Minggu, 29 September 2013

Menentukan Posisi di Dalam Peta (GEOGRAFI KELAS XII)


Menentukan Posisi di Dalam Peta
Alat Pengukur Batas Awan (Teodolit)
Menentukan Posisi di Dalam Peta - Keterampilan dalam menentukan posisi di dalam peta merupakan keterampilan dasar peta yang harus dimiliki. 

Sebab keterampilan ini merupakan hal yang sangat esensial dalam menentukan keberadaan kita atau objek di wilayah yang sesungguhnya dengan di peta. 

Keterampilan ini adalah salah satu life skill dari keterampilan dasar peta karena sangat bermanfaat bagi seseorang yang melakukan perjalanan ke suatu wilayah yang sebelumnya tidak tahu persis di mana letak wilayah itu berada, sehingga kemungkinan untuk tersesat tidak akan terjadi.

Dalam hal ini, ada dua cara yang digunakan, yaitu resection dan intersection.

Resection yaitu cara untuk menentukan tempat/ kedudukan sendiri di medan ke titik di peta dengan menggunakan titik pertolongan yang berada di peta dan di medan.
Dengan menggunakan peta topografi atau rupa bumi, coba tentukan letak rumah kamu di peta tersebut dengan memakai kompas.

Alat dan Bahan
1. Peta Topografi atau rupa bumi 
2. Kompas
3. Busur derajat 
4. Pensil dan penggaris

Cara Kerja

– Terlebih dahulu bukalah lembaran peta dan letakkanlah peta tersebut dengan menyesuaikan arah utara lembaran peta dengan arah utara yang ditunjukkan oleh kompas.
– Tentukanlah tiga titik A, B, dan C di lapangan yang mudah dan sudah dikenal serta ketiga titik tersebut ada dalam peta.
– Lalu bidiklah sasaran dengan kompas dari tempat kita berada ke masing-masing ketiga titik tersebut.
– Amatilah dan catatlah sudut kompas (sudut yang dibentuk dari persimpangan Utara Magnetis (UM) dan objek sasaran) dari masing-masing ketiga titik sasaran tersebut.
– Setelah didapati sudut kompas, maka hitunglah back azimuthnya.
– Hasil perhitungan back azimut dari ketiga titik tersebut, yakni A, B, dan C dilukiskan ke dalam peta dengan menggunakan busur derajat.
– Perpotongan dari ketiga garis tersebut adalah tempat atau posisi kita berada.

Cara Mencari Back Azimuth

1. Bila sudut kompas lebih dari 180, maka back azimuthnya dikurangi 180.
2. Bila sudut kompas lebih kurang 180, maka back azimuthnya ditambah 180.
3. Bila ikhtilaf Utama Peta (UP), Utara Magnet (UM), UM Timur, maka sudut kompas dikurangi ikhtilaf UP < UM Timur tersebut.
4. Bila ikhtilaf UP, UM Barat, maka sudut kompas ditambah ikhtilaf UP, UM barat tersebut.

Intersection ialah cara untuk menentukan tempat/ kedudukan di medan atau lapangan yang belum diketahui di peta dengan pertolongan titik/ benda yang berada di medan/ lapangan atau di peta. Sehingga konsep ini sangatlah berbeda dengan konsep resection yang sudah dibahas sebelumnya. Sebagai contoh di lokasi tersebut ada bencana longsor. Akan tetapi, lokasi tersebut tidak ada dalam peta, maka untuk mengetahui lokasi bencana itu dalam peta diperlukan suatu metode, yaitu intersection.

Untuk lebih jelasnya, di bawah ini dituliskan langkah kerja menggunakan konsep tersebut.

Prosedur atau cara kerja Menggunakan Metode Intersection

– Terlebih dahulu bukalah lembaran peta dan letakkanlah peta tersebut dengan menyesuaikan arah utara lembaran peta dengan arah utara yang ditujukan oleh kompas.
– Dari tiga titik itu, bidiklah dengan kompas objek yang akan diamati di lapangan.
– Lalu amati dan catatlah sudut kompas yang dihasilkan dari ketiga titik tersebut terhadap objek yang diamati.
– Setelah mendapatkan ketiga sudut kompas, lalu ubahlah menjadi sudut peta.
– Sudut peta yang didapat lalu dilukiskan ke dalam peta tersebut.
– Perpotongan garis dari ketiga titik itu adalah lokasi yang ingin diketahui dalam peta.

Demikianlah materi Menentukan Posisi di Dalam Peta, semoga bermanfaat.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar:

Poskan Komentar