Rabu, 25 September 2013

INTERSEKSI (SOSIOLOGI KELAS XI)



Interseksi merupakan persilangan, pertemuan, atau titik potong keanggotaan dari dua suku bangsa atau lebih dalam kelompok-kelompok sosial di dalam suatu masyarakat majemuk. Di dalam berbagai kelompok sosial yang ada di masyarakat itulah terjadi interseksi keanggotaan anggotaanggota masyarakat.

Dengan kata lain, anggota kelompok sosial tertentu termasuk juga anggota kelompok sosial yang lain yang memungkinkan anggota-anggota masyarakat memiliki keragaman sifat-sifat yang berdasarkan ras, suku bangsa, dan agama. Interseksi dapat terjadi, misalnya antara ras dengan agama, klan dengan suku bangsa, suku bangsa dengan agama, dan seterusnya. 

Contohnya dalam masyarakat kita, terutama yang hidup di kota-kota besar umumnya terdiri dari orang-orang yang berasal dari berbagai suku bangsa, seperti Jawa, Batak, Minang, dan Bali dengan adat istiadat dan bahasa yang berbeda satu sama lain. Antara berbagai kelompok suku bangsa itu bersilangan keanggotaan dengan kelompok agama, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Persilangan itu terjadi karena suku Jawa menganut agama Kristen, Islam, Katolik, Hindu, dan Buddha, begitupun suku bangsa yang lain juga menganut agama-agama tersebut. Dengan demikian terjadi persilangan antara suku bangsa dengan agama.

Dalam masyarakat, hal yang terpenting untuk terjadinya interseksi antara unsur-unsur masyarakat yang berbeda-beda itu adalah adanya sarana-sarana pergaulan di antara mereka, sehingga terjadi komunikasi di antara warga masyarakat yang berasal dari berbagai golongan sosial maupun golongan etnik. Sarana-sarana pergaulan itu antara lain melalui bahasa nasional (Bahasa Indonesia), pelabuhan, pasar, sekolah atau universitas, perkawinan campuran, dan transmigrasi. Karena adanya saranasarana pergaulan ini, warga masyarakat yang mempunyai latar belakang ras atau suku bangsa yang berbeda-beda dapat bersama-sama menjadi suatu golongan atau kelompok social tertentu, atau menjadi penganut suatu agama tertentu. Keadaan seperti inilah yang disebut dengan interseksi keanggotaan anggota-anggota masyarakat di dalam kelompok sosial. Mereka yang berbeda-beda dalam hal suku bangsa dan agamanya tidak dengan sendirinya identik dengan suatu lapisan tertentu dalam pelapisan masyarakat.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar:

Poskan Komentar