Kamis, 03 Juli 2014

Cara Membuat Pasta Extender Sendiri

Pasta atau Tinta Externder disebut JUGA Tinta Medium yang berbasis air, pasta ini biasa dipakai pada jenis kain warna terang, proses penyablonannya dimulai dari warna gelap dulu dan selanjutnya ke warna terang.
Extender apabila telah di campur dengan pewarna maka tidak bisa tahan lama, tanda kerusakan adalah pasta mulai mencair, apabila dipakai akibatnya akan luntur.
Bahan untuk membuat Paste Externder :
  1. BINDER = 1/2 LITER
  2. EMULSIFIR = SECUKUPNYA
  3. MINYAK TANAH / TERPIN = 1 LITER
  4. AIR = 1 LITER
  5. FIXS = 5 CC
  6. PRINTOL = 10 CC
 
Cara Membuat :
  1. Tuang BINDER kedalam wadah plastik (ember)
  2. Masukkan MINYAK TANAH / TERPIN 
  3. Sambil diaduk tuang sedikit demi sedikit EMULSIFIR aduk apabila belum mengental tambah lagi sedikit, hingga mendapatkan kekentalan yang dibutuhkan.. 
  4. Sambil diaduk tuang AIR  kemudian masukkan FIXS dan PRINTOL.
nah sekarang siap untuk dipakai. 
 

Cat Plastisol

Plastisol adalah jenis tinta tekstil yang berbasis minyak, terbuat dari bahan resin PVC dan Plasticizer. tinta ini sangat mudah digunakan karena tinta tidak akan kering pada saat penyablonan sehingga bisa dilakukan oleh siapapun tanpa khawatir tinta akan kering dipermukaan screen.

Karena tinta tidak akan kering pada suhu ruangan, maka dibutuhkan alat pengering khusus yaitu dengan infra red curing, yang intinya tinta ini akan kering jika dipanaskan dengan bara api, yang jadi masalah dari mana sumber panas tersebut, ya kalau ada dananya sih tinggal beli aja infra red curing yang sudah jadi. tapi tidak semua dari kita mampu beli alat tersebut, yang pada saat pertama kali alat ini keluar, harganya bisa mencapai 20 jutaan, meskipun sekarang harga sudah turun drastis, dan ada juga buatan lokal yang lebih murah. padahal kalau kita jeli membaca peluang bisa saja kita beli alatnya lalu kita terima makloon curing infrared, lumayan kan.

Sebenarnya kalau kita mau sedikit berinovasi banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mengatasi masalah pengeringan tinta plastisol tersebut antara lain:: gunakan oven listrik meskipun spacenya terbatas, selain itu bisa juga kta bikin rangkaian dengan kawat wolfram. tapi biasanya kalau pakai tenaga listrik lumayan juga makan watt-nya. kalau khawatir biaya listrik jadi besar, bisa kita gunakan gas dengan stove khusus yang tidak mengeluarkan lidah api tapi berupa bara, lebih hemat kan! tetapi cara apapun yang digunakan harap selalu berhati-hati.

Tinta plastisol akan kering pada suhu 110 DC untuk Flash Curing artinya untuk pengeringan cepat hanya pada permukaannya, hal ini dilakukan jika kita akan melakukan penyablonan dengan beberapa warna. dan tinta ini akan kering total pada suhu 160 DC.

A. Jenis Tinta Plastisol  
ada beberapa jenis tinta plastisol yang dapat kita gunakan sesuai dengan kebutuhan, antara lain:
  1. Color Mixing System, tinta jenis ini terdiri dari beberapa warna yangdapat dicampur (mix) satu sama lain untuk menghasilkan warna tertentu, jadi kita cukup menyediakan 5 warna primer (putih, hitam, merah, kuning dan biru) yang dapat kita campur untuk mendapatkan warna tertentu. disamping itu tinta jenis ini juga menyediakan tinta fluorescent (transparant) dalam warna merah, kuning, biru, pink dan ungu.
  2. Process Inks, tinta jenis ini digunakan untuk sablon sparasi (realistic photo) dimana penyablonan dapat dilakukan dengan cara wet on wet (basah timpa basah). tinta ini terdiri dari warna Cyan, Magenta, Yellow, dan Black.
  3. Tinta Putih, yang dapat digunakan sebagai tinta dasar (underbase), atau digunakan khusus untuk sablonan warna putih
  4. Tinta Clear, tinta ini berwarna bening, sangat cocok untuk disablonkan diatas warna lain atau digunakan sebagai media glitter, metalic,caviar beads,dll
B. Additive  
Untuk mendapatkan hasil sablon yang lebih maksimal dibutuhkan beberapa addtive, antara lain:
  1. Reducer bening/putih yang berfungsi sebagai pengencer tinta plastisol
  2. Powder pengental, untuk mengentalkan tinta
  3. Pelembut tinta, sangat baik untuk sablon wet on wet
  4. Flash additive, untuk menurunkan temperatur flash curing
  5. Transfer powder, sebagai lem untuk sablon dengan teknik transfer HD additive, adalah untuk sablon cetak tinggi (high density) dengan hasil sablonan sisi rata

C. Screen
Karena tinta plastisol adalah tinta berbasis minyak (solvent base) maka tintanya cenderung memiliki tekstur yang lebih lembut sehingga screen yang cocok digunakan adalah: 
  1. T.54,T.61,S.83 Digunakan untuk sablon High Density, S.83 sangat baik digunakan karena tinta akan turun dengan maksimal 
  2. T.61 untuk sablon Clear 
  3. T.77 untuk sablon sedang 
  4. T.120 untuk sablon sparasi (realistic photo)
SUMBER

Cara Membuat Tinta Plastisol Sendiri

Pada dasarnya cara kerja tinta plastisol adalah membuat plastic PVC yang terdispersi dalam plasticizer menjadi matang dengan melakukan sebuah reaksi sambung silang (cross linking). Bahan yang biasa dipakai sebagai cross linker adalah peroksida organik, misalnya Dicumyl peroxide (DCP). DCP ini di-dekomposisi-kan untuk menghasilkan radikal aktif yang membuat terjadinya reaksi sambung silang polimer PVC. Temperatur yang dibutuhkan agar DCP terdekomposisi ada di kisaran 140 ̊C 200 ̊C. Itulah sebabnya mengapa Plastisol membutuhkan suhu yang cukup tinggi agar matang sempurna.

Resin PVC yang digunakan dalam perekat plastisol biasanya merupakan campuran antara jenis suspensi dan dispersi. Resin PVC (dalam bentuk bubuk halus) ini didispersikan ke dalam plasticizer (berbentuk cairan agak kental). Dalam formulasi plastisol, plasticizer sama pentingnya dengan PVC resin. Plasticizer akan menentukan karakter rheologi plastisol dalam bentuk pasta dan sifat fisis setelah terjadi curing. Sifat sifat tersebut akan tergantung dari konsentrasi dan jenis plsticizer yang digunakan dalam formulasi. Plasticizer yang umum dipakai dalam plastisol adalah jenis pthalat (DOP atau DBP). Selain itu masih dibutuhkan beberapa aditif lain untuk mendapat karakter plastisol yang diinginkan.

Berikut ini formula yang bisa Anda pakai untuk memulai percobaan membuat tinta plastisol putih (jenis color mixing system). Formulasi ini hanya sekedar formulasi dasar yang harus Anda modifikasi sendiri untuk mendapat hasil yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Tinta Plastisol Putih (color mixing system):

    1  Resin PVC suspension grade (SG-5):50 gram
    2  Resin PVC dispersion grade:200 gram
    3  Titanium dioksida (TiO2):250 gram
    4  DOP/DBP:400 gram
    5  Zinc Oxide:10 gram
    6  Stearic acid:10 gram
    7  Calcium carbonate:50 gram
    8  Dicumyl Peroxide (DCP) :20 gram

Prosedur:

Pengerjaan pencampuran pasta plastisol ini sangat optimal jika dilakukan dengan mixing pada suhu sekitar 70 ̊C, silahkan sesuaikan peralatan Anda.
  1. Masukkan DOP pada bejana stainless, sambil diaduk pelan tambahkan Titanium dioksida. Naikan kecepatan mixer, aduk 2 jam dengan high speed (1.500 - 2.000 rpm) hingga partikel titan menjadi halus.
  2. Sambil terus diaduk tambahkan resin PVC sedikit demi sedikit sampai tercampur merata (gunakan pemanasan suhu 70 ̊C) hingga terbentuk pasta yang lembut.
  3. Turunkan kecepatan mixer menjadi medium speed (500 rpm)
  4. Tambahkan berturut-turut kalsium, zinc oxide, stearic acid dan DCP.
  5. Aduk hingga rata sempurna.

Keterangan:
  1. Kekentalan pasta dapat disesuaikan dengan menambahkan atau mengurangi komposisi DOP.
  2. Jumlah DOP berpengaruh pada kelenturan hasil akhir.
  3. Tingkat kekerasan dan tingkat kekeringan hasil akhir dapat disesuaikan dengan mengatur jumlah DCP.
  4. Untuk membuat warna lain tinggal ganti titan dengan pigmen warna.
  5. Anda juga bisa menggunakan liquid colorant dyestuff utk memperoleh warna transparan.
  6. Untuk menekan harga, dapat memperbesar komposisi kalsium dalam jumlah tertentu, tetapi semakin besar jumlah kalsium maka kualitas hasil akhir akan menurun.
SUMBER

Membuat Sendiri Obat Afdruk Sablon

Mau membuat sendiri obat afdruk sablon seperti Ulano, Autosol ?!... Bisa, obat afdruk sablon  berbentuk pasta yang diberi warna hijau, biru atau ungu. dengan kekentalan tertentu yang disertai cairan berwarna kuning secara terpisah, disebut Sensitizer (yang membuat peka cahaya). Biasanya dikemas dalam botol berisi 200 gram.  Didalam satu kotak kemasan terdapat satu botol berisi emulsi atau pasta dan sebotol kecil Sensitizer. dengan harga lebih kurang Rp. 15.000,- bisa untuk 10 Screen ukuran 40X60 cm, 120 T.
Kalau kebutuhannya sedikit lebih baik beli saja tidak ribet. Tetapi kalau kita usaha sablon dalam skala besar, mungkin perlu untuk membuat sendiri. Terutama yang sering ganti desain, sering menghapus screen pasti pemakaian obat afdruk yang dibutuhkan banyak, oleh sebab itu untuk menghemat biaya kita perlu untuk membuat obat afdruk sendiri.
Bahan yang dibutuhkan:
  1. PVA atau PoliVinyl Alcohol
  2. Chromatin Bichromat
  3. Panci untuk masak air
  4. Pengaduk dari kayu
  5. Pewarna
PVA atau PoliVinyl Alcohol
Bahan baku utama yang digunakan dalam pembuatan PoliVinyl Alcohol adalah Monomer Vinil Asetat.
PVA banyak digunakan untuk:
  1. Lem kertas PVA
  2. Tekstil
  3. Pelapis kertas
  4. Lem untuk kemasan
  5. Lapisan untuk Transfer Paper
  6. Pencampur pada larutan tetes mata
  7. Penguat pada Semen beton
  8. Campuran Ice cream
  9. Campuran penguat pada Coklat
  10. Campuran pada tablet
Membuat Emulsi
kita campur air dengan PVA, banyaknya bagian air menentukan kekentalan emulsi dan untuk mendapatkan kekentalan yang mendekati kekentalan emulsi obat afdruk yang biasa kita beli, harus dicoba dengan cara ditimbang  dengan perbandingan Air dengan PVAadalah 3 : 1
Masukkan campuran air dan PVA di Panci, letakkan diatas api yang sedang sambil diaduk terus sampai kristal PVA larut semua. Kemudian kita dinginkan, baru dilihat kekentalannya. Karena semakin dingin semakin kental. Campurkan pewarna. Bisa memakai pewarna makanan atau pewarna pasta dengan air. Bukan Sumba. Setelah kekentalan cukup dan sudah dingin bisa di kemas.
Membuat Sensitizer
Sensitizer adalah cairan yang peka cahaya, bahan yang dipakai adalah Chromatin Bichromat dicampur air hangat kira-kira perbandingan air banding bubuk Chromatin = 3 : 1.  sampai larut. Kalau setelah dicampur dan diaduk masih belum larut semua berarti airnya harus ditambah lagi, dengan komposisi bisa 4 : 1.  Dan warnanya kuning bening seperti botol kecil pada gambar diatas.
Setelah kedua campuran sudah jadi, kita bisa mulai memasukkan dalam kemasan, siap untuk dipakai sendiri atau dijual. Cara pakainya sama kalau kita memakai Ulano atau merk lainnya.
Selamat mencoba.
 

Jenis Bahan Kain Kaos

Bahan dasar dalam pembuatan kain kaos yang umum terdapat di pasaran ada beberapa macam, diantaranya adalah Cotton Combed, Cotton Carded, CVC, TC, PE, Hyget. Jenis bahan kaos ini umumnya digunakan untuk kaos oblong. Untuk kaos berkerah atau kaos polo (polo shirt) bahan yang digunakan adalah cotton pique atau lacoste. Sedangkan untuk jaket, jumper, atau hoodie, biasanya digunakan bahan fleece atau terry.
Jika Anda mengutamakan kenyamanan, pastikan menggunakan kaos yang menggunakan bahan 100% katun. Bahan kaos seratus persen katun (100% cotton) adalah bahan kaos yang 100 % terbuat dari serat kapas alam. Bahan kaos katun ini memiliki karakteristik bahan yang relatif halus, dingin, nyaman dipakai, dan menyerap keringat, sehingga sangat cocok dipakai di wilayah beriklim tropis seperti indonesia.


Jenis-jenis bahan kaos:

1. 100% COTTON COMBED (20s, 24s, 30s)
Bahan katun combed terbuat murni 100% dari serat kapas alami. Bahan combed berkarakteristik memiliki tekstur yang halus, dingin, nyaman, dan menyerap keringat, sehingga sangat nyaman dan cocok dipakai di Negara tropis seperti Indonesia. Kain Combed memiliki serat benang yang lebih halus dan rata sehingga penampilannya akan menjadi lebih halus, rata dan rapih. Ada beberapa jenis kain combed yang ada di pasaran. Hal ini dibedakan berdasarkan jenis benang yang digunakan serta setting gramasinya (gr/m2). Ada combed 20s, 24s, 30s. hal yang membedakan adalah ketebalan kain combed. Kain 20s memiliki ketebalan yang paling tebal, sedangkan combed 30s memiliki ketebalan yang paling tipis. Kain Combed 20s merupakan kain yang paling banyak dipakai dan menjadi favorit kaos distro karena selain kenyamanan ketika digunakan, harganya juga tidak mahal.

2.100% COTTON CARDED (20s, 30s)
Dibandingkan dengan kain combed, kain cotton cardet memiliki serat benang yang kurang halus. Kain cardet merupakan kain KW1 nya kain combed sehingga Hasil rajutan dan penampilan bahan kurang halus dan kurang rata. karena harganya relatif lebih murah dibandingkan cotton combed, bahan cotton cardet sering digunakan untuk kaos-kaos dengan target pasar kelas menengah, misalnya untuk kaos pabrik, seragam buruh, dan juga kaos oblong olahraga.

3. POLYESTER dan PE
Polyester sesuai namanya, merupakan bahan serat sintetis yang terbuat dari bahan ester (dalam hal ini hasil sampingan minyak bumi dan dibuat bahan berupa serat fiberpoly). Dibandingkan katun, kain jenis ini lebih tipis, agak kasar, dan tidak bisa menyerap keringat sehingga sangat panas ketika dipakai.

4. TC (TETERON COTTON)
Seiring dengan kemajuan teknologi, terpengaruh juga teknologi pengolahan bahan kain. Banyak bahan kain hasil dari penggabungan katun dan Polyester, salah satunya adalah TC. Jenis bahan ini merupakan campuran dari 35% cotton combed dan 65% polyester. TC ini seperti PE, terasas panas ketika memakainya karena kurang bisa menyerap keringat. Namun kelebihannya bahan ini lebih tahan kusut, dan tidak mudah melar meski sudah lama dipakai.

5. CVC ( COTTON VISCOSE)
Jenis bahan ini adalah campuran dari 55% Cotton Combed dan 45% Viscose. Kelebihan dari bahan ini adalah tingkat shrinkage-nya (susut pola) lebih kecil dari bahan Cotton. Jenis bahan ini juga bersifat menyerap keringat. Viscose biasa juga disebut rayon. Sebuah bahan serat sintesa celulosa organic (buatan manusia) yang biasa digunakan sebagai bahan kain. Teksturnya memiliki kesamaan dengan tekstur kapas. Viscose biasanya digunakan untuk menambahkan kenyamanan pada serat sintesis dan juga menambah kecerahan warna. Serat Viscose mempunyai tahanan kelembaban yang lebih tinggi, kecemerlangan warna yang lebih baik dan lebih lembut dibanding kapas. Namun kain ini terkesan mewah, sehingga harganya mahal dan jarang tersedia di pasaran.

6. HYGET
Jenis bahan ini terbuat dari plastic dan sangat tipis, oleh karena itu harganya sangat murah. Namun bahan ini, bisa dibilang kurang layak dan nyaman untuk dijadikan kaos. Biasanya pembuatan kaos dengan bahan ini dilakukan jika ingin membuat kaos dengan jumlah massal tetapi dana yang tersedia tidak terlalu banyak. Bahan ini banyak digunakan untuk keperluan kampanye partai.


Jenis rajutan bahan kaos:

1. SINGLE KNITT
Pengertian teknisnya adalah rajutan jarum single. Penggunaan bahan kaos hanya satu permukaan saja, artinya kaos tidak bisa digunakan dibolak-balik (2 permukaan). Jenis rajutan rapat, bahan padat, kurang lentur (stratching). Sebagian besar produk kaos yang ada di pasaran adalah memakai jenis rajutan Single Knitt.

2. DOUBLE KNITT
Sebutan lainnya adalah interlock. Pengertian teknisnya adalah rajutan Jarum Double sehingga bahan kaos bisa digunakan bolak-balik (atas bawah tidak masalah). Jenis rajutan tidak rapat, bahan kenyal, lembut, dan lentur. Produk kaos yang biasa memakai rajutan jenis ini adalah pakaian untuk bayi dan anak-anak.

3. PIQUE ATAU LACOSTE
Pengertian teknisnya adalah rajutan dengan texture / corak atau motif. Penggunaan tidak bisa dibolak-balik. Jenis rajutan bertexture, bulat, kotak, atau menyerupai segitiga kecil-kecil. Sebagian orang ada yang menyebut bahan ini Cuti, dan hanya lazim digunakan untuk Polo Shirt atau Kaos Kerah. Sama seperti combed, kain pique/lacoste di pasaran dapat dibedakan berdasarkan bahan dasarnya (cotton, cvc, polyseter), jenis benangnya (20′s, 30′s), serta corak rajutannya.

4. STRIPER ATAU YARN DYE
Pengertian teknisnya adalah rajutan kombinasi benang warna (Yarn Dye). Penggunaan tidak bisa di bolak-balik. Jenisnya bisa Single Knitt maupun Double Knitt. Finishing harus openset / belah. Orang awam menyebut bahan ini dengan sebutan bahan salur / warna-warni. Biasa digunakan untuk produk kaos dewasa (Pria, Wanita, T-Shirt, maupun Polo Shirt).

5. DROP NEEDLE
Pengertian teknisnya adalah rajutan dengan variasi cabut jarum. Penggunaannya bisa di bolak-balik. Jenis rajutan texture garis lurus vertikal, lembut, dan lentur. Produk kaos ini banyak digunakan untuk Rib Leher (T-Shirt), Ladies T-Shirt Body Fit, dan kaos singlet.

Jenis benang untuk bahan kaos:

1. BENANG 20S.
Biasanya dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 180 sampai dengan 220 gram/m2 untuk jenis rajutan Single Knitt.

2. BENANG 24S
iasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 170 sampai dengan 210 gram/m2 untuk jenis rajutan Single Knitt.

3. BENANG 30S
Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 140 sampai dengan 160 gram/m2 untuk jenis rajutan Single Knitt atau Gramasi 210 sampai dengan 230 gram/m2 untuk jenis rajutan Double Knitt.

4. BENANG 40 S
Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 110 sampai dengan 120 gram/m2 untuk jenis rajutan Single Knitt atau Gramasi 180 sampai dengan 200 gram/m2 untuk jenis rajutan Double Knitt.
 
 

Digital Painting Menggunakan CorelDRAW

Dikerjakan dengan : CorelDRAW X4
Fitur yang digunakan : Artistic Media tool

Gambar digital painting ala CorelDRAW yang akan dibuat hasil akhir seperti gambar dibawah ini :


Buka CorelDRAW
Masukkan atau Import Gambar, sebagai contoh (disini saya menggunakan foto Prisia Nasution dari poster film Sang Penari)


LANGKAH 1 : MEMBUAT SKETSA
Pilih Artistic Media Tool (shortcut : I), preset, atur parameternya
Atur warna dan outline, klik di tempat kosong (tanpa memilih obyek)
a. Klik kiri warna hitam sampai muncul kotak dialog (Uniform Fill), klik OK. warna bisa sesuai keinginan.
b. Klik kanan pada kotak warna kosong (x), sampai muncul kotak dialog (Outline Color), klik OK.
Kita mulai proses tracing. Tehnik seperti saat kita menggunakan pensil waktu kita menggambar. Besarkan foto contoh sampai ukuran preset sesuai (tidak terlalu besar/tidak terlalu kecil). Saya mulai menggambar bagian mata dan alis.
Semakin besar reolusi foto contoh, semakin memudahkan kita dalam proses ini. Gambar akan semakin detail.
Saya lanjutkan dengan proses menggambar hidung dan bibir.
Untuk garis-garis wajah atau garis kerutan kita bisa tabahkan sesuai keinginan dan tergantung dari tiap-tiap individu.
Saya lanjutkan dengan menggambar bagian-bagian terluar secara keseluruhan.
 Proses untuk rambut. Disini mulai melakukan seperti proses mengarsir. Gambar bagian gelap terlebih dahulu.
Setelah dirasa cukup, masih tetap dalam proses rambut, dengan mengambil warna yang lebih terang dari warna pertama lakukan pengarsiran untuk bagian rambut yang belum terarsir.
warna pertama
warna selanjutnya

 *Pemilihan warna sesuai dengan keinginan.
Hasil akhir dari proses sketsa.
LANGKAH 2 : PEWARNAAN
Pada langkah ini pilih Artistik Media Tool (I), pilih Brush, atur.
PENTING :
Sebelum proses pewarnaan, group (Shortcut : Ctrl+G) semua hasil dari proses pertama (sketsa).
Besarkan ukuran Brush dan lakukan proses seperti mewarnai diatas hasil sketsa. disini saya mulai dengan warna kulit. Jangan takut hasil brush melewati sketsa yang sudah jadi.
Group hasil dari brush, letakkan dibawah hasil sketsa (Order: Back of Layer atau tekan Shortcut: Shift+PageDown), warnai sesuai dengan keinginan.
Untuk menambah kesan gelap terang tambahkan pewarnaan pada bagian yang lebih gelap dengan panduan foto yang ada. Berapa perbedaan warna? sekali lagi sesuai keinginan.
Kalau sudah dirasa cukup, lakukan hal yang sama pada bagian yang membutuhkan pewarnaan.
Semoga Bermanfaat...Selamat mencoba !!!
Download Vector format CorelDRAW (file gede banget 5.1mb.... soalnya file original, asli goresan brush dengan Artistic Media tool)
Download File Tutorial format PDF, bisa untuk belajar sambil offline

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda