Tampilkan postingan dengan label KIMIA X. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KIMIA X. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Desember 2013

Download 21 Paket Soal Ujian Nasional (UN) Kimia Tahun 2013


Ujian nasional (UN) dapat dijalani dengan mudah, cukup dengan banyak berlatih mengerjakan soal-soal serupa. Apalagi tahun 2013/2014 UN kisi-kisinya tidak berbeda dengan kisi-kisi soal UN tahun 2012/2013 kemarin. Untuk itulah saya telah melakukan pemindaian (scanning) soal UN yang saya dapati. Silakan download paket soal ujian nasional kimia tahun 2013  pada pranala di bawah. Semoga hal ini dapat membantu siswa dan rekan guru yang lainnya.
Di blog ini terdapat 21 paket soal UN Kimia tahun 2013. Satu paket di antaranya telah saya bahas (Soal UN Kimia 2013 -NH4Cl-32S16-39X19 & Pembahasan) dan sudah saya posting beberapa bulan lalu di sini.
Oh ya untuk sedikit memudahkan pembedaan dalam setiap paket soal un kimia 2013 saya lakukan pengkodean dengan menggunakan nama senyawa pada soal nomor 1 dan nomor massa-nama unsur-nomor atom yang digunakan pada soal no 2 dan 3, jika ada kesamaan saya tambahi simbol unsur yang ada pada soal nomor 4. Contohnya seperti pada ilustrasi berikut.
pengkodean soal un kimia di blog ini
Berikut ini adalah paket soal UN kimia yang tersedia. (semua berformat pdf). Untuk mendownloadnya bisa klik kanan pada pranala terus Save As… Atau mau lebih cepat dan praktis downloadnya, untuk setiap mata pelajaran silahkan baca Cara Praktis dan Cepat Download Semua File di Blog atau Website.

  1. Soal UN Kimia 2013 -H2SO4-17Cl-32Z16
  2. Soal UN Kimia 2013–H2SO4-31P15–51A23
  3. Soal UN Kimia 2013 -H2SO4-32S16-39X19-SiF

  1. Soal UN Kimia 2013 -H2SO4-32S16-39X19-XY
  2. Soal UN Kimia 2013 -H2SO4-40Ca20-35,5X17
  3. Soal UN Kimia 2013–H3PO4–24X12–25X15

  1. Soal UN Kimia 2013 -H3PO4-56Fe26-24Y12
  2. Soal UN Kimia 2013 -H3PO4-Cl17-27X13
  3. Soal UN Kimia 2013 -HNO3-24X12-32Z16

  1. Soal UN Kimia 2013 -HNO3-27Y13-35X
  2. Soal UN Kimia 2013–HNO3–55Mn25–51A23
  3. Soal UN Kimia 2013 -HNO3-Cl17-27Y13

  1. Soal UN Kimia 2013 -NH4BF3-31P15-51A23
  2. Soal UN Kimia 2013 -NH4BF3-40Ca20-24Y12
  3. Soal UN Kimia 2013 -NH4BF3-55Mn25-35X

  1. Soal UN Kimia 2013 -NH4Cl-32S16-39X19 & Pembahasan
  2. Soal UN Kimia 2013 -NH4Cl-56Fe26-24X12
  3. Soal UN Kimia 2013 -NH4Cl-56Fe26-27X13

  1. Soal UN Kimia 2013 -SO3-27Mn13-25X15
  2. Soal UN Kimia 2013 -SO3-31P15-35,5X17
  3. Soal UN Kimia 2013 -SO3-55Mn25-35X

Banyaknya variasi soal yang sejenis tentu sangat membantu berlatih menyelesaikan soal.

Sabtu, 05 Oktober 2013

Download Soal Prediksi UN Kimia SMA 2013

Tanpa berpanjang kata berikut adalah soal prediksi Ujian NAsional Kimia SMA 2013 yang dapat sahabat banksoal semua download.
Doa kami supaya Ujian Nasional tahun 2013 ini dapat mengantarkan sahabat banksoal semua menuju cita-cita yang diharapkan.
Berikut link download soal prediksi Kimia SMA 2013
Semoga berhasil, 
sumber : salam banksoal!

Minggu, 22 September 2013

Pengertian Massa Molar dan Volume Molar Gas (KIMIA KELAS X)


Pengertian Massa Molar dan Volume Molar Gas – Bagaimana hubungan antara Ar atau Mr dan massa zat agar kita dapat menentukan jumlah zat-zat yang bereaksi dan meramalkan jumlah hasil reaksinya? Untuk dapat menjawab hal tersebut, Anda harus memahami massa molar dan volume molar.
1. Massa Molar
Berdasarkan hasil perhitungan, diketahui bahwa dalam 18 g air terkandung 6,02 × 1023 molekul H2O, dalam 23 g natrium terkandung 6,02 × 1023 atom Na, dan dalam 58,5 g natrium klorida terkandung 6,02 × 1023 satuan rumus NaCl.
Pada bagian sebelumnya, Anda sudah dapat menentukan Mr H2O= 18; Ar Na = 23; dan Mr NaCl = 58,5. Berdasarkan informasi tersebut, terlihat adanya hubungan yang teratur antara massa zat (g), Ar atau Mr, dan jumlah partikel (L). Hubungan tersebut dinyatakan dalam bentuk tabel berikut.
Tabel 5.3 Hubungan Massa (Ar/Mr), Jumlah partikel, dan Mol Beberapa Zat
Zat Massa (g) Ar/Mr Jumlah Partikel Mol
H2O 18 18 6,02 × 1023 molekul H2O 1
Na 23 23 6,02 × 1023 atom Na 1
NaCl 58,5 58,5 6,02 × 1023 satuan NaCl 1
Berdasarkan hubungan pada tabel tesebut, diketahui bahwa massa zat yang besarnya sama dengan nilai Ar atau Mr mengandung jumlah partikel sebanyak 6,02 × 1023 atau sebesar satu mol.
Dengan demikian, disimpulkan bahwa massa satu mol zat sama dengan nilai Ar (untuk atom) atau Mr (untuk senyawa). Massa satu mol zat disebut massa molar (Mm) dengan satuan gram per mol (g mol–1).
Contoh Penerapan Massa Molar
1. Besi beratnya 25 g. Berapa mol besi tersebut ? Diketahui Ar Fe = 56 g mol–1.
2. Jumlah mol grafit dalam suatu baterai adalah 1,5 mol. Berapa berat grafit tersebut? Diketahui Ar C = 12 g mol–1.
3. Berapa berat 1 atom besi? Diketahui Ar Fe = 56 sma.
4. Berapa jumlah molekul CO2 yang terdapat dalam 4 g CO2? Diketahui Mr CO2 = 44 sma.
Jawab
1. Massa molar besi: Mm Fe = 56 g mol–1
Jumlah mol besi = 25 g/56 g mol-1= 0,446 mol
2. Massa molar C = 12 g mol–1
Massa 1,5 mol C = 1,5 mol x 12 g mol–1 = 18 g.
3. Ar Fe = 56 sma, Jadi, massa molar Fe = 56 g mol–1.
Massa 1 atom Fe adalah
1 atom Fe/6,02 10 atom mol-1x 56 g mol-1= 9,3 × 1023 g
Jadi, berat 1 atom Fe = 9,3 × 10 23 g.
4. Massa molar CO2 = 44 g mol–1
Jumlah mol CO2 = 4 g/44 g mol-1=0,09 mol
Jumlah CO2 = 0,09 mol × 6,02 ×1023 molekul mol–1 = 0,54 × 1023 molekul.
2. Volume Molar Gas
Menurut Amedeo Avogadro: pada suhu dan tekanan tertentu, setiap gas yang volumenya sama mengandung jumlah molekul yang sama. Artinya, gas apapun selama volumenya sama dan diukur pada P dan T yang sama akan mengandung jumlah molekul yang sama. Jika jumlah molekul gas sebanyak tetapan Avogadro (L= 6,02 × 1023 molekul) maka dapat dikatakan jumlah gas tersebut adalah satu mol. Berdasarkan perhitungan yang mengacu pada Hukum Avogadro, pada 0°C dan 1 atm (STP, Standard Temperature and Pressure), volume satu mol gas adalah 22,4 liter. Volume satu mol gas ini dikenal dengan volume molar gas, disingkat Vm.
Tabel 5.4 Volume Molar Gas Beberapa Zat pada Keadaan STP
Zat Berat (g) Mol Volume (L) Jumlah Molekul
NO2 46 1 22,4 6,02 × 1023
NH3 17 1 22,4 6,02 × 1023
CO 28 1 22,4 6,02 × 1023
CH4 17 1 22,4 6,02 × 1023
Contoh Penerapan Volume Molar Gas
a. Berapa volume 16 g gas O2 yang diukur pada keadaan STP? Diketahui Mr O2 = 32.
b. Berapa jumlah molekul N2 yang terdapat dalam 5,6 L gas N2 diukur pada keadaan STP?
Jawab
a. Massa molar O2 = 32 g mol–1
Jumlah mol O2 = 16 g/32 g mol-1= 0,5 mol
Pada STP, volume molar O2 = 22,4 L mol–1,
maka volume 0,5 mol O2 = 0,5 mol × 22,4 L mol–1 = 11,2 L
Jadi, volume untuk 16g O2 pada STP = 11,2 L
b. Pada STP, volume molar N2 = 22,4 L mol–1
Jumlah mol N2 dalam 5,6 L =5,6 L/22,4 L mol-1= 0,25 mol
Jumlah molekul N2 dalam satu mol = 6,02 × 1023.
Jumlah molekul N2 dalam 0,25 mol
= 0,25 mol × 6,02 × 1023 molekul/mol
= 1,505 × 1023 molekul.
Jadi, jumlah N2 dalam 5,6 L = 1,505 × 1023 molekul
3. Volume Molar Gas Non-STP
Bagaimana menentukan volume suatu gas pada keadaan tidak standar? Untuk menentukan volume gas pada suhu dan tekanan tertentu dapat dihitung menggunakan persamaan gas ideal. Persamaan gas ideal adalah suatu persamaan yang diturunkan berdasarkan asumsi para pakar kimia dengan mengacu pada hasil-hasil percobaan seperti Charles, Amonton, Boyle, dan Gay-Lussac.
Hukum Charles menyatakan bahwa: pada tekanan tetap, volume gas berbanding lurus dengan suhu mutlaknya. Secara matematis dirumuskan sebagai:
V ≈ T
Hukum Amonton menyatakan bahwa: pada volume tetap, tekanan gas berbanding lurus dengan suhu mutlaknya. Secara matematis dirumuskan sebagai:
P ≈ T
Boyle dan Gay-Lussac menggabungkan ketiga besaran gas (tekanan, suhu, dan volume) menghasilkan persamaan berikut:
PV ≈ T
Menurut Avogadro, persamaan tersebut dapat ditulis sebagai:
PV = RT
R adalah tetapan molar gas yang tidak bergantung pada P, T, dan V, tetapi hanya bergantung pada jumlah mol gas. Menurut percobaan, nilai R = 0,082 L atm mol–1 K–1.
Berdasarkan uraian tersebut, persamaan gas ideal dapat ditulis sebagai berikut.
PV = nRT
Keterangan:
P = Tekanan (atm)
V = Volume (L)
T = Suhu mutlak (K)
n = Jumlah partikel (mol)
R = Tetapan gas (L atm mol–1 K–1)
= 0,082 L atm mol–1 K–1

Menentukan Kecenderungan Jari-Jari Atom dalam Sistim Periodik (KIMIA KELAS X)

Menentukan Kecenderungan Jari-Jari Atom dalam Sistim Periodik- Jari-jari atom sangat kecil, diduga diameternya sekitar 10–10 m. Satuan yang biasa digunakan untuk menyatakan jari-jari atom adalah angstrom (Ã…). Satu angstrom sama dengan 10–10 m. Jari-jari atom didefinisikan sebagai setengah jarak antara dua inti atom yang berikatan dalam wujud padat. Jika Anda perhatikan Tabel sistim periodik maka akan terlihat adanya keteraturan jari-jari, baik dalam golongan yang sama maupun dalam periode yang sama.
Perhatikanlah jari-jari atom dari atas ke bawah dalam golongan yang sama. Apakah yang dapat Anda simpulkan mengenai jari-jari atom dalam golongan yang sama? Bertambahnya jari-jari atom dari atas ke bawah dalam golongan yang sama disebabkan bertambahnya orbit (lintasan) elektron. Bertambahnya orbit menyebabkan volume atom mengembang sehingga jari-jari atom meningkat.
Perhatikanlah jari-jari atom dari kiri ke kanan dalam periode yang sama. Apakah yang dapat Anda simpulkan mengenai jari-jari atom dalam periode yang sama?
Penurunan jari-jari atom dari kiri ke kanan dalam periode yang sama disebabkan bertambahnya jumlah proton di dalam inti atom, sedangkan jumlah orbitnya sama. Dengan bertambahnya jumlah proton, tarikan inti terhadap elektron valensi makin kuat sehingga terjadi pengerutan volume atom. Akibatnya, jari-jari atom dari kiri ke kanan mengecil
contoh Menentukan Kecenderungan Jari-Jari Atom
Urutkan unsur-unsur berikut menurut kenaikan jari-jarinya: Na, K, Mg, dan Ca. Jelaskan alasannya.
Jawab
Na dan K berada dalam golongan yang sama, tetapi atom K memiliki orbit terluar lebih jauh dari inti sehingga jari-jari atom K lebih panjang daripada Na. Demikian pula atom Mg dan Ca, dengan jari-jari atom Ca lebih panjang dari Mg. Na dan Mg berada pada periode yang sama dan jari-jari atom Na lebih panjang dari Mg sebab muatan inti atom Mg (ditunjukkan oleh naiknya nomor atom) lebih besar daripada Na. Demikian pula atom K dan Ca, dengan jari-jari atom K lebih panjang dari Ca.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa urutan kenaikan jari-jari atom adalah
Mg < Na < Ca < K.

Menentukan Kecenderungan Keelektronegatifan Atom (KIMIA KELAS X)

Menentukan Kecenderungan Keelektronegatifan Atom- Keelektronegatifan didefinisikan sebagai kecenderungan suatu atom dalam molekul untuk menarik pasangan elektron yang digunakan pada ikatan ke arah atom bersangkutan. Skala keelektronegatifan yang dipakai sampai sekarang adalah yang dikembangkan oleh Pauling sebab lebih lengkap dibandingkan skala keelektronegatifan yang lain. Pauling memberikan skala keelektronegatifan 4 untuk unsur yang memiliki energi ionisasi dan energi afinitas elektron tinggi, yaitu pada unsur florin, sedangkan unsur-unsur lainnya di bawah nilai 4.
Pada tabel periodik, unsur florin yang ditetapkan memiliki keelektronegatifan 4 (terbesar) berada di ujung kanan paling atas. Adapun Unsur fransium yang memiliki keelektronegatifan terendah yaitu 0,7 berada di kiri paling bawah dalam tabel periodik.
Contoh Menentukan Kecenderungan Skala Keelektronegatifan
Nomor atom unsur X, Y, dan Z berturut-turut adalah 11, 15, dan 20. Urutkan unsur-unsur tersebut berdasarkan kenaikan skala keelektronegatifannya.
Jawab
Unsur-unsur tersebut berada pada golongan dan periode sebagai berikut:
X: golongan IA dan periode ke-3
Y: golongan VA dan periode ke-3
Z: golongan IIA dan periode ke-4
Berdasarkan data pada Tabel 2.5, skala keelektronegatifan X = Na, Y = P, dan Z = Ca.
Jadi, urutan skala keelektronegatifannya adalah X < Z < Y.

Menentukan Massa Molekul Relatif (KIMIA KELAS X)

Menentukan Massa Molekul Relatif – Apa yang dimaksud dengan massa molekul relatif? Massa molekul relatif ditentukan di laboratorium dengan berbagai metode atau dapat juga dihitung dari massa atom relatif jika jumlah dan jenis unsurnya diketahui. Massa molekul relatif disingkat dengan Mr. Tinjau molekul amonia dengan rumus molekul NH3. Dalam molekul ini terkandung satu atom nitrogen dan tiga atom hidrogen. Jika Ar N = 14 sma dan Ar H = 1 sma maka rumus molekul relatif NH3 = 17 sma atau Mr NH3 = 17 sma.
Konsep Kunci
  • Massa molekul relatif juga dikenal sebagai berat molekul, massa molar relatif, berat molar, massa rumus dan berat rumus.
  • Massa molekul relatif biasanya diberikan simbol Mr
  • Simbol lainnya yang umum digunakan adalah MM, MW, FM, FW *.
  • Massa molekul relatif senyawa didefinisikan sebagai massa unit rumus senyawa relatif terhadap massa atom karbon secara tepatnya 12.
  • Dalam prakteknya, massa molekul relatif, Mr, suatu senyawa adalah jumlah massa atom relatif (berat atom) dari jenis atom seperti yang diberikan dalam rumus kimia.
  • Massa molekul relatif adalah berdimensi kuantitas, maka tidak memiliki satuan #.
Contoh Menentukan Massa Molekul Relatif
contoh 1
Hitung massa molekul relatif (Mr) dari senyawa karbon monoksida, CO
Menentukan jumlah atom setiap unsur hadir dalam rumus kimia:
CO terdiri dari satu atom C (karbon) dan satu atom O (oksigen)
Gunakan tabel periodik untuk mendapatkan massa atom relatif (berat atom) untuk setiap elemen yang hadir:
massa atom relatif C (karbon) = 12,0
massa atom relatif O (oksigen) = 16,0
Hitung massa molekul relatif
Mr = jumlah massa atom hadir dalam formula
Mr (CO) = (1 x massa atom relatif karbon) + (1 x massa atom relatif oksigen)
Mr (CO) = (1 x 12,0) + (1 x 16,0) = 28,0
contoh 2
Hitung massa molekul relatif (Mr) dari senyawa karbon dioksida, CO2
Menentukan jumlah atom setiap unsur hadir dalam rumus kimia:
karbon dioksida terdiri dari satu atom C (karbon) dan dua atom O (oksigen)
Gunakan fasilitas tabel periodik untuk mendapatkan massa atom relatif (berat atom) untuk setiap elemen yang hadir:
massa atom relatif C (karbon) = 12,0
massa atom relatif O (oksigen) = 16,0
Hitung massa molekul relatif
Mr = jumlah massa atom hadir dalam formula
Mr (CO2) = relatif massa atom karbon + (2 x relatif massa atom oksigen)
Mr (CO2) = 12,0 + (2 x 16,0) = 12,0 + 32,0 = 44,0
contoh 3
Berapakah massa molekul relatif: CH4, H2O, C2H4?
Diketahui Ar C = 12; H = 1; O = 16
Jawab
Massa molekul relatif adalah jumlah massa atom relatif unsur-unsur penyusun molekul.
Dalam CH4 terdapat 1 atom C dan 4 atom H.
Mr CH4 = Ar C + 4. Ar H = 12 + 4 = 16
Mr H2O = 2. Ar H + Ar O = 2 + 16 = 18
Mr C2H4 = 2. Ar C + 4 Ar H = 24 + 4 = 28

Menentukan rumus molekul senyawa (KIMIA KELAS X)

Menentukan rumus molekul senyawa – Rumus kimia didefinisikan sebagai rumus suatu zat yang menggunakan lambang dan jumlah atom-atom unsur penyusun senyawa. Dalam rumus kimia, bilangan yang menyatakan jumlah unsur ditulis dalam bentuk indeks bawah (tikalas) setelah lambang unsurnya.
1. Rumus Empirik dan Rumus Molekul
Untuk menentukan rumus molekul suatu senyawa dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, menentukan unsur-unsur yang terkandung dalam senyawa dan komposisinya. Temuan yang diperoleh dinamakan rumus empirik. Tahap kedua, menentukan massa molekul relatifnya. Rumus empirik adalah rumus paling sederhana dari suatu molekul, yang hanya menunjukkan jenis dan perbandingan terkecil dari unsur yang menyusun senyawa itu.
Contoh:
1. Rumus empirik etena adalah CH2. Rumus sesungguhnya dari etena adalah C2H4.
2. Rumus empirik amonia adalah NH3. Rumus sesungguhnya dari amonia juga NH3.
Untuk senyawa berupa molekul(molekuler), penting diketahui berapa jumlah atom sesungguhnya yang terdapat dalam setiap molekul. Hal ini dapat diketahui setelah massa molekul relatif dari molekul ditentukan.
Contoh Menentukan Rumus Molekul
Pada hasil penelitian diketahui bahwa suatu molekul memiliki rumus empirik CH. Jika Mr zat itu 26, tentukan rumus molekulnya.
Jawab
Rumus molekul (RM) adalah kelipatan dari rumus empirik (RE) atau RM = (RE)n Mr = (Ar C + Ar H)n = (12 + 1)n =26 n = 2
Jadi, rumus molekulnya adalah C2H2.
2. Rumus Senyawa Ion
Senyawa ion dibentuk melalui serah-terima elektron menghasilkan kation dan anion. Dalam senyawa ion, jumlah muatan kation harus sama dengan muatan anion agar dihasilkan senyawa netral secara listrik. Tinjau senyawa NaCl. Ion Na+ memiliki muatan positif satu dan ion Cl– memiliki muatan negatif satu sehingga rumus kimianya NaCl.
Tinjau senyawa Na2SO4. Dalam senyawa ini, ion Na+ bermuatan satu, sedangkan ion SO42– muatannya dua. Agar senyawa yang dibentuk netral maka diperlukan dua ion natrium untuk ion sulfat. Jadi, rumus kimia dari natrium sulfat adalah Na2SO4.
Dalam Al2(SO4)3, ion aluminium bermuatan 3+ (Al3+) dan ion sulfat bermuatan 2– (SO42–). Agar senyawa yang terbentuk netral maka ion aluminium dikalikan muatan ion sulfat dan sebaliknya sehingga rumus kimianya adalah Al2(SO4)3. Untuk menentukan rumus kimia dari ionion perlu diperhatikan hal-hal berikut.
a. Tuliskan nama senyawa ionnya.
b. Tuliskan ion-ion yang terlibat.
c. Setarakan muatan positif dan negatif.
d. Tuliskan rumus kimia tanpa muatan.
Tabel 4.2 Muatan Total Ion dalam Senyawa
Ion dan Senyawa Na+Na+ CO32– Na2CO3
Muatan Total 2+ 2- 0
Ion dan Senyawa Al3+Al3+ SO42–SO42–SO42– Al2(SO4)3
Muatan Total 6+ 6- 0
Pada Tabel 4.3 disajikan beberapa rumus kimia dari senyawa ion beserta nama dan muatan ionnya.
Tabel 4.3 Rumus Kimia Senyawa Ion
Nama Senyawa Ion Rumus Kimia
Positif Negatif
Natrium hidroksida Na+ OH – NaOH
Kalium nitrat K+ NO3- KNO3
Amonium sulfat NH4+ SO42– (NH4)2SO4
Kalsium karbonat Ca2+ CO32– CaCO3
Kalsium bikarbonat Ca2+ HCO3– Ca(HCO3)2
Magnesium klorida Mg2+ Cl– MgCl2
Contoh Menuliskan Rumus Kimia dari Senyawa Ion
a. Logam magnesium dicelupkan ke dalam asam sulfat hingga terbentuk magnesium sulfat. Tuliskan rumus kimianya.
b. Na3PO4 adalah senyawa ion yang banyak digunakan sebagai pupuk. Ion-ion apa yang menyusun senyawa itu? Tuliskan nama senyawanya.
Jawab
a. Magnesium sulfat adalah senyawa ion, terdiri atas ion Mg2+ dan ion SO42– .
Kedua ion muatannya sama. Jadi, rumus kimianya MgSO4.
b. Na3PO4 tersusun atas ion Na+ dan ion PO43– maka nama senyawa ion tersebut adalah natrium fosfat.
Senyawa ion berbeda dengan senyawa molekuler. Umumnya senyawa molekuler berupa molekul sebagaimana tersirat dalam rumus kimianya. Adapun senyawa ion membentuk struktur kristal yang sangat besar, tersusun dari kation dan anion secara bergantian. Bagaimana menentukan massa molekul relatif dari senyawa ion? Menentukan massa molekul relatif senyawa ion diambil dari rumus empiriknya.
Contoh:
Walaupun kristal NaCl tersusun dari jutaan ion Na+ dan Cl–, massa molekul relatifnya ditentukan dari satuan rumusnya, yaitu NaCl. Jadi, massa rumus relatif NaCl = Ar Na + Ar Cl = 58,5 sma.

Me nentukan rumus molekul senyawa (KIMIA KELAS X)


Menentukan rumus molekul senyawa – Rumus kimia didefinisikan sebagai rumus suatu zat yang menggunakan lambang dan jumlah atom-atom unsur penyusun senyawa. Dalam rumus kimia, bilangan yang menyatakan jumlah unsur ditulis dalam bentuk indeks bawah (tikalas) setelah lambang unsurnya.
1. Rumus Empirik dan Rumus Molekul
Untuk menentukan rumus molekul suatu senyawa dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, menentukan unsur-unsur yang terkandung dalam senyawa dan komposisinya. Temuan yang diperoleh dinamakan rumus empirik. Tahap kedua, menentukan massa molekul relatifnya. Rumus empirik adalah rumus paling sederhana dari suatu molekul, yang hanya menunjukkan jenis dan perbandingan terkecil dari unsur yang menyusun senyawa itu.
Contoh:
1. Rumus empirik etena adalah CH2. Rumus sesungguhnya dari etena adalah C2H4.
2. Rumus empirik amonia adalah NH3. Rumus sesungguhnya dari amonia juga NH3.
Untuk senyawa berupa molekul(molekuler), penting diketahui berapa jumlah atom sesungguhnya yang terdapat dalam setiap molekul. Hal ini dapat diketahui setelah massa molekul relatif dari molekul ditentukan.
Contoh Menentukan Rumus Molekul
Pada hasil penelitian diketahui bahwa suatu molekul memiliki rumus empirik CH. Jika Mr zat itu 26, tentukan rumus molekulnya.
Jawab
Rumus molekul (RM) adalah kelipatan dari rumus empirik (RE) atau RM = (RE)n Mr = (Ar C + Ar H)n = (12 + 1)n =26 n = 2
Jadi, rumus molekulnya adalah C2H2.
2. Rumus Senyawa Ion
Senyawa ion dibentuk melalui serah-terima elektron menghasilkan kation dan anion. Dalam senyawa ion, jumlah muatan kation harus sama dengan muatan anion agar dihasilkan senyawa netral secara listrik. Tinjau senyawa NaCl. Ion Na+ memiliki muatan positif satu dan ion Cl– memiliki muatan negatif satu sehingga rumus kimianya NaCl.
Tinjau senyawa Na2SO4. Dalam senyawa ini, ion Na+ bermuatan satu, sedangkan ion SO42– muatannya dua. Agar senyawa yang dibentuk netral maka diperlukan dua ion natrium untuk ion sulfat. Jadi, rumus kimia dari natrium sulfat adalah Na2SO4.
Dalam Al2(SO4)3, ion aluminium bermuatan 3+ (Al3+) dan ion sulfat bermuatan 2– (SO42–). Agar senyawa yang terbentuk netral maka ion aluminium dikalikan muatan ion sulfat dan sebaliknya sehingga rumus kimianya adalah Al2(SO4)3. Untuk menentukan rumus kimia dari ionion perlu diperhatikan hal-hal berikut.
a. Tuliskan nama senyawa ionnya.
b. Tuliskan ion-ion yang terlibat.
c. Setarakan muatan positif dan negatif.
d. Tuliskan rumus kimia tanpa muatan.
Tabel 4.2 Muatan Total Ion dalam Senyawa
Ion dan Senyawa Na+Na+ CO32– Na2CO3
Muatan Total 2+ 2- 0
Ion dan Senyawa Al3+Al3+ SO42–SO42–SO42– Al2(SO4)3
Muatan Total 6+ 6- 0
Pada Tabel 4.3 disajikan beberapa rumus kimia dari senyawa ion beserta nama dan muatan ionnya.
Tabel 4.3 Rumus Kimia Senyawa Ion
Nama Senyawa Ion Rumus Kimia
Positif Negatif
Natrium hidroksida Na+ OH – NaOH
Kalium nitrat K+ NO3- KNO3
Amonium sulfat NH4+ SO42– (NH4)2SO4
Kalsium karbonat Ca2+ CO32– CaCO3
Kalsium bikarbonat Ca2+ HCO3– Ca(HCO3)2
Magnesium klorida Mg2+ Cl– MgCl2
Contoh Menuliskan Rumus Kimia dari Senyawa Ion
a. Logam magnesium dicelupkan ke dalam asam sulfat hingga terbentuk magnesium sulfat. Tuliskan rumus kimianya.
b. Na3PO4 adalah senyawa ion yang banyak digunakan sebagai pupuk. Ion-ion apa yang menyusun senyawa itu? Tuliskan nama senyawanya.
Jawab
a. Magnesium sulfat adalah senyawa ion, terdiri atas ion Mg2+ dan ion SO42– .
Kedua ion muatannya sama. Jadi, rumus kimianya MgSO4.
b. Na3PO4 tersusun atas ion Na+ dan ion PO43– maka nama senyawa ion tersebut adalah natrium fosfat.
Senyawa ion berbeda dengan senyawa molekuler. Umumnya senyawa molekuler berupa molekul sebagaimana tersirat dalam rumus kimianya. Adapun senyawa ion membentuk struktur kristal yang sangat besar, tersusun dari kation dan anion secara bergantian. Bagaimana menentukan massa molekul relatif dari senyawa ion? Menentukan massa molekul relatif senyawa ion diambil dari rumus empiriknya.
Contoh:
Walaupun kristal NaCl tersusun dari jutaan ion Na+ dan Cl–, massa molekul relatifnya ditentukan dari satuan rumusnya, yaitu NaCl. Jadi, massa rumus relatif NaCl = Ar Na + Ar Cl = 58,5 sma.

Pengertian dan Kecenderungan Energi Ionisasi (KIMIA KELAS X)

Pengertian dan Kecenderungan Energi Ionisasi – Energi ionisasi adalah energi yang diperlukan untuk mengeluarkan elektron valensi dari suatu atom atau ion dalam wujud gas.
Na(g)→Na+(g) + e–
Nilai energi ionisasi bergantung pada jarak elektron valensi terhadap inti atom. Makin jauh jarak elektron valensi terhadap inti atom, makin lemah tarikan inti terhadap elektron sehingga energi ionisasi makin kecil. Nilai energi ionisasi unsur-unsur utama ditunjukkan pada Gambar 2.7 yang digambarkan secara grafik.

Gambar 2.7 Grafik energi ionisasi pertama unsur-unsur golongan utama
Pada periode yang sama, dari kiri ke kanan jari-jari atom relatif tetap, tetapi muatan inti bertambah. Hal ini menyebabkan tarikan inti terhadap elektron valensi makin besar. Bagaimanakah kecenderungan energi ionisasi jika diurutkan dari kiri ke kanan pada periode yang sama?
Selain muatan inti atom, energi ionisasi juga dipengaruhi oleh konfigurasi elektron, terutama konfigurasi elektron dengan jumlah elektron valensi sebanyak 8 (golongan VIIIA, gas mulia). Perhatikan grafik pada Gambar 2.7, pada setiap periode, energi ionisasi terbesar dimiliki oleh unsur-unsur gas mulia (He, Ne, Ar, Kr, dan Xe). Unsur-unsur gas mulia adalah contoh unsur-unsur paling stabil. Kestabilan ini disebabkan atom-atom gas mulia memiliki elektron valensi paling banyak (8 elektron). Oleh karena itu, untuk mengeluarkan elektron valensi dari atom gas mulia memerlukan energi ionisasi yang sangat besar.
Contoh Menentukan Kecenderungan Energi Ionisasi
Urutkan atom-atom berikut: Na, Mg, K, dan Ca menurut kenaikan energi ionisasinya, kemudian jelaskan alasannya.
Jawab
Pada periode yang sama, dari kiri ke kanan energi ionisasi bertambah akibat bertambahnya muatan inti. Jadi, energi ionisasi Mg lebih besar dari Na. Demikian pula energi ionisasi Ca lebih besar dari K. Dalam golongan yang sama, dari atas ke bawah energi ionisasi berkurang akibat orbit elektron makin jauh dari inti. Jadi, energi ionisasi Na lebih besar dari K dan energi ionisasi Mg lebih besar dari Ca. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa urutan energi ionisasi adalah K < Na < Ca < Mg.

Pengertian dan Kecendrungan Afinitas Elektron (KIMIA KELAS X)


Pengertian dan Kecendrungan Afinitas Elektron- Afinitas elektron adalah perubahan energi atom ketika elektron ditambahkan kepada atom itu dalam keadaan gas. Contoh:
Cl(g) + e– →Cl–(g)
Berbeda dengan energi ionisasi, afinitas elektron dapat berharga positif atau negatif. Jika satu elektron ditambahkan kepada atom yang stabil dan sejumlah energi diserap maka afinitas elektronnya berharga positif. Jika dilepaskan energi, afinitas elektronnya berharga negatif. Secara umum, nilai afinitas elektron dalam golongan yang sama dari atas ke bawah menurun, sedangkan pada periode yang sama dari kiri ke kanan meningkat. Nilai afinitas elektron umumnya sejalan dengan jari-jari atom. Makin kecil jari-jari atom, nilai afinitas elektron makin tinggi. Sebaliknya, makin besar jari-jari atom, nilai afinitas elektron kecil.
Contoh Menentukan Kecenderungan Afinitas Elektron
Urutkan atom-atom berikut menurut kenaikan afinitas elektronnya: S, Cl, dan P.
Jawab
Afinitas elektron adalah perubahan energi ketika atom menerima elektron. Pada periode yang sama, dari kiri ke kanan dalam tabel periodik, afinitas elektron umumnya meningkat. Jadi, dapat disimpulkan bahwa afinitas elektron untuk P < S < Cl.

Perbandingan Sifat Senyawa Ion dan Kovalen (KIMIA KELAS X)

Perbandingan Sifat Senyawa Ion dan Kovalen – Oleh karena ikatan ion dan ikatan kovalen berbeda dalam proses pembentukannya maka senyawa yang dibentuknya juga memiliki sifat-sifat fisika dan kimia yang berbeda. Berikut ini akan dibahas beberapa perbedaan sifat fisika senyawa ion dan senyawa kovalen, seperti kemudahan menguap (volatile), daya hantar listrik, dan kelarutan.
1. Kemudahan Menguap
Jika di dapur terdapat cuka (senyawa kovalen) dan garam dapur (senyawa ion), senyawa mana yang akan tercium baunya? Tentu yang tercium adalah cuka. Mengapa garam dapur tidak tercium baunya? Jika Anda merasakan bau sesuatu, berarti ada gas atau uap dari suatu zat yang masuk ke hidung Anda. Uap tersebut tentu berasal dari zat yang ada di sekitar Anda. Jika suatu zat berwujud padat atau cair tercium baunya, berarti zat tersebut mudah menguap atau memiliki titik didih relatif rendah pada tekanan normal. Pada kasus tersebut, cuka mudah menguap dibandingkan garam dapur. Titik didih cuka 119°C dan garam dapur 1.517°C. Kemudahan menguap dari suatu zat berhubungan dengan gaya tarik antarmolekul.
Gaya tarik antarmolekul harus dibedakan dengan ikatan antaratom dalam molekul. Gaya tarik antarmolekul adalah antaraksi antarmolekul yang berdampak pada wujud zat bersangkutan, sedangkan ikatan antaratom adalah antaraksi antara atom-atom yang membentuk molekul atau senyawa.
Gaya tarik antarmolekul dalam senyawa kovalen relatif lemah dibandingkan senyawa ion. Akibatnya, senyawa kovalen pada umumnya mudah menguap dibandingkan senyawa ion, kecuali senyawa kovalen yang membentuk jaringan raksasa, seperti intan dan grafit. Kemudahan menguap dari senyawa kovalen banyak dimanfaatkan sebagai parfum atau deodorant. Sejumlah kecil senyawa kovalen yang dicampurkan ke dalam produk komersial memberikan bau yang harum. Gambar 3.14 dan Gambar 3.15 menunjukkan contoh-contoh produk komersial yang mengandung senyawa kovalen.
 Produk-produk komersial yang mengandung senyawa kovalen
Gambar 3.14 Produk-produk komersial yang mengandung senyawa kovalen.
Senyawa kovalen banyak diaplikasikan dalam produk kosmetik.
Gambar 3.15 Senyawa kovalen banyak diaplikasikan dalam produk kosmetik.
2. Daya Hantar Listrik
Logam dapat menghantarkan arus listrik disebabkan oleh elektronelektronnya bergerak bebas di seluruh kisi logam. Apakah senyawa ion dan senyawa kovalen dapat menghantarkan arus listrik? Untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut, Anda dapat mempelajari kegiatan penyelidikan berikut.
Serbuk NaCl dimasukkan ke dalam cawan pijar dan dihubungkan dengan alat uji hantaran listrik. Berdasarkan penyelidikan, diperoleh data sebagai berikut.
1. Dalam wujud padat, senyawa ion tidak dapat menghantarkan listrik, tetapi dalam wujud cair (meleleh) dapat menghantarkan arus listrik.
2. Senyawa kovalen, baik dalam keadaan padat maupun cairan tidak dapat menghantarkan arus listrik. Mengapa terjadi gejala seperti itu?
Dalam bentuk padatan, senyawa ion membentuk kisi-kisi kristal yang kaku. Dalam hal ini, kation dan anion berantaraksi sangat kuat satu dan lainnya sehingga tidak dapat bergerak bebas. Oleh karena kation dan anion tidak dapat bergerak melainkan hanya bergetar di tempat, akibatnya tidak ada spesi yang dapat menghantarkan arus listrik. Ketika senyawa ion dilelehkan, antaraksi antara kation dan anion melemah dan dapat bergerak lebih leluasa. Akibatnya, jika arus listrik dilewatkan, ion-ion tersebut dapat menghantarkan arus listrik dari potensial tinggi ke potensial rendah. Pada senyawa kovalen, baik bentuk padatan maupun cairannya bersifat netral. Artinya, tidak terjadi pemisahan atom-atom membentuk ion yang bermuatan listrik, melainkan tetap sebagai molekul kovalen. Oleh karena dalam senyawa kovalen tidak ada spesi yang bermuatan listrik maka arus listrik yang dikenakan pada senyawa kovalen tidak dapat dialirkan.
3. Kelarutan
Bagaimana kelarutan senyawa kovalen dan senyawa ion di dalam pelarut tertentu? Untuk mengetahui kelarutan senyawa-senyawa itu, Anda dapat mempelajari penyelidikan berikut. Setiap tiga macam zat terlarut, NaCl, naftalena, dan gula dimasukkan pada tiga macam pelarut, misalnya air, alkohol, dan benzena sehingga diperoleh 9 macam larutan.
Berdasarkan hasil penyelidikan diketahui bahwa:
1. senyawa NaCl (senyawa ion) larut dalam pelarut air, tetapi tidak larut dalam pelarut organik seperti alkohol dan benzena;
2. naftalena larut dalam benzena, tetapi tidak larut dalam air maupun alkohol;
3. gula pasir larut dalam air dan alkohol, tetapi tidak larut dalam pelarut benzena.
Apa yang dapat Anda simpulkan tentang data tersebut? Bagaimana menjelaskan fakta tersebut? Pada umumnya, senyawa ion tidak larut dalam pelarut organik, tetapi larut dalam air walaupun ada juga yang kurang bahkan tidak larut dalam air.
Mengapa gula pasir (C12H22O11) larut dalam air dan alkohol, tetapi tidak larut dalam benzena, sedangkan naftalena larut dalam benzena, tetapi tidak larut dalam air maupun alkohol? Gula pasir dan naftalena, keduanya senyawa kovalen. Bedanya, gula pasir merupakan senyawa kovalen polar, sedangkan naftalena kovalen murni (nonpolar). Selain itu, air dan alkohol juga polar, sedangkan benzena nonpolar. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pada umumnya senyawa kovalen polar akan larut dalam pelarut polar, sedangkan senyawa kovalen nonpolar akan larut dalam pelarut yang juga nonpolar. Alkohol yang bersifat kovalen polar akan larut dalam air yang juga bersifat polar dan alkohol tidak akan larut dalam pelarut benzena. Perbedaan utama antara senyawa ion dan senyawa kovalen dapat dilihat pada Tabel 3.5.
No Sifat-sifat fisika Senyawa ion Senyawa kovalen
1 Titik didih dan titik Leleh Tinggi Rendah
2 Konduktivitas listrik Sebagai konduktor dalam bentuk lelehan
atau larutan dalam air
Bukan konduktor dalam setiap keadaan
3 Kelarutan dalam air Umumnya larut Senyawa kovalen polar
4 Kelarutan dalam pelarut polar Tidak larut Umumnya larut dalam air dan pelarut polar
5 Kelarutan dalam pelarut nonpolar Tidak larut Senyawa kovalen nonpolar umumnya larut

Sifat Fisik Logam (KIMIA KELAS X)


Sifat Fisik Logam – Logam dan bukan logam membentuk ikatan ion, bukan logam dan bukan logam membentuk ikatan kovalen. Ikatan apa yang terjadi jika atom logam dan atom logam berikatan? Atom logam dan atom logam membentuk kristal logam. Kristal logam yang Anda lihat sehari-hari, seperti logam besi, tembaga, dan aluminium memiliki ikatan logam pada atom-atomnya.
Ikatan pada logam berbeda dengan ikatan kimia lainnya sebab elektron-elektron dalam kristal logam bergerak bebas. Berikut ini dipaparkan sifat-sifat fisik logam.
1. Teori Lautan Elektron
Terdapat beberapa teori yang menerangkan ikatan pada logam, di antaranya adalah teori lautan elektron dan teori pita. Khusus untuk teori pita tidak dibahas di sini sebab memerlukan pengetahuan tentang ikatan kovalen dengan pendekatan teori Mekanika Kuantum. Teori ikatan logam kali pertama dikembangkan oleh Drude (1902), kemudian diuraikan oleh Lorentz (1916) sehingga dikenal dengan teori elektron bebas atau teori lautan elektron dari Drude-Lorentz. Menurut teori ini, kristal logam tersusun atas kation-kation logam yang terpateri di tempat (tidak bergerak) dikelilingi oleh lautan elektron valensi yang bergerak bebas dalam kisi kristal (perhatikan Gambar 3.7). Ikatan logam terbentuk antara kation-kation logam dan elektron valensi.
Kation-kation logam yang kaku dikelilingi lautan elektron valensi yang bergerak bebas.
Gambar 3.7 Kation-kation logam yang kaku dikelilingi lautan elektron valensi yang bergerak bebas.
Elektron-elektron valensi logam bergerak bebas dan mengisi ruang-ruang di antara kisi-kisi kation logam yang bermuatan positif. Oleh karena bergerak bebas, elektron-elektron valensi dapat berpindah jika dipengaruhi oleh medan listrik atau panas.
Apakah Anda percaya dan yakin bahwa teori ini dapat diterima kebenaranya? Tentu Anda tidak akan percaya begitu saja jika tidak ada bukti. Suatu teori dapat diterima jika teori itu mampu menjelaskan gejala atau fakta secara sederhana.
2. Sifat Mengkilap Logam
Fakta menunjukkan bahwa logam mengkilap. Bagaimana teori di atas menjelaskan fakta ini? Menurut teori Drude-Lorentz, jika cahaya tampak (visible) jatuh pada permukaan logam, sebagian elektron valensi logam akan tereksitasi. Ketika elektron yang tereksitasi itu kembali ke keadaan dasar akan disertai pembebasan energi dalam bentuk cahaya atau kilap. Peristiwa ini menimbulkan sifat mengkilap pada permukaan logam. Apakah penjelasan ini dapat diterima?
3. Konduktor Listrik dan Panas
Semua logam bersifat konduktor (penghantar) listrik dan panas yang baik. Bagaimana teori tersebut menjelaskan fakta ini? Daya hantar listrik pada logam disebabkan oleh adanya elektron valensi yang bergerak bebas dalam kristal logam. Jika listrik dialirkan melalui logam, elektron-elektron valensi logam akan membawa muatan listrik ke seluruh logam dan bergerak menuju potensial yang lebih rendah sehingga terjadi aliran listrik dalam logam. Jika sejumlah kalor (panas) diserap oleh logam, elektron-elektron valensi logam akan bergerak lebih cepat dan elektron-elektron tersebut membawa sejumlah kalor yang diserap. Akibatnya, kalor dapat didistribusikan oleh logam ke seluruh kristal logam sehingga logam menjadi panas.
4. Lentur (Tidak Kaku)
Logam memiliki sifat lentur (mudah ditempa, dibengkokkan, tetapi tidak mudah patah). Bagaimana fakta ini dapat dijelaskan? Kisi-kisi kation bersifat kaku (tetap di tempat), sedangkan elektron valensi logam bergerak bebas. Jika logam ditempa atau dibengkokkan terjadi pergeseran kation-kation, tetapi pergeseran ini tidak menyebabkan patah karena selalu dikelilingi oleh lautan elektron. Sebagai pembanding, tinjaulah kristal ion, misalnya NaCl. Dalam kristal NaCl, kisi kation maupun elektron valensi tidak dapat bergerak (berada pada posisinya).
Pada saat kristal NaCl ditekan, terjadi pergeseran kisi. Kisi-kisi kation akan bersinggungan dengan kisi-kisi kation lainnya sehingga terjadi tolakmenolak (perhatikan Gambar 3.12). Tolakan antarkisi ini menimbulkan perpecahan antarkisi, yang akhirnya kristal akan pecah menjadi serbuk
Kristal ion jika ditempa akan pecah
Gambar 3.12 Kristal ion jika ditempa akan pecah.

Contoh Hukum Perbandingan Berganda (KIMIA KELAS X)

Contoh Hukum Perbandingan Berganda- Apa yang dimaksud dengan Hukum Perbandingan Berganda? Jika dari namanya, Anda tentu baru mengenal. Padahal, materinya sudah banyak disebutkan sebelumnya, misalnya CO dan CO2 atau NO dan NO2. Jika pembakaran karbon dilakukan pada suhu tinggi dan pasokan O2 kurang maka akan terbentuk gas CO. Jika pembakaran dilakukan pada suhu lebih rendah dan pasokan oksigen berlebih maka akan terbentuk gas CO2.
Jika disimak dari contoh tersebut, Anda tentu dapat menduga bahwa hukum ini berhubungan dengan senyawa yang tersusun atas unsur yang sama, tetapi komposisi berbeda.
Menurut Dalton: jika dua macam unsur membentuk lebih dari satu senyawa maka massa salah satu unsur berbanding sebagai kelipatan bilangan bulat dan sederhana. Pernyataan ini dikenal dengan Hukum Perbandingan Berganda dari Dalton.
Contoh:
Fosfor dan klorin dapat membentuk dua macam senyawa. Dalam senyawa X : 2 g fosfor tepat bereaksi dengan 6,9 g klorin. Dalam senyawa Y : 2 g fosfor tepat bereaksi dengan 11,5 g oksigen. Bagaimana rumus kedua senyawa ini?
Contoh Hukum Perbandingan Berganda Berdasarkan Massa
Unsur nitrogen dan oksigen dapat membentuk lebih dari satu senyawa, misalnya NO, NO2, N2O3, dan N2O4.
Pada kondisi tertentu, 1 g nitrogen tepat bereaksi dengan 1,14 g oksigen. Pada kondisi yang lain, 1 g nitrogen tepat bereaksi dengan 2,28 g oksigen. Jelaskan bahwa data ini sesuai dengan Hukum Perbandingan Berganda. Bagaimana rumus kimia kedua senyawa itu?
Jawab
Untuk berat nitrogen yang sama (1 g), perbandingan massa oksigen untuk kedua senyawa itu adalah 1,14 : 2,28 atau 1 : 2.
Oleh karena perbandingan unsur oksigen pada kedua senyawa itu berupa bilangan bulat dan sederhana maka data ini sesuai Hukum Perbandingan Berganda.
Rumus kimia kedua senyawa itu adalah NO dan NO2.

Pengertian Jenis dan Efek Narkotika (KIMIA KELAS X)

Pengertian Jenis dan Efek Narkotika
Istilah narkotika pada mulanya sebenarnya diterapkan untuk semua senyawa yang dapat memproduksi insensibilitas (perasaan tidak peduli) terhadap rangsang dari luar melalui penenangan pada sistem saraf pusat. Sekarang ini istilah narkotika didefinisikan sebagai zat dan obat yang berasal dari tanaman opium (narkotika alam) atau zat dan obat yang bukan berasal dari tanaman (narkotika sintetis), yang dapat menyebabkan penurunan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Sifat terpenting narkotika adalah kemampuannya untuk mengurangi rasa sakit, bukan hanya mengurangi persepsi terhadap rasa sakit tetapi juga dengan mengubah reaksi terhadap rasa sakit itu sendiri. Daya kerjanya yang luar biasa untuk memengaruhi sistem saraf menyebabkan orang yang mengonsumsinya tidak merasakan sakit, bahkan justru merasakan seperti terbang, atau berada di dunia lain yang diinginkannya. Keadaan ini disebut sebagai ”nge-fly” atau ”sakau” bagi penggunanya.
Meskipun narkotika memiliki efek penenang jika digunakan dalam dosis tinggi, tetapi zat tersebut pada umumnya tidak digunakan sebagai penenang. Kebanyakan orang mengonsumsinya karena ingin mencari kesenangan akibat euphoria yang ditimbulkannya. Selain itu, sifat narkotika yang adiktif (menimbulkan kecanduan) merangsang orang untuk mengonsumsinya dengan dosis yang terus meningkat tanpa peduli bahaya yang mengancam jiwanya. Efek yang dapat ditimbulkan karena pemakaian narkotika antara lain sebagai berikut.
1. Sedatif atau menghilangkan rasa nyeri.
2. Analgesik atau membius.
3. Depresan atau menenangkan.
4. Stimulan atau merangsang.
5. Euphoria atau menyenangkan.
6. Halusinogen atau menimbulkan khayalan.
Beberapa jenis narkotika antara lain ganja (marijuana), morfin, heroin, dan kokain.
1. Ganja (Marijuana)
Ganja diperoleh dari daun kering dan pucuk tanaman ganja (Cannabis sativa) yang sedang berbunga. Ganja dapat tumbuh dengan baik di daerah-daerah beriklim tropis dan sedang seperti di negaranegara di Asia Tenggara, Asia Tengah, Amerika Latin, Cina, dan India. Ganja dapat digunakan untuk bahan obat penenang dan penghilang rasa sakit. Kandungan zat kimia delta-9-tetrahydrocannabinol (THC) di dalam daun ganja dalam dosis tertentu dipercaya dapat memengaruhi perasaan, penglihatan, dan pendengaran. Efek tersebut menyebabkan ganja banyak dimanfaatkan untuk kemoterapi terhadap para penderita kanker. Dengan mengonsumsi pil tersebut rasa sakit, keinginan muntah terus-menerus, dan rasa mual yang hebat dapat ditanggulangi.
Ganja yang juga terkenal dengan sebutan rumput, cimeng, gelek, kangkung, pot, reefer, atau Mary Jane tampaknya lebih banyak diperdagangkan secara ilegal untuk disalahgunakan daripada dimanfaatkan untuk keperluan medis. Penjualan ganja biasanya dalam bentuk kering yang sering disebut marijuana, atau dalam kemasan cair (minyak cannabis). Ganja biasanya disalahgunakan dengan cara dihisap sebagai rokok atau dikunyah untuk mendapatkan efeknya yang memabukkan (intoksikasi).
Setiap batang rokok ganja diperkirakan memiliki kandungan THC yang berkisar antara 5–20 miligram. Orang yang mengisap ganja, pada saat intoksikasi akan mengalami hal-hal berikut.
a. Tahap awal berupa rasa pusing dan euphoria (rasa gembira) diikuti rasa damai dan tenang.
b. Perubahan suasana hati yang diikuti dengan perubahan persepsi tentang ruang dan waktu.
c. Proses berpikir menjadi terganggu oleh terpecah-pecahnya ide dan ingatan.
d. Beberapa pengguna menyatakan selera makan dan perasaan senang serta bahagia mereka meningkat.
e. Efek negatif ganja bisa berupa perasaan bingung, reaksi panik yang berlebihan, keinginan untuk menyerang, ketakutan, tak berdaya, dan kehilangan kontrol diri.
f. Pengguna ganja yang kronis akan mengalami sindrom amotivasional, yaitu menjadi sangat pasif dan tidak peduli pada apa pun.
g. Seperti intoksikasi pada alkohol, pandangan, pendengaran, cara bicara, kemampuan menyelesaikan masalah, ingatan, waktu untuk merespon sesuatu, dan kemampuan mengendarai kendaraan bermotor menjadi terganggu.
2. Morfin
Morfin berasal dari tanaman opium atau candu. Opium mentah mengandung 4–21 % morfin. Morfin pertama kali diisolasi dan dianalisis secara kimia oleh seorang apoteker Jerman bernama F. W. A. Setürner antara tahun 1805 dan 1817. Morfin mempunyai sifat penahan nyeri yang kuat, tidak berbau, rasanya pahit, berupa kristal putih yang dapat berubah warna menjadi kecokelatan.
Morfin banyak digunakan di dunia medis sebagai bahan sedatif (penenang) dan pembunuh rasa sakit. Penyalahgunaan konsumsi morfin biasanya dilakukan melalui berbagai cara, yaitu ditelan, disuntikkan, dihirup langsung melalui hidung, dirokok, dibakar atau dipanaskan dan dihirup uapnya. Untuk menambah aroma dan rasa, morfin yang sering disalahgunakan  biasanya dikonsumsi setelah dicampur dengan zat lain seperti gula, cokelat, atau mint.
3. Heroin
Heroin atau diamorfin adalah jenis obat analgesik (penahan nyeri) yang kuat dan merupakan turunan sintetis dari morfin. Heroin biasanya berbentuk serbuk putih dan pahit rasanya. Di pasar gelap, heroin dapat berbentuk aneka macam warna karena dicampur dengan gula, susu bubuk, gula merah, tepung, kinin, atau kakao. Heroin dapat menimbulkan rasa kantuk, halusinasi, dan euphoria. Heroin juga dikenal dengan nama putau.
Heroin merupakan jenis narkotika yang paling banyak disalahgunakan. Seperti halnya pada morfin, penyalahgunaan konsumsi heroin biasanya dilakukan melalui berbagai cara, yaitu ditelan, disuntikkan, dihirup langsung melalui hidung, dirokok, dibakar, atau dipanaskan dan dihirup uapnya.
4. Kokain
Tanaman coca (Erythroxylon coca) yang banyak tumbuh di Pegunungan Andes, Amerika Selatan, menghasilkan daun yang mengandung senyawa kimia alkaloid yang bernama kokain dan senyawa-senyawa turunan yang sejenis.
Dengan mengunyah daun coca, seseorang akan terkena efek narkotik dari kokain dan senyawasenyawa lain yang ada di dalam daun coca. Senyawa ini pertama kali digunakan untuk obat bius pada suatu bedah kecil. Namun, kemudian diketahui bahwa kokain ternyata dapat menyebabkan kecanduan sehingga digantikan oleh senyawa lain yang lebih aman.
Dewasa ini kokain digolongkan sebagai narkotika dan peredarannya adalah ilegal. Kokain dapat menyebabkan kematian meskipun dikonsumsi dalam jumlah kecil oleh pemakai pemula. Sementara itu, penggunaan yang terus-menerus menyebabkan ketagihan.
Secara fisik dan psikis orang yang sudah terbiasa menggunakan narkoba berbeda dari orang normal. Ciri-ciri orang yang kecanduan narkoba adalah sebagai berikut.
1. Lesu, mata merah dan kelihatan mengantuk, pikiran melayang.
2. Tidak sabaran, apa yang diinginkan harus segera dipenuhi saat itu juga.
3. Cenderung hedonis, melakukan apa saja untuk mencapai apa yang diinginkan.
4. Bila ada permasalahan pelik, sifat agresif dan destruktif selalu dikedepankan.
5. Biasanya mengalami kesulitan dalam pergaulan dengan lawan jenisnya, malu, rendah diri, sukar didekati atau mendekati lawan jenis, dan suka menyendiri.
6. Menjadi dewasa pada usia terlalu dini dengan berperilaku seks bebas dan melakukan tindakan kriminal. Jika sudah ketagihan, apa pun akan dilakukan untuk mendapatkan narkoba dan memuaskan rasa ketagihannya.
7. Sikapnya cenderung sangat ceroboh, nekat, dan kurang perhitungan.
8. Pembosan, emosi tidak stabil, tidak konsentrasi, tidak bersemangat, malas, depresi, dan tidak memiliki motivasi.
Penanggulangan ketergantungan terhadap narkoba dapat dilakukan dengan berbagai cara. Penemuan berbagai jenis obat antinarkotika telah memungkinkan dilakukannya penanganan kasus-kasus over dosis dengan cepat dan efisien.
Obat standar yang biasa digunakan adalah naloxone. Beberapa jenis antagonis (obat yang bersifat menetralisir pengaruh obat yang sudah dikonsumsi sebelumnya) diketahui memiliki sifat-sifat seperti narkotik, yang kemudian dimanfaatkan untuk menciptakan obat analgesik baru campuran agonis-antagonis.
Obat ini diharapkan menjadi obat analgesik yang tidak menimbulkan efek euphoria dan kecanduan serta dapat menggantikan fungsi obat-obat analgesik jenis lama yang biasanya mengandung narkotika. Contoh obat-obatan jenis ini antara lain pentazocine, butorphanol, dan nalbuphine.
Meskipun banyak cara dan obat yang tersedia untuk menyembuhkan pecandu narkoba, namun semua cara itu sangat tergantung dengan kondisi setiap pecandu, baik itu tingkat ketergantungan, lingkungan, tekad ingin sembuh, maupun kondisi finansial. Pusat-pusat detoksifikasi (penghilang racun narkoba) dan rehabilitasi bagi pecandu narkoba juga sangat beragam. Ada yang hanya menyediakan detoksifikasi sehingga pasien tidak perlu menginap, misalnya rumah sakit, klinik, dan puskesmas. Ada juga tempat-tempat rehabilitasi yang menyediakan penginapan seperti asrama, dengan fasilitas yang lengkap, udara segar, dan pemandangan alam yang indah. Ada juga pusat rehabilitasi yang memasukkan ajaranajaran agama di dalam program mereka.

Metode Pemisahan Campuran (KIMIA KELAS X)

Metode Pemisahan Campuran - Campuran dapat tersusun atas beberapa unsur ataupun senyawa. Komponen-komponen penyusun suatu campuran tersebut dapat dipisahkan berdasarkan sifat fisika zat penyusunnya. Contoh campuran antara lain udara, air laut, dan minyak mentah.
Garam dapur yang anda konsumsi merupakan hasil pemisahan dari campuran air laut. Hal ini karena air laut sebenarnya tersusun atas air, garam, dan beberapa mineral. Emas ditemukan sebagai bijih emas yang bercampur dengan tanah, pasir, dan batuan lain. Oleh karena itu untuk mendapatkan emas murni, perlu dilakukan pemisahan. Tembaga diperoleh dari pemisahan campuran berbagai mineral dan senyawa. Senyawanya ditemukan pada beberapa bijih, misalnya pirit tembaga dan malasit.
Metode yang umum dipergunakan untuk memisahkan campuran antara lain filtrasi, dekantasi, sentrifugasi, evaporasi, distilasi, corong pisah, kromatografi, sublimasi, ekstraksi, dan daya tarik magnet. Agar lebih jelas, berikut akan dibahas beberapa metode tersebut.
1. Penyaringan (Filtrasi)
Tahukah anda apa filtrasi itu? Filtrasi atau penyaringan adalah teknik penyaringan yang dapat digunakan untuk memisahkan campuran yang ukuran partikel zat-zat penyusunnya berbeda.
Misalnya, pada pembuatan santan kelapa. Santan kelapa dibuat dengan cara memisahkan campuran santan, air, dan ampas kelapa dengan menggunakan saringan. Dengan menggunakan saringan yang berpori-pori kecil, santan kelapa dapat melewati lubang saringan dan ampas kelapa tertahan dalam saringan. Pernahkah anda membuat air teh? Untuk mendapatkan air teh maka anda perlu merendam teh dalam air panas, kemudian gunakan saringan untuk memisahkan teh dengan air tehnya.
Prinsip penyaringan banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, anda menggunakan saringan teh agar ampas teh tidak terbawa dalam air teh. Nah, dapatkah anda menyebutkan contoh penyaringan lainnya dalam kehidupan seharihari?
2. Sentrifugasi
Suspensi yang partikel-partikelnya sangat halus tidak bisa dipisahkan dengan cara filtrasi. Partikel-partikelnya dapat melewati saringan atau bahkan menutupi lubang pori-pori saringan sehingga cairan tidak dapat lewat. Cara untuk memisahkan suspensi adalah dengan membiarkannya hingga mengendap. Setelah beberapa saat, partikelpartikelnya mengendap sehingga cairannya dapat dituang. Akan tetapi banyak partikel suspensi yang terlalu kecil untuk disaring tetapi juga tidak dapat mengendap. Hal ini karena partikel-partikel padatan tersebut dipengaruhi oleh gerakan molekul cairan yang sangat cepat.
Suspensi yang sulit dipisahkan ini dapat dipisahkan dengan sentrifugasi. Tabung sebagai wadah suspensi dikunci pada gagang atau rotor untuk mengitari sebuah alat atau mesin pemutar. Batang vertikal di tengahnya diputar dengan motor listrik. Batang itu berputar dengan sangat cepat. Tabung akan mengayun dengan cepat tetapi mulut tabung tetap menghadap ke tengah. Sentrifugasi yang terkecil dapat memutar dengan kecepatan 2.000 putaran/menit (rpm). Sentrifugasi dapat digunakan untuk memisahkan susu menjadi susu krim dan susu skim. Sentrifugasi juga dapat digunakan untuk memisahkan komponenkomponen darah.
3. Evaporasi (Penguapan)
Pada awal bab telah dijelaskan bahwa garam dapat diperoleh dari air laut dengan proses penguapan atau evaporasi. Pada proses penguapan, larutan dipanaskan sampai zat pelarutnya (air) menguap dan meninggalkan zat terlarut (garam). Proses pemisahan dengan cara penguapan ini dapat terjadi karena zat terlarut (garam) memiliki titik didih yang lebih tinggi daripada zat pelarutnya (air).
4. Distilasi (Penyulingan)
Apakah yang disebut dengan distilasi? Distilasi atau penyulingan adalah proses pemisahan campuran dengan penguapan yang diikuti pengembunan. Mula-mula campuran yang akan dipisahkan dipanaskan hingga di atas titik didih zat yang akan dipisahkan. Oleh karena zat yang akan dipisahkan memiliki titik didih yang lebih rendah daripada larutan, maka zat tersebut akan menguap terlebih dahulu. Uap yang terbentuk kemudian didinginkan sehingga menjadi cairan. Cairan yang dihasilkan selanjutnya ditampung dalam suatu wadah sebagai distilat.
Apakah manfaat prinsip penyulingan dalam kehidupan sehari-hari? Prinsip penyulingan digunakan di industri minyak untuk memisahkan bensin, minyak tanah, dan solar dari minyak mentah. Hal ini dapat dilakukan karena komponen-komponen minyak bumi mempunyai titik didih yang berbeda-beda. Oleh karena dalam campuran (minyak mentah) terdapat lebih dari satu komponen yang akan dipisahkan maka harus dilakukan distilasi bertingkat atau biasa disebut distilasi fraksionasi.
5. Sublimasi
Sublimasi adalah proses pemisahan campuran yang dapat digunakan untuk memisahkan komponen yang dapat menyublim dari campurannya yang tidak dapat menyublim. Masih ingatkah anda zat yang dapat menyublim jika dipanaskan? Kapur barus merupakan zat yang dapat menyublim jika dipanaskan. Nah, jika kapur barus ini bercampur dengan zat pengotor seperti pasir, untuk memisahkan kapur barus dengan zat pengotor dapat dilakukan dengan proses sublimasi. Ketika campuran kapur barus dan pasir dipanaskan, kapur barus akan menguap sedangkan pasir tidak. Uap kapur barus akan segera mengkristal ketika menemui daerah yang cukup dingin. Dengan demikian kapur barus murni dapat diperoleh kembali. Nah, dapatkah anda menyebutkan contoh proses pemisahan campuran dengan cara sublimasi? Proses sublimasi dapat juga digunakan untuk memisahkan iodin dari zat pengotornya.

Contoh Ikatan Kovalen Polar (KIMIA KELAS X)

Contoh Ikatan Kovalen Polar – Dalam molekul diatom homointi, seperti H2, Cl2, N2, O2, dan sejenisnya, kedua inti atom saling menarik pasangan elektron dengan ikatan sama besar sebab skala keelektronegatifan setiap atomnya sama. Untuk mengingat skala keelektronegatifan atom, simak kembali Bab Sistem Periodik Unsur-Unsur.
Apakah yang terjadi jika atom H dan atom Cl berikatan? Anda tahu bahwa atom Cl lebih elektronegatif daripada atom H. Kelektronegatifan Cl = 3,0 dan H =2,1. Oleh karena atom Cl memiliki daya tarik terhadap pasangan elektron yang digunakan bersama lebih kuat maka pasangan elektron tersebut akan lebih dekat ke arah atom klorin. Apa akibatnya terhadap atom H maupun atom Cl dalam molekul HCl jika pasangan elektron pada ikatan itu lebih tertarik kepada atom klorin?
Gejala tersebut menimbulkan terjadinya pengkutuban muatan. Oleh karena pasangan elektron ikatan lebih dekat ke arah atom Cl maka atom Cl akan kelebihan muatan negatif. Dengan kata lain, atom Cl membentuk kutub negatif. Akibat bergesernya pasangan elektron ikatan ke arah atom Cl maka atom H akan kekurangan muatan negatif sehingga atom H akan membentuk kutub positif.
Oleh karena molekul HCl bersifat netral maka besarnya muatan negatif pada atom Cl harus sama dengan muatan positif pada atom H. Selain itu, kutub positif dan kutub negatif dalam molekul kovalen bukan pemisahan muatan total seperti pada ikatan ion, melainkan secara parsial, dilambangkan dengan δ .
Jika dalam suatu ikatan kovalen terjadi pengkutuban muatan maka ikatan tersebut dinamakan ikatan kovalen polar. Molekul yang dibentuknya dinamakan molekul polar. Sebaran muatan elektron pada molekul polar terdapat di antara rentang ikatan kovalen murni seperti H2 dan ikatan ion seperti NaCl, perhatikan Gambar 3.5. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa dalam molekul-molekul kovalen polar terjadi pemisahan muatan secara parsial akibat perbedaan keelektronegatifan dari atom-atom yang membentuk molekul.
Rentang kepolaran ikatan berada di antara ikatan kovalen murni dan ikatan ion
Gambar 3.5 Rentang kepolaran ikatan berada di antara ikatan kovalen murni dan ikatan ion.
Bagaimana menentukan bahwa suatu molekul tergolong kovalen nonpolar atau kovalen polar? Untuk menjawab masalah ini diperlukan pengetahuan tentang keelektronegatifan unsur-unsur. Kepolaran molekul berkaitan dengan kemampuan suatu atom dalam molekul untuk menarik pasangan elektron ikatan ke arahnya. Kemampuan tersebut dinyatakan dengan skala keelektronegatifan. Selisih nilai keelektronegatifan dua buah atom yang berikatan kovalen memberikan informasi tentang ukuran kepolaran dari ikatan yang dibentuknya. Jika selisih keelektronegatifan nol atau sangat kecil, ikatan yang terbentuk cenderung kovalen murni. Jika selisihnya besar, ikatan yang terbentuk polar. Jika selisihnya sangat besar, berpeluang membentuk ikatan ion. Selisih keelektronegatifan antara atom H dan H (dalam molekul H2); atom H dan Cl (dalam HCl); dan atom Na dan Cl (dalam NaCl) berturut-turut adalah 0; 0,9; dan 2,1.
Contoh Menentukan Kepolaran Senyawa
Manakah di antara senyawa berikut yang memiliki kepolaran tinggi?
a. CO b. NO c. HCl
Jawab
Keelektronegatifan setiap atom adalah
C = 2,5; O = 3,5; N = 3,0; Cl = 3,0; H = 2,1
Pada molekul CO, selisih keelektronegatifannya adalah 3,5 – 2,5 = 1,0.
Pada molekul NO, selisih keelektronegatifannya adalah 3,5 – 3,0 = 0,5.
Pada molekul HCl, selisih keelektronegatifannya adalah 3,0 – 2,1 = 0,9.
Jadi, kepolaran molekul dapat diurutkan sebagai berikut: CO > HCl > NO.

Pengaruh Narkotika Pecandu Narkoba (KIMIA KELAS X)

Pengaruh Narkotika Pecandu Narkoba. Kecanduan narkotika mempengaruhi pecandu dan orang-orang dalam hidupnya pada berbagai tingkatan. Keluarga, teman, rekan kerja, dan bahkan masyarakat secara keseluruhan terpengaruh seperti spiral pecandu di luar kendali. Narkotika menjadi fokus utama dalam hidupnya. Tanpa intervensi, kecanduan meresapi setiap hubungan di dunia pecandu.

Efek Narkotika pada Pecandu

Kecanduan narkotika menciptakan lingkaran setan. Pecandu menciptakan ilusi realitas sendiri untuk melarikan diri dari tekanan hidupnya. Dia berjuang dengan mendesak atau hasrat yang mengalahkan keinginannya untuk mengambil alih tindakannya. Kebohongan dilakukan untuk menutupi penggunaan narkotika, para pecandu bagi semua orang dalam hidupnya. Dia tenggelam jauh ke dalam depresi dan rasa sakit karena ini, dengan rasa sakit menjadi begitu besar sehingga siklus berulang lagi dan lagi.

Efek Narkotika pada Keluarga

Kecanduan narkotika sangat mempengaruhi anggota keluarga pengguna narkoba. Kecanduan menembus setiap aspek dari setiap hubungan dalam keluarga, menghancurkan hubungan dengan orang tua, pasangan, dan anak-anak. Keluarga menjadi disfungsional, bekerja sebagai unit untuk menutupi dan melindungi pecandu. Disfungsi ini biasanya menciptakan hubungan kodependen dengan anggota keluarga terdekat (biasanya orang tua atau pasangan). Walaupun anak-anak dari seorang pecandu mungkin tidak menyalahgunakan narkotika sendiri, mereka rentan terhadap perilaku kodependen terus dalam unit keluarga mereka sendiri.

Efek Narkotika pada Persahabatan

Pecandu cenderung menjauhkan teman yang mengenali tanda-tanda kecanduan. Sebaliknya, mereka menghabiskan waktu dengan teman-teman yang lebih menyetujui perilaku adiktif. Pecandu mencari persahabatan baru karena mereka membakar semua jembatan mereka dengan teman-teman lama. Pecandu merasa sendirian dan terisolasi, dengan hanya “teman” menjadi obat. Kenyataannya adalah bahwa pecandu tidak menyadari bahwa satu-satunya orang yang dia bodohi adalah dirinya sendiri.

Efek Narkotika pada Pekerjaan

Pecandu dapat dan akan mempertahankan pekerjaan sampai gejala dan tanda-tanda menjadi jelas bagi majikan. Tanda paling jelas dari masalah yang memanggil sakit atau tidak muncul untuk bekerja pada waktu yang tepat secara berkelanjutan. Tergantung pada obat, para pecandu dapat muncul depresi atau terlalu bersemangat, sehingga lebar perubahan suasana hati dari hari ke hari. Pecandu akhirnya dapat dihentikan karena pelanggaran berulang.

Efek Narkotika pada Masyarakat

Pecandu menciptakan ketegangan pada masyarakat ketika kemandirian finansial dihentikan, kehidupan rumah yang memburuk, dan ia tidak lagi memiliki keluarga atau teman-teman untuk mendukung dia. Keinginannya untuk obat menimpa keputusan moral dan dapat mengakibatkan pencurian dari orang lain (terutama keluarga) untuk mendukung kecanduan narkotika nya.

Gejala Penyalahgunaan Narkotika (KIMIA KELAS X)

Gejala Penyalahgunaan Narkotika. Narkotika adalah jenis obat yang sering disebut sebagai opium dan digunakan untuk mengobati rasa sakit dan kecemasan. Narkotika biasanya diresepkan oleh dokter untuk pasien yang membutuhkan bantuan sementara dari rasa sakit dan ketidaknyamanan. Meskipun biasanya tidak berbahaya bila diberikan oleh seorang dokter dalam pengaturan medis, beberapa orang mencari untuk penyalahgunaan narkotika ke titik di mana mereka menjadi lemah dan mengancam jiwa.

Jenis Narkotika

Narkotika berasal dari opium yang berasal dari biji polong opium dari Asia. Ada beberapa cara yang berbeda dalam produksi obat ini. Paling umum, narkotika atau opium dibuat oleh perusahaan farmasi dan dituangkan ke dalam supositoria, sirup atau kapsul dibawah nama Demerol, Morfin, Kodein dan dextromethorphan. Ketika opium disalahgunakan, heroin biasanya bentuk yang paling populer dari obat yang disalahgunakan di antara ribuan orang di seluruh dunia. Ada beberapa cara yang berbeda yang penyalahguna narkoba dalam mengkonsumsi narkotika. Banyak dari mereka bawa dalam bentuk pil yang diresepkan dari dokter baik kepada mereka atau orang lain, meskipun obat ini diresepkan untuk yang lain, banyak pengedar narkoba menjual resep secara ilegal kepada para pecandu narkotika. Heroin, yang paling mematikan dari semua narkotika, biasanya dengan cara mendengus merokok, makan atau disuntikkan dengan jarum. Heroin sering kali dicampur dengan zat lain seperti gula atau pati untuk memberikan efek bubuk sehingga mudah bagi penyalahguna narkoba untuk didengus.

Jangka Waktu efek Narkotika

Setelah tubuh awalnya telah terkena narkotika yang kuat seperti heroin, otak langsung mulai membutuhkan obat lagi, menciptakan lingkaran kecanduan, Heroin adalah salah satu obat yang paling sangat adiktif, tubuh dapat sangat membutuhkan obat dengan segera setelah “on”nya memudar. Karena kimia tubuh setiap orang berbeda, sulit untuk menentukan bagaimana dan kapan seseorang telah menjadi pecandu. Setelah heroin diberikan ke dalam tubuh, perasaan euforia langsung mulai mengatur tubuh mulai rileks terkadang ke titik tidak bisa berfungsi dengan baik sama sekali. Bicara cadel, pusing dan kurangnya motivasi fisik adalah gejala umum yang dialami tak lama setelah obat masuk ke dalam tubuh. Pengaruh heroin biasanya berlangsung antara 15 dan 30 menit dan pada waktu itu pengguna narkoba dapat benar-benar terlepas dari kenyataan. Setelah mereda, pengguna segera mulai mendambakan obat lagi dan mungkin akan perlu untuk mengambil hit lain atau untuk menangkal kecemasan ekstrim dan gejala seperti gemetar tak terkendali, halusinasi, muntah dan ledakan kekerasan.

Identifikasi Pengguna Narkotika

Untuk pecandu yang menyalahgunakan narkotika resep dan obat penghilang rasa sakit, mencari botol pil kosong dengan resep narkotika di dalamnya yang miliki nama mereka atau nama orang lain, ini adalah indikator yang baik bahwa mereka mungkin menyalahgunakan obat-obatan narkotika. Kepemilikan peralatan obat seperti jarum suntik, pipa, sendok, korek api dan tutup botol juga dapat hadir. Gejala fisik seperti pupil melebar, kemurungan dan non-responsif merupakan beberapa gejala visual yang lebih umum. Jika seseorang sudah menjadi menarik diri, kekerasan, berhenti berpartisipasi dalam kegiatan sehari-hari, tidak bersaing dengan kebersihan fisik, sering meminta uang, mencuri atau membuat alasan untuk berbohong, ini adalah tanda-tanda bahwa seseorang mungkin menggunakan dan menyalahgunakan narkotika obat.

Efek Penggunaan Narkotika

Efek jangka panjang yang kecanduan obat-obatan narkotika merupakan serangan jantung, stroke, HIV atau AIDS, hepatitis, tetanus, infeksi kulit dan kematian. Penyalahgunaan Narkotika dan juga dapat menyebabkan beban finansial besar pada pecandu serta keluarga dan teman-teman mereka yang membantu memberikan kontribusi kebiasaan, kadang-kadang tanpa sadar. Untuk pecandu narkoba yang mendapatkan obat resep ilegal serta membeli obat-obatan seperti heroin dari pengedar narkoba dari jalanan, mereka menjalankan risiko tinggi ditangkap karena terlibat dalam kesepakatan obat, pembelian obat-obatan atau memiliki mereka dalam kepemilikan mereka. Tertangkap oleh penegak hukum dapat menyebabkan detoksifikasi wajib serta penjara atau penjara waktu.

Saran

Jika seseorang menderita kecanduan narkotika adalah penting bagi mereka mencari bantuan sesegera mungkin. Ketika sebagian besar pecandu tidak selalu dapat mencari bantuan pada diri mereka sendiri, intervensi dari keluarga dan teman-teman akan perlu dilakukan. Dengan menghubungi pusat rehabilitasi narkoba terkemuka untuk bantuan, pecandu maka akan mampu untuk detoksifikasi obat dari tubuh mereka dengan aman dan menerima konseling yang tepat untuk bisa pulih sepenuhnya.

Tanda-tanda Kecanduan Narkotika (KIMIA KELAS X)

Tanda-tanda Kecanduan Narkotika. Kecanduan narkotika ditununjukkan melalui berbagai tanda-tanda fisik dan emosional dan gejala. Gejala fisik dari kecanduan narkotika termasuk gelisah, peningkatan energi dan perubahan tubuh seperti penurunan berat badan dan mimisan. Tanda-tanda Emosional dan mental dari kecanduan narkotika dapat mencakup paranoia, psikosis sementara, depresi, kemarahan, pola bicara lambat dan disorientasi.

Perubahan Fisik

Ada berbagai dari perubahan fisik seseorang kecanduan narkotika mungkin dialami. Berat badan merupakan efek samping yang umum dari berbagai obat-obatan termasuk kokain, ganja, heroin dan opium. Masalah gigi Progresif kadang-kadang mengakibatkan hilangnya  gigi adalah tanda kemungkinan penggunaan metamfetamin yang berlebihan. Mimisan Kronis dan sinusitis terlihat pada pengguna obat yang mendengus sejumlah besar obat secara teratur. Kecanduan obat yang dirokok dapat menyebabkan batuk darah dan serangan biasa dengan bronkitis.

Peningkatan Energi dan Masalah Tidur

Peningkatan energi, gelisah dan ketidakmampuan untuk tidur di malam hari merupakan peringatan umum dari kecanduan mungkin untuk obat perangsang seperti kokain dan methamphetamine. Periode tidur berlebihan juga memperingatkan tanda-tanda kemungkinan kecanduan narkotika. Peningkatan tekanan darah dan metabolisme juga efek samping tetapi jauh lebih sulit untuk melihat.

Alat Pemberi obat

Meskipun mungkin tampak jelas, perlengkapan obat yang tidak dapat dijelaskan seperti pipa, kertas rolling dan jarum suntik tersisa terlihat jelas tanda-tanda kecanduan. Banyak pengguna narkoba sampai ke titik di mana kecanduan obat tampak normal, dan mereka tidak lagi merasa perlu untuk menyembunyikannya dari orang lain.

Melambatnya Fungsi Mental

Banyak pecandu narkotika menunjukkan tanda-tanda terganggu atau diperlambat fungsi mental. Pola bicara luar biasa lambat, disorientasi dan kebingungan adalah tanda-tanda umum dari kecanduan narkoba. Seringkali, gejala ini datang dan pergi, kadang-kadang diikuti dengan saat-saat hiperaktif intens.

Tanda-tanda emosional dari Kecanduan

Kecanduan narkotika sering berubah mood yang khas dan fungsi mental seseorang. Peningkatan iritabilitas dan kemarahan serta gejala keinginan untuk berdebat dan bertengkar lebih secara teratur dilihat. Sebaliknya, beberapa pecandu menjadi apatis, depresi, lesu atau biasa tenang. Orang lain menunjukkan tanda-tanda paranoia, psikosis dan perilaku delusi. Ketika obat mulai memegang kehidupan seseorang, orang sering kehilangan pandangan tentang apa yang penting bagi mereka, segala sesuatu kecuali obat. Penghentian hobi dan kegiatan rutin dapat menjadi tanda dari kecanduan narkotika serius.

Pengingkaran dan Rasionalisasi

Pecandu narkotika cenderung meremehkan efek obat yang dialami mereka, serta jumlah uang yang dihabiskan untuk obat dan jumlah sebenarnya dari obat yang mereka ambil. Ini juga merupakan tanda kecanduan. Sering kali, orang kecanduan narkotika benar-benar percaya bahwa mereka tidak kecanduan dan akan mencoba dan meyakinkan orang lain akan hal ini.

Pengaruh Penyalahgunaan Narkoba pada Otak (KIMIA KLEAS X)

Pengaruh Penyalahgunaan Narkoba pada Otak. Narkotika ilegal tidak hanya obat-obatan yang dapat menjadi merusak tubuh manusia. Penyalahgunaan obat resep umum juga dapat memiliki efek yang signifikan pada otak.

Identifikasi Penyalahgunaan Narkoba

Penyalahgunaan narkoba dapat didefinisikan sebagai penggunaan yang tidak diresepkan oleh dokter, atau mengambil pil lebih banyak per harinya dari apa yang diresepkan oleh dokter.

Opioid

Candu, seperti OxyContin, Demerol, dan Vicodin, menempel pada reseptor di otak dan sistem saraf pusat, yang mencegah pesan nyeri dari yang dikirim dari sel ke sel. Penyalahgunaan dapat menyebabkan depresi yang mengancam jiwa.

Depresan

Penyalahgunaan depresan seperti Xanax Valium dan, yang memiliki efek menenangkan dengan memperlambat aktivitas otak, dapat menyebabkan kejang, depresi dan denyut jantung tidak teratur.

Stimulan

Ritalin dan Adderall merupakan stimulan yang mempercepat aktivitas otak. Tapi peningkatan ini dalam operasi otak dapat menyebabkan paranoia, kejang, dan masalah jantung ketika obat disalahgunakan.

Overdosis

Mendengus atau menyuntikkan narkoba langsung ke dalam aliran darah dengan lebih cepat, efek negatif lebih kuat pada reseptor otak dan dapat menyebabkan overdosis gejala atau bahkan kematian.

Postingan Lama Beranda