Sabtu, 21 September 2013

Struktur Fungsi Sitoskeleton (BIOLOGI KELAS XI)

Struktur Fungsi Sitoskeleton . Sitoskeleton adalah jaringan serat seluruh sitoplasma sel yang membantu sel mempertahankan bentuk dan memberi dukungan ke sel. Sitoskeleton terdiri dari setidaknya tiga jenis serat: mikrotubulus, mikrofilamen dan filamen antara. Jenis ini dibedakan oleh ukuran mereka dengan mikrotubulus menjadi tebal dan mikrofilamen menjadi tipis.
Mikrotubulus
Mikrotubulus
Mikrotubulus adalah batang berongga berfungsi terutama untuk membantu mendukung dan membentuk sel dan sebagai “rute” sepanjang yang organel bisa bergerak. Mikrotubulus biasanya ditemukan di semua sel eukariotik. Mikrotubulus adalah rantai-rantai protein yang membentuk spiral. Spiral ini membentuk tabung berlubang yang panjangnya mencapai 2,5 mm dengan diameter 25 nm. Mikrotubulus tersusun atas protein yang dikenal sebagai tubulin. Mikrotubulus merupakan penyusun sitoskeleton yang terbesar. Mikrotubulus terdapat pada gelendong sel, yaitu berupa benang-benang spindel yang menghubungkan dua kutub sel pada waktu sel membelah. Gerakan kromosom dari daerah ekuator ke kutub masing-masing pada anafase dikendalikan oleh mikrotubulus. Dengan demikian, mikrotubulus mempunyai fungsi mengarahkan gerakan komponen-komponen sel, mempertahankan bentuk sel, serta membantu dalam pembelahan mitosis.
Mikrofilamen
Mikrofilamen
Mikrofilamen atau filamen aktin adalah batang solid dan aktif dalam kontraksi otot. Mikrofilamen sangat lazim dalam sel otot tetapi mirip dengan mikrotubulus, mereka juga biasanya ditemukan di semua sel eukariotik. Mikrofilamen adalah rantai ganda protein yang bertaut dan tipis. Mikrofilamen tersusun atas dua macam protein, yaitu aktin dan miosin. Mikrofilamen banyak terdapat pada sel-sel otot. Mikrofilamen mempunyai diameter 7 nm sehingga pengamatannya harus menggunakan mikroskop elektron.
Filamen intermediar
Filamen intermediar
Filamen Menengah dapat berlimpah di banyak sel dan memberikan dukungan untuk mikrofilamen dan mikrotubulus dengan menahan mereka di tempat. Filamen intermediar adalah rantai molekul protein yang membentuk untaian yang saling melilit. Filamen ini berdiameter 8 – 10 nm. Disebut serabut intermediar karena ukurannya di antara ukuran mikrofilamen dan mikrotubulus. Serabut ini tersusun atas protein yang disebut fimentin, tetapi tidak semua sel filamen intermediarnya tersusun atas fimentin. Misalnya sel kulit filamennya tersusun atas protein keratin.
Selain memberikan dukungan untuk sel, sitoskeleton juga terlibat dalam motilitas sel dan vesikula bergerak dalam sel, serta membantu dalam pembentukan vakuola makanan dalam sel.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar:

Poskan Komentar