Kamis, 03 Juli 2014

Cat Plastisol

Plastisol adalah jenis tinta tekstil yang berbasis minyak, terbuat dari bahan resin PVC dan Plasticizer. tinta ini sangat mudah digunakan karena tinta tidak akan kering pada saat penyablonan sehingga bisa dilakukan oleh siapapun tanpa khawatir tinta akan kering dipermukaan screen.

Karena tinta tidak akan kering pada suhu ruangan, maka dibutuhkan alat pengering khusus yaitu dengan infra red curing, yang intinya tinta ini akan kering jika dipanaskan dengan bara api, yang jadi masalah dari mana sumber panas tersebut, ya kalau ada dananya sih tinggal beli aja infra red curing yang sudah jadi. tapi tidak semua dari kita mampu beli alat tersebut, yang pada saat pertama kali alat ini keluar, harganya bisa mencapai 20 jutaan, meskipun sekarang harga sudah turun drastis, dan ada juga buatan lokal yang lebih murah. padahal kalau kita jeli membaca peluang bisa saja kita beli alatnya lalu kita terima makloon curing infrared, lumayan kan.

Sebenarnya kalau kita mau sedikit berinovasi banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mengatasi masalah pengeringan tinta plastisol tersebut antara lain:: gunakan oven listrik meskipun spacenya terbatas, selain itu bisa juga kta bikin rangkaian dengan kawat wolfram. tapi biasanya kalau pakai tenaga listrik lumayan juga makan watt-nya. kalau khawatir biaya listrik jadi besar, bisa kita gunakan gas dengan stove khusus yang tidak mengeluarkan lidah api tapi berupa bara, lebih hemat kan! tetapi cara apapun yang digunakan harap selalu berhati-hati.

Tinta plastisol akan kering pada suhu 110 DC untuk Flash Curing artinya untuk pengeringan cepat hanya pada permukaannya, hal ini dilakukan jika kita akan melakukan penyablonan dengan beberapa warna. dan tinta ini akan kering total pada suhu 160 DC.

A. Jenis Tinta Plastisol  
ada beberapa jenis tinta plastisol yang dapat kita gunakan sesuai dengan kebutuhan, antara lain:
  1. Color Mixing System, tinta jenis ini terdiri dari beberapa warna yangdapat dicampur (mix) satu sama lain untuk menghasilkan warna tertentu, jadi kita cukup menyediakan 5 warna primer (putih, hitam, merah, kuning dan biru) yang dapat kita campur untuk mendapatkan warna tertentu. disamping itu tinta jenis ini juga menyediakan tinta fluorescent (transparant) dalam warna merah, kuning, biru, pink dan ungu.
  2. Process Inks, tinta jenis ini digunakan untuk sablon sparasi (realistic photo) dimana penyablonan dapat dilakukan dengan cara wet on wet (basah timpa basah). tinta ini terdiri dari warna Cyan, Magenta, Yellow, dan Black.
  3. Tinta Putih, yang dapat digunakan sebagai tinta dasar (underbase), atau digunakan khusus untuk sablonan warna putih
  4. Tinta Clear, tinta ini berwarna bening, sangat cocok untuk disablonkan diatas warna lain atau digunakan sebagai media glitter, metalic,caviar beads,dll
B. Additive  
Untuk mendapatkan hasil sablon yang lebih maksimal dibutuhkan beberapa addtive, antara lain:
  1. Reducer bening/putih yang berfungsi sebagai pengencer tinta plastisol
  2. Powder pengental, untuk mengentalkan tinta
  3. Pelembut tinta, sangat baik untuk sablon wet on wet
  4. Flash additive, untuk menurunkan temperatur flash curing
  5. Transfer powder, sebagai lem untuk sablon dengan teknik transfer HD additive, adalah untuk sablon cetak tinggi (high density) dengan hasil sablonan sisi rata

C. Screen
Karena tinta plastisol adalah tinta berbasis minyak (solvent base) maka tintanya cenderung memiliki tekstur yang lebih lembut sehingga screen yang cocok digunakan adalah: 
  1. T.54,T.61,S.83 Digunakan untuk sablon High Density, S.83 sangat baik digunakan karena tinta akan turun dengan maksimal 
  2. T.61 untuk sablon Clear 
  3. T.77 untuk sablon sedang 
  4. T.120 untuk sablon sparasi (realistic photo)
SUMBER

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar:

Poskan Komentar