Rabu, 25 September 2013

PENGARUH DIFERENSIASI & STRATIFIKASI (SOSIOLOGI XI)


Diferensiasi dan stratifikasi sosial sangat penting bagi seseorang dalam kelompok sosial karena memiliki pengaruh terhadap kesempatan hidup yang akan diperoleh seseorang tersebut. Kesempatan hidup merupakan kesempatan seseorang untuk bisa atau tidak berperan dan bertindak dalam segenap aspek kehidupan yang diatur berdasarkan apa yang dianggap menarik atau tidak menarik.

Beberapa aspek kehidupan sosial masyarakat yang dipengaruhi oleh diferensiasi, stratifikasi, dan juga kesempatan hidup adalah kesehatan, pendidikan, harapan hidup, dan keadilan sosial.



1. Kesehatan

Pengaruh diferensiasi dan stratifikasi sosial terhadap kesehatan bisa digolongkan sebagai pengaruh yang bersifat tidak langsung, sebagai akibat dari ketidaksamaan tingkat ekonomi anggota masyarakat. Selain itu, perbedaan akses pada kebutuhan kesehatan turut dipengaruhi oleh kondisi masyarakat. Masyarakat kelas atas dengan kondisi ekonomi yang mencukupi memiliki akses terhadap fasilitas kesehatan yang lebih baik, seperti makanan bergizi dan apabila sakit mampu membeli obat, serta memanfaatkan rumah sakit dengan fasilitas dan pelayanan yang memadai. Lain halnya dengan orang atau masyarakat kelas bawah.

Dengan keterbatasan ekonominya, mereka tidak mampu membeli makanan dengan gizi yang lebih baik dan tinggal di lingkungan yang kurang sehat. Oleh karena itu, kemungkinan untuk terserang penyakit lebih besar, dan apabila sakit, mereka tidak dapat membeli obat serta mengakses fasilitas kesehatan yang berkualitas baik. Akibatnya, penyakit yang sebenarnya ringan dan mudah untuk disembuhkan, tetapi justru mematikan.



2. Pendidikan

Faktor-faktor sosial dan ekonomi memiliki pengaruh kuat terhadap tingkat dan kualitas pendidikan yang diperoleh anggota masyarakat. Tidak jauh berbeda dengan pengaruh terhadap kesehatan, dalam pendidikan orang yang berada pada kelas menengah ke atas akan mudah dalam mengakses pendidikan yang lebih berkualitas dengan fasilitas yang lebih baik yang dapat menunjang kegiatan belajarnya, seperti ruang kelas, perpustakaan, dan laboratorium. Lain halnya dengan orangorang yang berada pada kelas bawah yang cenderung mengalami kesulitan dalam mengakses pendidikan yang lebih layak dan berkualitas. Hal ini pada dasarnya berkaitan dengan biaya, di mana sekolah dengan fasilitas yang lengkap umumnya biayanya mahal.

Dewasa ini, kesadaran masyarakat kita akan pentingnya pendidikan sudah tinggi. Hal itu dapat dilihat dengan berkembangnya anggapan dalam masyarakat bahwa pendidikan dapat merubah status seseorang. Oleh karena itu orang berlomba-lomba untuk bisa bersekolah dengan harapan dapat memperoleh kesempatan yang lebih baik dalam hidupnya, sehingga bisa merubah taraf kehidupannya. Dengan demikian manfaatkanlah kesempatan pendidikan yang kamu peroleh saat ini dengan sebaik mungkin.



3. Harapan Hidup

Harapan hidup adalah rata-rata jumlah tahun tambahan yang dapat diharapkan oleh seseorang pada umur tertentu untuk dapat hidup dalam kategori sosial tertentu. Dalam arti yang sederhana, harapan hidup dapat diartikan sebagai lamanya hidup seseorang di suatu tempat dan status sosial tertentu. Salah satu indikator yang dijadikan patokan dalam mengukur harapan hidup adalah angka kematian. Angka kematian yang tinggi menunjukkan rendahnya harapan hidup, begitupun sebaliknya. Harapan hidup yang rendah umumnya terdapat pada masyarakat kelas bawah. Hal itu disebabkan kondisi ekonomi yang kurang mencukupi untuk mengakses fasilitas perawatan kesehatan dan kondisi lingkungan tempat tinggal yang kurang sehat. Sedangkan harapan hidup yang tinggi terdapat pada masyarakat kelas atas, mengingat sumber ekonomi yang dimilikinya lebih banyak, kondisi lingkungan tempat tinggalnya lebih baik dan memenuhi standar kesehatan, serta adanya perawatan kesehatan yang lebih baik.



4. Keadilan Sosial

Keterbatasan akses dan fasilitas yang dimiliki oleh masyarakat kelas bawah akan memengaruhi tingkat kesejahteraan mereka. Sebagai contohnya bentuk-bentuk tunjangan atau kemudahan, termasuk dana kompensasi yang diperuntukkan bagi keluarga prasejahtera terbukti tidak sampai pada sasaran, atau bahkan salah sasaran. Selain itu akses mereka terhadap perlindungan hukum, di mana banyak masyarakat golongan menengah ke bawah yang seringkali dalam berbagai kasus dirugikan, karena mereka tidak mampu untuk menghadirkan pengacara atau pembela dalam perkara pidana maupun perdata. Dalam kasus ini dapat kita dirasakan bahwa aspek keadilan social yang sangat didambakan oleh seluruh anggota masyarakat tidak dapat dinikmati secara merata, terutama masyarakat kelas bawah mengingat aspek tersebut sangat dipengaruhi oleh status sosial dan ekonomi anggota masyarakat.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar:

Poskan Komentar