabun jenis ini tidak cocok untuk membersihkan tubuh, kecuali bagian-bagian tertentu seperti telapak tangan yang memang berkulit lebih tebal. Contoh sabun keras adalah sabun colek (sabun krim). Proses pembuatan sabun keras melibatkan reaksi kimia berikut ini.
natrium hidroksida + gliserol tristearat → natrium stearat (sabun colek) + gliserol
Atau
natrium hidroksida + gliserol tripalmitat → natrium palmitat (sabun colek) + gliserol
Selain kedua jenis sabun tersebut, terdapat juga jenis sabun yang merupakan campuran antara sabun keras dan sabun lunak, misalnya krim pencukur. Penggunaan sabun keras pada krim ini dimaksudkan untuk melunakkan kulit, sehingga rambut yang menempel di atasnya, seperti cambang, kumis, janggut, atau bulu kaki lebih mudah dibersihkan.
b. Detergen
Komponen pembersih utama berikutnya adalah detergen. Dewasa ini hampir semua jenis pembersih menggunakan detergen. Dahulu orang mengandalkan sabun sebagai bahan pembersih satu-satunya yang paling andal. Tetapi kemudian diketahui bahwa pada air yang memiliki kadar garam tinggi (air sadah) dan air yang dingin penggunaan sabun ternyata tidak efektif. Di dalam air ini biasanya terkandung ion kalsium atau ion magnesium yang menyebabkan daya pembersih sabun menjadi berkurang. Hal ini dikarenakan ion kalium atau ion magnesium dalam air sadah menggantikan posisi ion natrium atau ion kalsium pada molekul sabun. Oleh karena itu, orang kemudian berusaha menciptakan bahan pembersih yang memiliki daya pembersih efektif di dalam semua jenis larutan. Sampai pada sekitar tahun 1940-an akhirnya orang berhasil menciptakan detergen.
Bahan dasar detergen adalah alkil benzena sulfonat atau sering disingkat ABS. Dibandingkan dengan sabun, detergen memiliki daya cuci lebih baik karena tetap efektif untuk mencuci walaupun dengan menggunakan air sadah maupun air dingin. Supaya kotoran yang terlepas tidak kembali menempel, biasanya ditambahkan zat kimia tertentu yang disebut anti-redeposisi. Contoh zat anti-redeposisi adalah metil karboksi selulosa.

Contoh Bahan Pengawet Makanan (KIMIA KELAS XII)

Contoh Bahan Pengawet Makanan – Akhir-akhir ini kita diributkan oleh adanya temuan di masyarakat bahwa ternyata banyak makanan yang beredar bercampur dengan formalin atau boraks. Apakah fungsi formalin dan boraks itu? Mengapa diributkan? Di negara-negara tropis seperti di Indonesia suhu dan kelembaban udara umumnya tinggi. Keadaan ini membuat makanan cepat rusak karena mikroorganisme berkembang pesat dan merusak makanan. Untuk mencegah atau menghambat kerusakan ini perlu ditambahkan bahan yang dapat mencegah atau menghambat segala macam perubahan pada bahan makanan yang disebabkan aktivitas mikroorganisme. Bahan ini dikenal sebagai bahan pengawet. Bahan pengawet menurut asalnya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu bahan pengawet alami dan pengawet buatan.
1. Pengawet Alami
Bagaimana cara nelayan menjaga agar sisa ikan yang tidak terjual dalam keadaan segar tidak cepat membusuk dan tetap laku di pasaran? Yah, mereka menggunakan garam sebagai bahan pengawet untuk membuat ikan asin. Meskipun rasanya sudah berbeda dengan ikan segar, ikan asin masih tetap berprotein tinggi. Berikut ini adalah contoh-contoh pengawet alami.
a. Gula tebu
Gula tebu memberi rasa manis dan bersifat mengawetkan. Buah-buahan yang disimpan dalam larutan gula pekat akan menjadi awet karena mikroorganisme sukar hidup di dalamnya.
b. Gula merah
Selain sebagai pemanis gula merah juga bersifat mengawetkan seperti halnya gula tebu.
c. Garam
Garam merupakan pengawet alami yang banyak dihasilkan dari penguapan air laut. Ikan asin dapat bertahan hingga berbulan-bulan karena pengaruh garam.
d. Kunyit
Kunyit, selain sebagai pewarna, juga berfungsi sebagai pengawet. Dengan penggunaan kunyit, tahu atau nasi kuning menjadi tidak cepat basi.
e. Kulit kayu manis
Kulit kayu manis merupakan kulit kayu yang berfungsi sebagai pengawet karena banyak mengandung asam benzoat. Selain itu, kayu manis juga berfungsi sebagai pemanis dan pemberi aroma.
f. Cengkih
Cengkih merupakan pengawet alami yang dihasilkan dari bunga tanaman cengkih. Selain sebagai pengawet, cengkih juga berfungsi sebagai penambah aroma.
2. Pengawet Buatan
Pengawet buatan ini ada berbagai macam, antara lain:
a. Asam asetat
Asam asetat dikenal di kalangan masyarakat sebagai asam cuka. Bahan ini menghasilkan rasa masam dan jika jumlahnya terlalu banyak akan mengganggu selera karena bahan ini sama dengan sebagian isi dari air keringat kita. Asam asetat sering dipakai sebagai pelengkap ketika makan acar, mi ayam, bakso, atau soto. Asam asetat mempunyai sifat antimikroba. Makanan yang memakai pengawet asam cuka antara lain acar, saos tomat, dan saus cabai.
b. Benzoat
Benzoat banyak ditemukan dalam bentuk asam benzoat maupun natrium benzoat (garamnya). Berbagai jenis soft drink (minuman ringan), sari buah, nata de coco, kecap, saus, selai, dan agar-agar diawetkan dengan menggunakan bahan jenis ini.
c. Sulfit
Bahan ini biasa dijumpai dalam bentuk garam kalium atau natrium bisulfit. Potongan kentang, sari nanas, dan udang beku biasa diawetkan dengan menggunakan bahan ini.
d. Propil galat
Digunakan dalam produk makanan yang mengandung minyak atau lemak dan permen karet serta untuk memperlambat ketengikan pada sosis. Propil galat juga dapat digunakan sebagai antioksidan.
e. Propianat
Jenis bahan pengawet propianat yang sering digunakan adalah asam propianat dan garam kalium atau natrium propianat. Propianat selain menghambat kapang juga dapat menghambat pertumbuhan bacillus mesentericus yang menyebabkan kerusakan bahan makanan. Bahan pengawetan produk roti dan keju biasanya menggunakan bahan ini.
f. Garam nitrit
Garam nitrit biasanya dalam bentuk kalium atau natrium nitrit. Bahan ini terutama sekali digunakan sebagai bahan pengawet keju, ikan, daging, dan juga daging olahan seperti sosis, atau kornet, serta makanan kering seperti kue kering. Perkembangan mikroba dapat dihambat dengan adanya nitrit ini. Misalnya, pertumbuhan clostridia di dalam daging yang dapat membusukkan daging.
g. Sorbat
Sorbat yang terdapat di pasar ada dalam bentuk asam atau garam sorbat. Sorbat sering digunakan dalam pengawetan margarin, sari buah, keju, anggur, dan acar. Asam sorbat sangat efektif dalam menekan pertumbuhan kapang dan tidak memengaruhi cita rasa makanan pada tingkat yang diperbolehkan.
Semua pengawet yang telah diuraikan di atas merupakan pengawet yang diijinkan untuk dipakai dan mendapatkan lisensi secara internasional oleh badan kesehatan dunia (WHO) dengan kadar yang diijinkan. Meskipun demikian, entah karena tidak mengerti atau sengaja, pada saat ini masih sering ditemukan produsen yang menggunakan pengawet makanan yang telah dilarang oleh pemerintah. Pengawet yang telah dilarang tetapi masih sering digunakan di antaranya adalah:
1) Boraks atau natrium tetraborat, dengan rumus kimia Na2B4O7·10 H2O adalah senyawa yang biasa digunakan sebagai bahan baku disinfektan, detergen, cat, plastik, ataupun pembersih permukaan logam sehingga mudah disolder. Karena boraks bersifat antiseptik dan pembunuh kuman, bahan ini sering digunakan untuk pengawet kosmetik dan kayu. Banyak ditemukan kasus boraks yang disalahgunakan untuk pengawetan bakso, sosis, krupuk gendar, mi basah, pisang molen, lemper, siomay, lontong, ketupat, dan pangsit. Bagaimana sikapmu terhadap fenomena semacam ini?
2) Formalin adalah nama dagang untuk larutan yang mengandung 40 persen formaldehid (HCOH) dalam 60 persen air atau campuran air dan metanol (jenis alkohol bahan baku spiritus) sebagai pelarutnya. Formalin sering disalahgunakan untuk mengawetkan mi, tahu basah, bakso, dan ikan asin. Bacalah informasi di samping dan bagaimanakah sikap yang harus kita ambil dengan adanya penyalahgunaan formalin ini?

Bahan Aditif pada Produk Pembersih (KIMIA KELAS XII)

Bahan dasar detergen adalah alkil benzena sulfonat atau sering disingkat ABS. Dibandingkan dengan sabun, detergen memiliki daya cuci lebih baik karena tetap efektif untuk mencuci walaupun dengan menggunakan air sadah maupun air dingin. Supaya kotoran yang terlepas tidak kembali menempel, biasanya ditambahkan zat kimia tertentu yang disebut anti-redeposisi. Contoh zat anti-redeposisi adalah metil karboksi selulosa.
Tabel 12.2 Bahan Aditif pada Produk Pembersih
Bahan Tambahan
Keterangan
Penguat pada cairan pencuci piring Bahan ini berfungsi untuk mengefektifkan fungsi bahan aktif (surfaktan) pada produk pembersih. Biasanya berupa campuran antara LABS (linear alkil benzen sulfonat), larutan soda api, dan air yang disebut larutan atinsoft.
Bahan pengental Garam dapur atau natrium klorida (NaCl) yang ditambahkan ke dalam campuran beberapa produk pembersih berperan untuk mengatur kekentalan.
Pengawet produk Beberapa jenis bahan pengawet yang sering dipakai adalah natrium salisilat, natrium benzoat, formaldehid, dan EDTA (Etilen Diamin Tera Asetat). Bahan ini dipakai untuk menjaga produk dari serangan jamur atau mikroorganisme lain.
Pelembut pakaian (softener) Bahan utama cairan pelembut pakaian adalah distearil dimetil amonium klorida. Bahan utama ini dijumpai di pasaran dengan nama dagang, antara lain: Quartamin D86P, Bratasoft, dan Accosoft
Penguat pada detergen (builder) Bahan ini berfungsi meningkatkan efisiensi surfaktan. Builder digunakan untuk melunakkan air sadah sehingga bahan aktif (surfaktan) dapat berfungsi lebih baik. Selain itu, builder juga membantu menciptakan kondisi keasaman yang tepat agar proses pembersihan dapat berlangsung lebih baik. Contoh builder adalah natrium karbonat, natrium sitrat, senyawa kompleks fosfat, natrium silikat atau zeolit.
Parfum dan pewarna Pemilihan parfum dan pewarna yang tepat akan sangat berarti bagi produk yang akan dipasarkan karena bau harum dan warna khas akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli.
Medium (pelarut) Air digunakan sebagai pelarut produk pembersih yang berbasis cair (liquid based) seperti sampo. Untuk menjaga kestabilan produk, air yang ideal digunakan adalah air yang sudah mengalami deionisasi (dihilangkan ion-ion yang terkandung di dalamnya).
Vitamin, protein, dan mineral pada sampo Vitamin, protein, dan mineral yang dapat diperoleh dari tumbuhan dan hewan terbukti mampu merawat dan menambah kesuburan serta keindahan rambut. Misalnya, kandungan mineral pada merang yang dibakar, protein pada kuning telur, beta karoten dalam wortel, kandungan zat aktif polisakarida dalam lidah buaya, atau vitamin E dan B dalam kacang hijau, semuanya bermanfaat bagi kesuburan dan keindahan rambut.
Penguat pada pembersih Kaca Metanol (CH3OH) dan isopropil alkohol adalah senyawa golongan alkohol yang biasanya berfungsi sebagai penguat pada pembersih kaca.
Anti-redeposisi pada Detergen Supaya kotoran yang terlepas tidak kembali menempel, biasanya ditambahkan zat kimia tertentu yang disebut zat anti-redeposisi. Contoh zat anti-redeposisi adalah metil karboksi selulosa.
Pemanis pada pasta Gigi Sakarin biasanya digunakan sebagai pemberi rasa manis pada pasta gigi.

Jenis Bahan Penyedap Makanan (KIMIA KELAS XII)

Jenis Bahan Penyedap Makanan- Anda tentu sering membeli mi instan bukan? Selain mi kering, di dalam kemasan mi instan anda akan menemukan bungkusan bumbu. Apa saja bahan yang terdapat di dalam bumbu tersebut? Anda akan menemukan bahwa bumbu yang fungsinya untuk memberi rasa sedap dan lezat pada makanan berisi bahanbahan yang kita sebut sebagai penyedap. Bahan penyedap rasa merupakan bahan tambahan makanan yang berguna untuk melezatkan bahan makanan. Bahan ini dapat menimbulkan rasa enak dan mempertegas rasa. Bahan penyedap ini terdapat dalam bentuk alami dan buatan.
1. Penyedap Alami
Bahan penyedap dari bahan alami selalu terdapat di dalam setiap makanan. Jenis bahan penyedap ini banyak sekali. Biasanya bahan-bahan ini dicampurkan bersama-sama sebagai bumbu makanan, beberapa di antaranya terdapat pada gambar di samping.
a. Bawang merupakan pemberi rasa sedap alami yang paling banyak digunakan.
b. Merica memberi aroma segar dan rasa pedas yang khas.
c. Terasi merupakan zat cita rasa alami yang dihasilkan dari bubuk ikan dan udang kecil yang dibumbui sedemikian rupa sehingga memberi rasa sedap yang khas.
d. Daun salam memberi rasa sedap pada makanan.
e. Jahe memberi aroma harum dan rasa pedas khas jahe.
f. Cabai memberi rasa sedap dan pedas pada setiap masakan.
g. Daun pandan memberi rasa dan aroma sedap dan wangi pada makanan.
h. Kayu manis, selain memberi rasa manis dan mengawetkan juga memberi aroma harum khas kayu manis.
2. Penyedap Buatan
Penyedap buatan yang paling banyak digunakan dalam makanan adalah vetsin atau monosodium glutamat (MSG) yang sering juga disebut sebagai micin. MSG tidak berbau dan rasanya merupakan campuran rasa manis dan asin yang gurih. Mengonsumsi MSG secara berlebihan akan menyebabkan timbulnya gejala-gejala yang dikenal sebagai Chinese Restaurant Syndrome. Tanda-tandanya antara lain berupa munculnya berbagai keluhan seperti pusing kepala, sesak napas, wajah berkeringat, kesemutan pada bagian leher, rahang, dan punggung.

Efek Samping Penggunaan Pewangi (KIMIA KELAS XII)

Produk pewangi ada yang alami dan ada yang buatan. Beberapa contoh pewangi alami adalah berbagai macam bunga dan buah-buahan segar. Pada zaman dahulu pewangi dibuat dengan penyulingan dari tumbuh-tumbuhan asli dan agak sulit didapatkan. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, pewangi menjadi sangat mudah diperoleh. Pewangi tidak dibuat dengan tumbuh-tumbuhan alami, namun cukup dibuat dari sintesa senyawa-senyawa kimia.
1. Kegunaan Pewangi
Pewangi diperoleh melalui proses esterifikasi. Esterifikasi adalah reaksi pembuatan senyawa ester dari asam karboksilat dengan alkohol. Senyawa-senyawa ester memiliki bau yang sedap. Pewangi-pewangi yang diperoleh melalui proses esterifikasi disebut dengan pewangi sintetis. Di pasaran banyak sekali dijual pewangi sintetis, mulai dari pewangi dengan aroma buah-buahan sampai harum bunga. Misalnya, parfum, pengharum ruangan, dan pengharum mobil.
Selain melalui proses esterifikasi, ada juga produk-produk pewangi yang diperoleh dengan cara lain, yaitu melalui proses penyulingan dan ekstraksi dari bahan-bahan alam. Pewangi yang didapatkan dari proses ekstraksi dan penyulingan bahan alam disebut sebagai pewangi alami. Contoh pewangi alami adalah minyak atsiri. Beberapa kegunaan pewangi antara lain sebagai berikut.
a. Sebagai pewangi badan.
b. Sebagai pewangi pakaian.
c. Sebagai pengharum ruangan.
2. Efek Samping Penggunaan Pewangi
Pemakaian pewangi secara berlebihan dapat menyebabkan efek samping bagi kesehatan, misalnya pusing dan mual-mual. Selain itu, bahan pelarut pada beberapa jenis pewangi dapat menyebabkan iritasi pada kulit yang sensitif. Oleh karena itu, konsumen pewangi disarankan untuk memilih jenis pewangi yang paling tepat.
Pernahkah anda mendengar tentang terjadinya lubang ozon (O3) di atmosfer kita? Nah, pada umumnya pewangi yang dikemas dengan bentuk semprot menggunakan bahan pendorong (propelan) dari golongan kloro fluoro karbon (CFC). Bahan kimia inilah yang dapat mengakibatkan kebocoran lapisan ozon. CFC merupakan jenis bahan kimia yang membutuhkan jangka waktu sangat lama untuk dapat mengalami biodegradasi (penguraian). Radikal bebas (atom) klorin yang dilepaskan oleh CFC di atmosfer akan menguraikan O3 menjadi gas oksigen (O2) dan radikal bebas O. Satu radikal bebas klorin akan dapat menguraikan ozon menjadi oksigen sampai berkali-kali. Hal inilah yang menyebabkan lapisan ozon semakin tipis dan akhirnya timbul lubang ozon. Akibat adanya lubang ozon, radiasi sinar matahari dapat masuk ke bumi tanpa melalui filter terlebih dahulu sehingga suhu permukaan bumi semakin meningkat. Kondisi seperti ini menjadi penyebab semakin tingginya permukaan air laut karena banyak es di daerah kutub yang mencair akibat makin tingginya suhu di atmosfer bumi.
Selain itu, kebocoran lapisan ozon dapat menyebabkan efek negatif bagi  kesehatan manusia. Penyakit-penyakit yang dapat timbul akibat kebocoran lapisan ozon antara lain penyakit kanker kulit dan katarak. Sampai saat ini penyakit kanker merupakan salah satu penyakit yang sulit disembuhkan.

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) (KIMIA KELAS XII)

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
Perbedaan antara Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir dan Pembangkit Listrik Berbahan Bakar Fosil
Semua pembangkit tenaga listrik, termasuk PLTN, mempunyai prinsip kerja yang relatif sama. Bahan bakar (baik yang berupa batu bara, gas ataupun uranium) digunakan untuk memanaskan air yang akan menjadi uap. Uap memutar turbin dan selanjutnya turbin memutar suatu generator yang akan menghasilkan listrik.
Perbedaan yang mencolok adalah bahwa PLTN tidak membakar bahan bakar fosil, tetapi menggunakan bahan bakar dapat belah (bahan fisil). Di dalam reaktor, bahan fisil tersebut direaksikan dengan neutron sehingga terjadi reaksi berantai yang menghasilkan panas. Panas yang dihasilkan digunakan untuk menghasilkan uap air bertekanan tinggi, kemudian uap tersebut digunakan untuk menggerakkan turbin. Dengan digunakannya bahan fisil, berarti tidak menghasilkan CO2, hujan asam, ataupun gas beracun lainnya seperti jika menggunakan bahan bakar fosil.
Seberapa amankah PLTN?
Dibandingkan pembangkit listrik lainnya, PLTN mempunyai faktor keselamatan yang lebih tinggi. Hal ini ditunjukkan oleh studi banding kecelakaan yang pernah terjadi di semua pembangkit listrik. Secara statistik, kecelakaan pada PLTN mempunyai persentase yang jauh lebih rendah dibandingkan yang terjadi pada pembangkit listrik lain. Hal tersebut disebabkan karena dalam desain PLTN, salah satu filosofi yang harus dipunyai adalah adanya “pertahanan berlapis” (defence in-depth). Dengan kata lain, dalam PLTN terdapat banyak pertahanan berlapis untuk menjamin keselamatan manusia dan lingkungan. Jika suatu sistem operasi mengalami kegagalan, maka masih ada sistem cadangan yang akan menggantikannya. Pada umumnya, sistem cadangan berupa suatu sistem otomatis pasif. Disamping itu, setiap komponen yang digunakan dalam instalasi PLTN telah didesain agar aman pada saat mengalami kegagalan, sehingga walaupun komponen tersebut mengalami kegagalan, maka kegagalan tersebut tidak akan mengakibatkan bahaya bagi manusia dan lingkungannya.
Dari sisi sumber daya manusia, personil yang mengoperasikan PLTN harus memenuhi persyaratan yang sangat ketat, dan wajib mempunyai sertifikat sebagai operator reaktor yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). Untuk mendapatkan sertifikat tersebut, mereka harus mengikuti dan lulus ujian pelatihan. Sertifikat tersebut berlaku untuk jangka waktu tertentu dan setelah lewat masa berlakunya maka akan dilakukan pengujian kembali.
Peranan PLTN dalam Kelistrikan Dunia
Pada Nopember 2005, di seluruh dunia terdapat 441 buah pembangkit listrik tenaga nuklir yang beroperasi di 31 negara, menghasilkan tenaga listrik sebesar lebih dari 363 trilyun watt. Reaktor yang dalam tahap pembangunan sebanyak 30 buah dan 24 negara (termasuk 6 negara yang belum pernah mengoperasikan reaktor nuklir) merencanakan untuk membangun 104 reaktor nuklir baru. Saat ini energi listrik yang dihasilkan PLTN menyumbang 16% dari seluruh kelistrikan dunia, yang secara kuantitatif jumlahnya lebih besar dari listrik yang dihasilkan di seluruh dunia pada tahun 1960.
Negara-negara di Eropa merupakan negara yang paling tinggi persentase ketergantungannya pada energi nuklir. Perancis, Lithuania dan Slovakia merupakan tiga negara yang memiliki ketergantungan listrik pada energi nuklir yang tinggi, yaitu masing-masing sebesar 78%, 72% dan 55%.
Di masa mendatang, pemakaian energi nuklir akan berkembang lebih maju lagi, tidak hanya sekedar untuk pembangkit listrik saja, tetapi juga untuk keperluan energi selain kelistrikan, seperti produksi hidrogen, desalinasi air laut, dan pemanas ruangan.

Pengertian Contoh Polimer (KIMIA KELAS XII)

Pengertian Contoh Polimer. Polimer Istilah umum digunakan saat ini dalam industri plastik dan komposit, dan sering digunakan untuk menyiratkan makna “plastik” atau “resin”. Pada kenyataannya, polimer istilah bermakna lebih. Polimer adalah senyawa kimia di mana molekul terikat bersama-sama dalam rantai pengulangan panjang. Bahan-bahan polimer ini, memiliki sifat yang unik dan dapat disesuaikan tergantung pada tujuan mereka.
Polimer bisa dibuat olehh manusia atau terbentuk secara alami. Misalnya, karet merupakan bahan polimer alami yang sangat berguna dan telah digunakan oleh manusia selama ribuan tahun. Karet memiliki sifat elastis yang sangat baik, dan ini adalah hasil dari rantai polimer molekul yang dibuat oleh alam. Bagaimanapun Polimer buatan manusia dan alam dapat menunjukkan sifat elastis, polimer dapat menunjukkan berbagai sifat tambahan yang berguna. Tergantung pada penggunaan yang diinginkan, polimer dapat disetel halus untuk memanfaatkan properti menguntungkan. Properti ini meliputi:
  • reflektif
  • tahan benturan
  • sulit
  • rapuh
  • tembus cahaya
  • lunak
  • lembut
  • elastis
  • kaku
  • isolator

Polimerisasi

Polimerisasi adalah metode menciptakan polimer sintetik dengan menggabungkan banyak molekul monomer kecil ke rantai yang diselenggarakan bersama oleh ikatan kovalen. Ada dua bentuk utama polimerisasi, langkah polimerisasi pertumbuhan dan pertumbuhan rantai polimerisasi. Perbedaan utama antara kedua jenis polimerisasi adalah bahwa dalam pertumbuhan rantai polimerisasi, molekul monomer ditambahkan ke rantai satu per satu. Dalam kasus langkah polimerisasi pertumbuhan, molekul monomer dapat mengikat langsung dengan satu sama lain.
Kalau orang melihat suatu rantai polimer close up, mereka akan melihat bahwa struktur visual dan sifat fisik dari rantai molekul akan meniru sifat fisik polimer. Sebagai contoh, jika rantai polimer terdiri dari ikatan erat memutar antara monomer dan sulit untuk dipecahkan. Kemungkinannya adalah polimer ini akan kuat dan tangguh. Atau, jika suatu rantai polimer pada tingkat molekuler menunjukkan karakteristik elastis, kemungkinan polimer ini akan memiliki sifat fleksibel juga.

Ikatan Silang Polimer (Cross Linked Polymers)

Kebanyakan polimer, sering disebut sebagai plastik atau termoplastik, tidak mempunyai ikatan silang polimer. Artinya, ikatan antara molekul dan rantai polimer dapat rusak dan kembali terpasang. Jika Anda berpikir tentang plastik yang paling umum, mereka bisa ditekuk ke dalam berbagai bentuk dengan panas. Mereka juga dapat didaur ulang. Botol soda plastik dicairkan dan dapat digunakan kembali untuk membuat segalanya dari karpet untuk jaket bulu, atau dibuat menjadi botol air yang baru. Ini semua dilakukan hanya dengan penambahan panas.
Di sisi lain ikatan polimer silang tidak dapat dikembali setelah terkait ikatan silang antara molekul rusak. Ikatan polimer silang sering menunjukkan sifat yang diinginkan seperti kekuatan tinggi, kekakuan, sifat termal dan kekerasan.
Dalam FRP (Fiber Reinforced Polymer) produk komposit, polimer terikat silang yang paling sering digunakan, dan mereka disebut sebagai resin, atau resin termoset. Polimer yang paling umum digunakan dalam komposit poliester, vinil ester, dan epoxy. Namun, mungkin atribut negatif terbesar untuk resin termoset adalah ketidakmampuan polimer yang akan direformasi, dibentuk kembali, atau didaur ulang.

Contoh Dari Polimer

Berikut adalah daftar dari polimer yang umum digunakan saat ini, julukan mereka, dan sering digunakan:
Polypropylene (PP) – Karpet, jok
Polietilena densitas rendah (LDPE) – tas Grocery
Polietilen kerapatan tinggi (HDPE) – botol Deterjen, mainan
Poli (vinil klorida) (PVC) – Pipa, decking
Polystyrene (PS) – Mainan, busa
Politetrafluoroetilen (PTFE, Teflon) – panci non-stick, isolasi listrik
Poli (metil metakrilat) (PMMA, Lucite, Plexiglas) – Wajah perisai, skylight
Poli (vinil asetat) (PVAc) – Cat, perekat
Polikloropren (cis trans +) (Neoprene) – Pakaian selam

Penggunaan Belerang dalam Bidang Kehidupan (KIMIA KELAS XII)


Penggunaan Belerang dalam Bidang Kehidupan. Sulfur adalah unsur kimia yang ditempatkan dalam kelompok 16 dari tabel periodik. Unsur-unsur dalam kelompok 16 yang disebut sebagai chalcogens. Simbol atom adalah S. Orang memiliki pengetahuan tentang keberadaan belerang sejak zaman kuno. Hal ini terbukti dari fakta bahwa ia telah disebutkan dalam teks-teks kuno. Hal ini disebut sebagai belerang di Kitab Kejadian. Kata ‘belerang’ berarti ‘batu yang membakar’. Kata ‘Sulfur’ diyakini telah diturunkan dari kata Sansekerta ‘Sulvere’ atau ‘Sulphurium’ kata Latin. Itu Antoine Lavoisier yang menetapkan belerang yang merupakan elemen pada tahun 1777. Salah satu fitur karakteristik elemen ini adalah bahwa luka bakar dengan api biru. Meskipun tidak berbau, itu memungkinkan keluar bau yang sangat kuat bila terbakar. Yang tidak menyenangkan bau adalah karena pembentukan hidrogen sulfida dan mirip dengan telur busuk. Nilai utilitas tinggi belerang adalah karena komposisi kimia dan sifat. Hal ini dapat ditemukan di alam dalam bentuk unsur murni, sebagai mineral sulfat atau sulfida. Penggunaan industri ini unsur kimia banyak.
Properti
Warna: Kuning
Massa Atom: 32.06 g / mol
Nomor atom: 16
Titik lebur: 112,8 ° C
Titik didih: 444,6 ° C

Ekstraksi Belerang

Sampai abad kedua puluh, unsur belerang diperoleh dengan bantuan proses Frasch (proses penambangan belerang air panas). Dalam proses ini, tiga tabung konsentris dimasukkan ke dalam kubah garam ataupun setoran belerang bawah tanah. Air sangat panas ini kemudian disuntikkan ke deposit melalui tabung terluar. Hal ini menyebabkan sulfur mencair dan mengalir ke dalam tabung di tengah. Udara panas sudah diperkenalkan melalui tabung terdalam sehingga membawa belerang ke permukaan. Hari-hari ini, biasanya ditemukan sebagai produk sampingan dari produksi gas alam dan minyak bumi. Sulfur juga dapat diproduksi dalam bentuk asam sulfat yang pada gilirannya juga dapat dihasilkan dari pirit atau peleburan logam yang non-ferrous di alam.

Pengunaan Belerang dalam Industri

► Sejumlah besar sulfur yang dihasilkan diubah menjadi asam sulfat. Asam sulfat memiliki banyak aplikasi industri. Salah satu kegunaan industri utama melibatkan pembuatan pupuk seperti amonium sulfat dan fosfat.
► Asam sulfat juga digunakan dalam pembuatan perekat, plastik, pakan ternak, semen, bahan peledak, kaca, fumigants, korek api, dan bahan kimia anorganik.
► Hal ini juga digunakan dalam pembuatan baja dan vulkanisasi karet alam. Hal ini juga menemukan utilitas dalam pemurnian gula, penyulingan minyak bumi, dan pembuatan blok garam.
► bubuk Sulfur digunakan untuk pengolahan air limbah, ekstraksi mineral, pembuatan agrokimia, fungisida, dan pewarna.
► Sulfida digunakan untuk pemutih kertas. Ini juga digunakan sebagai pengawet untuk buah-buahan kering.

Penggunaan Belerang dalam Medis

► Sulfur digunakan sebagai bahan aktif dalam banyak obat salep, sabun bar, lotion dan krim karena sangat bermanfaat dalam pengobatan jerawat. Hal ini disebabkan sifat antijamur, antibakteri dan keratolitik belerang. Kombinasi sulfur dan alkohol bekerja luar biasa dalam pengobatan jerawat dan untuk mengatasi masalah kulit berminyak.
► Hal ini juga digunakan sebagai bahan untuk menyembuhkan kondisi kulit yang terkait seperti kudis, dermatitis seboroik, kutil, jerawat, rosacea, pityriasis versicolor, dan ketombe.
► solusi Sulfur juga dapat digunakan untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Secara luas digunakan untuk tujuan ini selama perang Trojan. Hal ini juga dapat digunakan untuk mengobati tumpukan dan digunakan dalam homeopati untuk mengobati hipotiroidisme dan arthritis.
Sulfur membentuk beberapa senyawa dengan unsur lain. Banyak senyawa yang membentuk dengan unsur halogen yang cukup penting dalam penggunaan industri. Hal ini juga penting untuk fungsi normal dari tubuh manusia. Itu membuat sekitar 0,25% dari berat tubuh manusia dan merupakan bagian penting dari semua sel hidup yang mengapa harus selalu diperoleh dari makanan atau suplemen. Sumber makanan elemen ini termasuk keju, kembang kol, telur, bawang, ikan, gandum, asparagus, biji bunga matahari, bawang putih, kacang, kedelai, dan yogurt.

Postingan Lama Beranda