Resin atau binder merupakan komponen utama dalam cat. Resin
berfungsi merekatkan komponen-komponen yang ada dan melekatkan
keseluruhan bahan pada permukaan suatu bahan (membentuk film). Resin
pada dasarnya adalah polymer dimana pada temperatur ruang (atau
temperatur applikasi) bentuknya cair, bersifat lengket dan kental. Ada
banyak jenis resin, seperti: Natural Oil, Alkyd, Nitro Cellulose,
Polyester, Melamine, Acrylic, Epoxy, Polyurethane, Silicone,
Fluorocarbon, Venyl, Cellolosic, dll. Resin dibagi berdasarkan mekanisme
mengering atau mengerasnya (pembentukan film).
PENGUAPAN SOLVENT (Lacquer dan Duco)
Mengering atau mengerasnya resin terjadi karena penguapan solvent yang
ada. Bahan yang padat akan tertinggal dan menempel merata pada seluruh
permukaan bahan yang dicat. Selama solventnya masih ada maka resin ini
belum mengeras. Untuk mempercepat proses menguapnya solvent, biasanya
dibantu dengan pemanasan.
Resin jenis ini secara alamiah polymer-nya sudah cukup besar sehingga
film yang terbentuk sekalipun tidak terjadi reaksi kimia sudah cukup
kuat dan padat.
Kecepatan mongering, kualitas rata dan kilap dari permukaan film sangat
dipengaruhi oleh pemilihan jenis dan komposisi solventnya. Contoh resin
jenis ini adalah Nitro Cellulosa (NC), Cellolose Acetate Butyrate (CAB),
Chlorinated Rubber, Acrylic Co-polymer, dll
REAKSI DENGAN UDARA (Varnish dan Syntetic Enamel)
Mengering atau mengeras karena ada reaksi kimia antara komponen udara
(oksigen atau air) dengan resin tersebut membentuk molekul-molekul baru
yang lebih besar dan saling berikatan satu sama lain.
Resin Alkyd atau Natural Oil (atau kombinasi keduanya) mempunyai ikatan
rangkap (tak jenuh) dalam struktur molekulnya, oleh karenanya resin ini
bersifat reaktif terhadap oksigen, namun pada temperatur ruang
raktifitasnya masih kurang, perlu ditingkatkan reaktifitasnya dengan
penambahan katalis (dryer) jika akan dipakai.
Pada resin Prepolymer Polyisocyanate terjadi reaksi "moisture cure"
antara gugus fungsional yang reaktif dengan air (kelembaban) di udara.
Ciri utama cat yang mempergunakan Resin jenis ini adalah akan mudah
mengeras pada permukaannya (atau mengulit), bila kena udara (terbuka
kalengnya cukup lama).
REAKSI POLYMERISASI
Tanpa Katalis (2 Pack Enamel)
Pada suhu ruang, dua pasang resin jenis ini sudah cukup reaktif untuk
memulai reaksi, maka pasangan resin jenis ini harus dipisahkan satu sama
lain sebelum dipakai, dicampur satu dengan lainnya jika hanya akan
digunakan.
Tergolong dalam jenis ini adalah resin Epoxy dengan Polyamide dan Polyol
dengan Polyisocyanate. Resin kedua dalam pasangan tersebut, polyamide
atau polyisocyanate biasa disebut sebagai "hardener", karena setelah
resin ini dicampurkan dengan pasangannya akan terjadi reaksi
polymerisasi dimana hasilnya ditandai dengan mengerasnya campuran
tersebut.
Dengan Katalis
Karena pasangan dua resin ini tidak cukup reactive, maka perlu
ditambahkan katalis untuk memulai reaksinya. Resin jenis ini bisa
dicampur dan disimpan dalam satu wadah satu dengan lainnya.
Selama katalis belum dicampurkan maka tidak akan terjadi pengerasan pada
bahan-bahan tersebut. Contoh resin ini adalah resin amino (melamine)
dan alkyd polyol yang akan bereaksi atau mengeras bila ditambahkan
katalis yaitu berupa asam organik atau anorganik.
Panas (Stoving Enamel)
Disamping katalis seperti sudah disebutkan di atas, panas juga biasa
digunakan sebagai alat untuk mempercepat reaksi kimia. Contohnya adalah
resin amino dan alkyd polyol yang dipakai pada cat jenis stoving
(pangggang) pada cat-cat mobil.
Radiasi UV
Beberapa resin tertentu, seperti: Polyester tidak jenuh, bisa bereaksi
satu dengan yang lain bila diradiasi dengan sinar UV. Pengeringan dan
pengerasan terjadi setelah campuran resin dikenai sinar UV.
Selain dibagi berdasarkan mekanisme pembentukan filmnya, juga bisa dibagi berdasarkan sifat film yang terbentuk, yaitu:
THERMOPLASTIC
Film yang terbentuk dapat dikembalikan ke sifat semula dengan melarutkan ke dalam solvent
THERMOSETING
Film tidak bisa dikembalikan ke komponen asal, karena sudah membentuk ikatan tiga demensi yang kokoh dan kuat
Setiap jenis resin mempunyai banyak sekali type dan turunanya, bahkan
kombinasi antara satu resin dengan resin yang lain juga menambah
perbendaharaan jenis resin baru. Daya tahan, kekuatan dan karakter cat
secara keseluruhan sangat dipengaruhi oleh jenis resin yang dipakai.
Pemilihan resin yang dipakai sangat dipengaruhi oleh banyak pertimbangan diantaranya adalah sebagai berikut:
- Pemakaian, jika akan digunakan dengan kuas maka sebaiknya dipakai
resin yang secara alami encer dan agak lambat keringnya. Resin yang
cocok adalah alkyd dengan kadar oil yang cukup banyak (alkyd long oil).
Resin dengan kekentalan tinggi dan cepat kering sangat tidak cocok
dipakai untuk pemakain dengan kuas, akan menimbulkan permukaan yang
tidak rata setelah cat kering. Begitu juga resin yang encer dan lambat
kering sangat tidak cocok untuk pemakaian dengan spray pada permukaan
vertical.
- Kekuatan, jika dibutuhkan cat dengan daya tahan tinggi terhadap
sinar matahari, maka resin yang tepat adalah Acrylic atau Polyurethane,
namun jika dibutuhkan cat dengan kekuatan tinggi terhadap kimia,
gesekan, benturan, dll namun untuk pemakian di dalam, maka resin Epoxy
adalah jawabannya.
- Dan pertimbangan-pertimbangan yang lain seperti ongkos/harga,
substrat (permukaan bahan yang akan di cat), lingkungan (berair, kering,
korosif,…), dan lain-lain.
Beberapa website berikut perlu dikunjungi untuk mendapatkan gambaran lebih jelas tentang resin:
- http://resinkatalis.wordpress.com/
- http://www.batavindo.co.id/index_products.html
- http://www.bayer-ls.com/LS/LSWebCMS.NSF/all/Homepage_EN
- http://www.scanz.org.nz/meetings/mtngs00/confer00/binder.htm
- http://www.eastman.com/Product_Information/polymers.asp
- http://www.psrc.usm.edu/macrog/epoxy.htm
- http://www.huntsman.com/ShowPage.cfm?PageID=2416
- http://www.pardic.co.id/
- http://www.eterindo.com/ebc.html
- http://resinweb.com/directory.php?hk=2
- http://www.basf.de/en/produkte/
- http://www.lautan-luas.com/
- http://www.jana-ksa.net/products.html
SUMBER