Kamis, 03 Juli 2014

Download lagu John Legend - This Time

John Legend - This Time mp3
Download

Download Lagu - John Legend - All Of Me



John Legend - All Of Me mp3

Membuat Molding (Mal Cetakan) Resin Satu Muka Dengan Silicone Rubber

Fiberglass adalah sebuah product bahan kimia yang disebut resin, untuk tulang penguatnya disebut met atau serat gelas dan sebagai pengeras biasanya ditambahkan bubuk talk, dari semua bahan itu bisa diciptakan atau menduplikasi benda apasaja. Seperti meja, kursi, patung, alat permainan.dsb. Untuk membuat atau menduplikasi benda rumit, maka kita harus memiliki masternya terlebih dahulu. Master ini dapat kita buat dari bahan kayu, resin, fiberglass, plastik, melamin, tanah liat, dan sebagainya.
Langkah pertama membuat barang dari fiberglass kita harus membuat acuan atau cetakan, Pertama-tama siapkan modelnya, bisa dari barang yang sudah jadi misalnya patung porselen atau boneka plastik tetapi bila ingin dari karya sendiri bisa membuat dari kayu atau bahan lempung / tanah liat, bisa juga dari bahan lilin mainan.
Yang perlu disiapkan adalah;
  1. Resin
  2. Katalis 
  3. Met
  4. Silikon rubber 
  5. Lempung / lilin mainan 
  6. pelepas acuan (bisa semir sepatu bisa pengkilap lantai)
  7. Sundip kayu 
  8. Gelas plastik
  9. Timbangan kecil 
  10. Gelas ukuran 
  11. Kape 
  12. Gunting 
  13. Cutter 
  14. Lakban 
  15. Kain lap 
  16. Kwas besar 
  17. Kwas kecil 
  18. kaca (sebagai tataan)
Membuat Acuan / Cetakan  Satu Muka
  1. Pipihkan lilin mainan / tanah liat diatas meja kaca, letakan model diatasnya, beri pagar pembatas keliling kira kira dari model jaraknya 2 cm.
  2. Oleskan pelepas acuan dari semir sepatu / pengkilap lantai dengan kwas kecil ke seluruh model.
  3. Tuang silicone rubber ke dalam gelas plastik uk 240 ml. Tetesi dengan katalis sebanyak 140 tetes. Aduk secara merata. Tuang kedalam model, ratakan dengan sundip kayu. karet akan membeku sekitar 2 - 3 jam.
  4. Setelah karet membeku, siapkan gips kira kira 0,5 kg, campur dengan air, remas dengan tangan, jangan terlalu kental atau encer, kemudian tuang kedalam model secara merata, gips akan mengeras sekitar 15 menit.
  5. Model boleh dilepas sekitar 20 menit kemudian, lepaskan pagar lilin / tanah liatnya, kemudian model dibalik bersihkan semua lilinnya, lepaskan model dari gips, dan karetnya kemudian karet di letakan kembali pada posisinya semula kedalam gips.

Model ditaruh diatas lempengan 
lilin mainan / tanah liat



Pinggiran model diberi pagar lilin, 
kemudian tuang silikone 1 gelas uk. 270 ml. 
dengan 140 tetes katalis


Kira kira 2 jam silikone mulai mengeras, 
3 jam kemudian model di tutup dengan gips 
sebagai penahan bentuk, setelah kering atau gips 
merngeras dalam waktu 15 menit. 
balikan model.dan lepaskan karet dari modelnya


Mencetak / Menuang;
  1. Pertama olesi karet dengan pelepas acuan, kalau ingin melihat hasil cetakan, bisa dicoba dahulu dengan bahan gips. tuang gips yang telah dilarutkan denga air kedalam cetakan. 15 menit setelah mengeras, lepaskan dari cetakan.
  2. Mencetak memakai resin fiber, siapkan resin, katalis, gelas untuk ukuran, talk, met / serat gelas, pengaduk, sundip kayu, cutter, gunting, gelas plastik.
  3. Tuang resin 1/2 gelas campur dengan talk kira kira 1 sendok makan, aduk secara merata, beri sekitar 20 tetes katalis, aduk- tuang sedikit ke acuan, ratakan dengan kwas keseluruh permukaan karet, setelah agak mengental buat adonan lagi, oleskan lagi kemudian beri sobekan met basahi dengan resin sambil ditekan tekan memakai kwas beri lagi sobekan met basahi resin dan tekan sambil di olesi dengan resin. Untuk ketebalannya tergantung kebutuhan kalau bendanya kecil cukup 2-3 kali pelapisan terakhir olesi lagi dengan resin sebagai penutup. Resin akan mengeras sekitar 1 -2 jam.
  4. Setelah keras cetakan bisa dilepas dari acuan, untuk merapikan pinggiran hasil cetakan, bisa digunting atau di sayat dengan cutter.
  5. Hasil akhir bisa di cat.
Demikian, membuat acuan atau cetakan fiberglass satu muka, semoga bermanfaat.

 SUMBER

Silicone Rubber

Ketika kita ingin membuat benda dari resin dimana tidak ada cetakan yang tersedia dipasaran ataupun cetakan tersebut memiliki kerumitan yang lebih tinggi, maka salah satu pilihan yang paling feasible untuk dipilih adalah cetakan dari bahan silicone rubber.
 Bahan Silicone Rubber ini bahan dasarnya adalah karet yang telah diolah sedemikian rupa sehingga dalam keadaan dasar dia bersifat liquid (mengalir), namun dengan penambahan hardener dia akan membeku setelah beberapa saat hingga beberapa hari tergantung konsentrasi pencampurannya. Saat ini yang umum dijual ditoko bahan kimia, ada 2 jenis Silicone Rubber, yaitu Silicone Rubber RTV 585 dan RTV 586. RTV 585 harganya lebih mahal dari RTV 586. Harganya berkisar antara 200 - 300 ribu perkilo beserta hardenernya. Sementara RTV 586 harganya berkisar antara 150 - 200 ribu perkilo. 
 Dari sifatnya, setelah membeku, RTV 585 memiliki sifat lebih padat dan kaku bila dibandingkan RTV 586, sehingga umur pakainya jauh lebih lama daripada RTV 586. Namun, RTV 585 tersebut menggunakan hardener yang bereaksi dengan udara, sehingga bila hardenernya lama tidak digunakan, akan membeku dan kita tidak dapat lagi menggunakan silicone rubber nya, karena hardener dan silicone rubber tersebut dijual sepaket.  Saya sendiri memilih menggunakan RTV 586, karena lebih murah dan lebih tahan disimpan.
Berbeda dengan resin, dalam proses pembekuan silicone rubber tidak menimbulkan panas, Untuk membuat atau menduplikasi benda rumit, maka kita harus memiliki masternya terlebih dahulu. Master ini dapat kita buat dari bahan kayu, resin, fiberglass, plastik, melamin, tanah liat, dan sebagainya. 
Dan untuk membuat molding atau master cetakan menggunakan Silicone Rubber bisa intip disini!!! 
 

Tentang Resin

Resin atau binder merupakan komponen utama dalam cat. Resin berfungsi merekatkan komponen-komponen yang ada dan melekatkan keseluruhan bahan pada permukaan suatu bahan (membentuk film). Resin pada dasarnya adalah polymer dimana pada temperatur ruang (atau temperatur applikasi) bentuknya cair, bersifat lengket dan kental. Ada banyak jenis resin, seperti: Natural Oil, Alkyd, Nitro Cellulose, Polyester, Melamine, Acrylic, Epoxy, Polyurethane, Silicone, Fluorocarbon, Venyl, Cellolosic, dll. Resin dibagi berdasarkan mekanisme mengering atau mengerasnya (pembentukan film).

PENGUAPAN SOLVENT (Lacquer dan Duco)

Mengering atau mengerasnya resin terjadi karena penguapan solvent yang ada. Bahan yang padat akan tertinggal dan menempel merata pada seluruh permukaan bahan yang dicat. Selama solventnya masih ada maka resin ini belum mengeras. Untuk mempercepat proses menguapnya solvent, biasanya dibantu dengan pemanasan.

Resin jenis ini secara alamiah polymer-nya sudah cukup besar sehingga film yang terbentuk sekalipun tidak terjadi reaksi kimia sudah cukup kuat dan padat.

Kecepatan mongering, kualitas rata dan kilap dari permukaan film sangat dipengaruhi oleh pemilihan jenis dan komposisi solventnya. Contoh resin jenis ini adalah Nitro Cellulosa (NC), Cellolose Acetate Butyrate (CAB), Chlorinated Rubber, Acrylic Co-polymer, dll

REAKSI DENGAN UDARA (Varnish dan Syntetic Enamel)

Mengering atau mengeras karena ada reaksi kimia antara komponen udara (oksigen atau air) dengan resin tersebut membentuk molekul-molekul baru yang lebih besar dan saling berikatan satu sama lain.

Resin Alkyd atau Natural Oil (atau kombinasi keduanya) mempunyai ikatan rangkap (tak jenuh) dalam struktur molekulnya, oleh karenanya resin ini bersifat reaktif terhadap oksigen, namun pada temperatur ruang raktifitasnya masih kurang, perlu ditingkatkan reaktifitasnya dengan penambahan katalis (dryer) jika akan dipakai.

Pada resin Prepolymer Polyisocyanate terjadi reaksi "moisture cure" antara gugus fungsional yang reaktif dengan air (kelembaban) di udara.

Ciri utama cat yang mempergunakan Resin jenis ini adalah akan mudah mengeras pada permukaannya (atau mengulit), bila kena udara (terbuka kalengnya cukup lama).

REAKSI POLYMERISASI

Tanpa Katalis (2 Pack Enamel)
Pada suhu ruang, dua pasang resin jenis ini sudah cukup reaktif untuk memulai reaksi, maka pasangan resin jenis ini harus dipisahkan satu sama lain sebelum dipakai, dicampur satu dengan lainnya jika hanya akan digunakan.

Tergolong dalam jenis ini adalah resin Epoxy dengan Polyamide dan Polyol dengan Polyisocyanate. Resin kedua dalam pasangan tersebut, polyamide atau polyisocyanate biasa disebut sebagai "hardener", karena setelah resin ini dicampurkan dengan pasangannya akan terjadi reaksi polymerisasi dimana hasilnya ditandai dengan mengerasnya campuran tersebut.

Dengan Katalis
Karena pasangan dua resin ini tidak cukup reactive, maka perlu ditambahkan katalis untuk memulai reaksinya. Resin jenis ini bisa dicampur dan disimpan dalam satu wadah satu dengan lainnya.

Selama katalis belum dicampurkan maka tidak akan terjadi pengerasan pada bahan-bahan tersebut. Contoh resin ini adalah resin amino (melamine) dan alkyd polyol yang akan bereaksi atau mengeras bila ditambahkan katalis yaitu berupa asam organik atau anorganik.

Panas (Stoving Enamel)
Disamping katalis seperti sudah disebutkan di atas, panas juga biasa digunakan sebagai alat untuk mempercepat reaksi kimia. Contohnya adalah resin amino dan alkyd polyol yang dipakai pada cat jenis stoving (pangggang) pada cat-cat mobil.

Radiasi UV
Beberapa resin tertentu, seperti: Polyester tidak jenuh, bisa bereaksi satu dengan yang lain bila diradiasi dengan sinar UV. Pengeringan dan pengerasan terjadi setelah campuran resin dikenai sinar UV.
Selain dibagi berdasarkan mekanisme pembentukan filmnya, juga bisa dibagi berdasarkan sifat film yang terbentuk, yaitu:
THERMOPLASTIC
Film yang terbentuk dapat dikembalikan ke sifat semula dengan melarutkan ke dalam solvent

THERMOSETING
Film tidak bisa dikembalikan ke komponen asal, karena sudah membentuk ikatan tiga demensi yang kokoh dan kuat
Setiap jenis resin mempunyai banyak sekali type dan turunanya, bahkan kombinasi antara satu resin dengan resin yang lain juga menambah perbendaharaan jenis resin baru. Daya tahan, kekuatan dan karakter cat secara keseluruhan sangat dipengaruhi oleh jenis resin yang dipakai.
Pemilihan resin yang dipakai sangat dipengaruhi oleh banyak pertimbangan diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Pemakaian, jika akan digunakan dengan kuas maka sebaiknya dipakai resin yang secara alami encer dan agak lambat keringnya. Resin yang cocok adalah alkyd dengan kadar oil yang cukup banyak (alkyd long oil). Resin dengan kekentalan tinggi dan cepat kering sangat tidak cocok dipakai untuk pemakain dengan kuas, akan menimbulkan permukaan yang tidak rata setelah cat kering. Begitu juga resin yang encer dan lambat kering sangat tidak cocok untuk pemakaian dengan spray pada permukaan vertical.
  2. Kekuatan, jika dibutuhkan cat dengan daya tahan tinggi terhadap sinar matahari, maka resin yang tepat adalah Acrylic atau Polyurethane, namun jika dibutuhkan cat dengan kekuatan tinggi terhadap kimia, gesekan, benturan, dll namun untuk pemakian di dalam, maka resin Epoxy adalah jawabannya.
  3. Dan pertimbangan-pertimbangan yang lain seperti ongkos/harga, substrat (permukaan bahan yang akan di cat), lingkungan (berair, kering, korosif,…), dan lain-lain.
Beberapa website berikut perlu dikunjungi untuk mendapatkan gambaran lebih jelas tentang resin:
  1. http://resinkatalis.wordpress.com/
  2. http://www.batavindo.co.id/index_products.html
  3. http://www.bayer-ls.com/LS/LSWebCMS.NSF/all/Homepage_EN
  4. http://www.scanz.org.nz/meetings/mtngs00/confer00/binder.htm  
  5. http://www.eastman.com/Product_Information/polymers.asp
  6. http://www.psrc.usm.edu/macrog/epoxy.htm
  7. http://www.huntsman.com/ShowPage.cfm?PageID=2416
  8. http://www.pardic.co.id/
  9. http://www.eterindo.com/ebc.html
  10. http://resinweb.com/directory.php?hk=2
  11. http://www.basf.de/en/produkte/
  12. http://www.lautan-luas.com/
  13. http://www.jana-ksa.net/products.html
SUMBER

Bahan Dasar Pembuatan Fiberglass

1. Resin
Resin adalah bahan kimia yang berbentuk cair, menyerupai minyak goreng, tetapi agak kental. Jenis resin bermacam-macam. Untuk bahan aksesoris fiberglass, umumnya menggunakan resin bening atau resin butek. Resin bening, biasanya digunakan untuk bentuk yang menonjolkan kebeningannya, seperti untuk aksesoris visor, kap lampu dll sebagai pengganti mika, namun penggunaan resin bening yang ada dipasaran untuk pengganti mika, masih belum menghasilkan kualitas yang memuaskan. Sedangkan resin jenis butek lebih banyak digunakan untuk pembuatan aksesoris, disamping harganya murah, resin ini dapat dengan mudah dibeli di toko-toko kimia.


2. Katalis

Cairan ini bisa dibilang pendamping setia resin, cairan ini biasanya berwarna bening dan berbau agak sengak. Cairan ini berfungsi untuk mempercepat proses pengerasan adonan fiber, semakin banyak katalis maka akan semakin cepat adonan mengeras tetapi hasilnya kurang bagus. Cairan ini jika mengenai kulit akan terasa panas, seperti cairan air zuur.


3. Kalsium Karbonat

Bahan berbentuk bubuk putih yang menyerupai terigu ini berfungsi sebagai pengental adonan fiberglass utama (resin, katalis dll). Semakin banyak campuran Kalsium Karbonat pada adonan, maka hasil fiberglass akan menjadi lebih tebal dan berat. Bahan ini dapat diganti dengan Talc, tetapi warna Talc agak lebih gelap. Tetapi saya belum menemukan perbedaan yang signifikan penggunaan Talc & Kalsium Karbonat.


4. Met/Matt

Met merupakan bahan serat kaca. Bahan ini berfungsi sebagai serat penguat dari adonan fiberglass ketika akan dicetak, agar hasilnya menjadi lebih kuat dan tidak mudah pecah. Bentuk met bermacam-macam, ada yang mirip bihun, kain, karung dan sarang lebah. Tetapi yang banyak dijumpai dipasaran adalah yang berbentuk seperti bihun.



5. Kobalt (Cobalt Blue)

Kobalt adalah bahan kimia yang berbentuk cair, berwarna biru mirip tinta dan mempunyai aroma tidak sedap. Cairan ini digunakan untuk tambahan campuran adonan resin & katalis, agar adonan lebih merekat pada met dan mempercepat pengerasan adonan fiber. Terlalu banyak menambahkan Kobalt dapat mengakibatkan hasil fiber yang getas (rapuh).


6. Wax (Mold Release)

Bahan ini sepintas mirip mentega/keju ketika masih di dalam wadahnya. Berfungsi sebagai pelicin pada tahap pencetakan yang menggunakan mal/molding, agar antara molding dengan hasil cetakan tidak saling merekat, sehingga dengan mudah dapat dilepaskan.
 
 

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda