Rabu, 18 September 2013

Fungsi Lookup Reference VHLookUp (TIK KELAS XI)


Fungsi Lookup Reference VHLookUp- adalah fungsi untuk mencari suatu nilai di dalam baris suatu tabel atau suatu nilai larik, dan kemudian mengembalikan ke dalam sel yang telah Anda tentukan. HLookUp digunakan manakala penyusunan data (dalam tabel) diatur secara horizontal/mendatar. Adapun VlookUp digunakan jika penyusunan data (dalam tabel) diatur secara vertikal/menurun. Tabel yang merupakan sumber data untuk [V|H]LookUp, adalah berupa range (kumpulan sel-sel) yang boleh Anda definisikan maupun tidak. Seringkali kita menghadapi permasalahan seperti pada gambar berikut.
Gambar 5.17 Contoh penggunaan fungsi Lookup
Gambar 5.17 Contoh penggunaan fungsi Lookup
Permasalahan yang akan diselesaikan adalah mengisi Gaji Pokok berdasarkan data yang ada di atasnya. Hal ini sebenarnya dapat diselesaikan dengan menggunakan percabangan IF, misalnya untuk mengisi sel D8 dapat digunakan rumus:
=IF(C3=1,$B$2,IF(C3=2,$B$3,IF(C3=3,$B$4,$B$5)))
Penyelesaian tersebut dapat digunakan jika jumlah golongan yang ada hanya sedikit dan tidak akan berubah, bagaimana jika jumlah golongan mencapai 100 atau lebih? Untuk menyelesaikan permasalahan di atas telah disediakan fungsi VLOOKUP dan HLOOKUP dengan bentuk fungsinya adalah:
VLOOKUP(lookup value,table_array,col_index_num[,range_lookup]) dan
HLOOKUP(lookup value,table_array,col_index_num[,range_lookup]).
Keterangan:
• lookup_value adalah data yang akan dicocokkan.
• table_array adalah tempat pencarian data.
• col_index_num adalah data pada kolom keberapa yang hendak diambil.
• range_lookup (optional) adalah nilai logika yang dimasukkan, jika diisi TRUE maka akan dicari sampai data terdekat, sedang jika diisi FALSE maka akan dicari data yang persis sama.
Pemakaian VLOOKUP untuk kasus di atas adalah pada sel D8 akan kita masukkan rumus =VLOOKUP(C8,$A$2:$B$5,2), di mana C8 adalah data kunci yang akan dicocokkan, $A$2:$B$5 adalah area pencarian data termasuk kunci pencarian dan data yang akan diambil, dan 2 adalah menunjukkan kolom ke-2 dari range tersebut adalah data yang diambil. Atau dengan cara lain, yaitu menggunakan function wizard sebagai berikut.
1) Letakkan kursor pada sel C8.
2) Klik menu Formulas, kemudian pilih Logical.
3) Klik pada VLookup.
Gambar 5.18 Fungsi Vlookup ada dikategori Lookup & Referance
Gambar 5.18 Fungsi Vlookup ada dikategori Lookup & Referance
4) Pada menu VLOOKUP Wizard pilih atau ketik sel C8.
Gambar 5.19 Memasukkan sel sebagai lookup value
Gambar 5.19 Memasukkan sel sebagai lookup value
5) Klik tombol Browse pada Cell Range , Blok A1 hingga B5 , judul kolom tidak perlu dipilih.
Gambar 5.20 Memilih range sel sebagai table array
Gambar 5.20 Memilih range sel sebagai table array
6) Tambahkan tanda $ untuk Range, sehingga menjadi $A$2:$B$5, tanda $ ini untuk menjadikan sel absolut agar jika dicopy ke sel di bawahnya tidak berubah referensinya.
7) Ketik 2 di mana akan mengembalikan ke angka 2 pada Col_index_num, untuk lebih jelasnya bisa dilihat ilustrasi pada gambar berikut.
Gambar 5.21 Indeks Kolom pada Table Array
Gambar 5.21 Indeks Kolom pada Table Array
Gambar 5.22 Perubahan pada isian VLOOKUP melalui wizard
Gambar 5.22 Perubahan pada isian VLOOKUP melalui wizard
8) Klik OK, kemudian copykan ke sel di bawahnya. Hasil akhirnya seperti pada gambar berikut.
Gambar 5.23 Hasil akhir dan contoh pengkodean
Gambar 5.23 Hasil akhir dan contoh pengkodean
Sebagai pedoman dalam pemakaian VLOOKUP ini adalah kunci pencarian harus berada di kolom paling kiri dari table_array dan kunci pencarian tersebut harus dalam keadaan sudah terurut. Pemakaian HLOOKUP sama dengan VLOOKUP, perbedaannya hanya dalam hal penyusunan datanya, yaitu jika VLOOKUP datanya disusun secara vertikal, sedangkan jika HLOOKUP datanya disusun secara horisontal.
Kali ini kita akan menjelaskan penggunaan range yang didefinisikan.
Gambar 6.28 Data awal
Gambar 6.28 Data awal
Langkah Penyelesaian
(1) Blok sel C15 sampai D19, pada Name Box, ketikkan:
BAGIAN Name Box Anda dapat mengganti cara ini dengan tab Formulas, pada grup Define Names, klik tombol dropdown pada Define Name, klik Define Name.
Gambar 6.29 Combobox Define Name
Gambar 6.29 Combobox Define Name
Pada dialog New Name yang ditampilkan, ketikkan BAGIAN di textbox Name, klik OK.
Gambar 6.30 Kotak dialog New Name
Gambar 6.30 Kotak dialog New Name
(2) Blok sel C22 sampai G23, lakukan cara seperti langkah nomor 1, kali ini namai dengan GAJI.
(3) Klik sel D4, ketikkan formula berikut:
=VLOOKUP(C4;BAGIAN;2)
Pengertian:
Mencari data dengan kriteria dari isi sel C4, mencari pada tabel dengan nama BAGIAN, dan kolom yang dijadikan sumber (untuk mengembalikan nilai ke sel D4) adalah kolom ke 2 (dari tabel BAGIAN).
(4) Gandakan sampai sel D11.
(5) Klik sel E4, ketikkan formula berikut:
=HLOOKUP(C4;GAJI;2)
Pengertian:
Mencari data dengan kriteria dari isi sel C4, mencari pada tabel dengan nama GAJI, dan baris yang dijadikan sumber (untuk mengembalikan nilai ke sel E4) adalah baris ke 2 (dari tabel BAGIAN).
(6) Gandakan sampai sel E11.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar:

Poskan Komentar