Kamis, 24 April 2014

Pandangan Tentang Keperawanan di Berbagai Penjuru Dunia







Layaknya gelas retak, keperawanan tak dapat lagi diperbarui. Sebab itu, keperawanan amat penting artinya bagi seorang cewek. Tanpa ada ikatan sah, hingga bahkan rasa cinta, cewek tak akan dengan mudah melepaskannya.
Namun bagaimana dengan pandangan seputar keperawanan di negara lain? Berikut pandangan tentang keperawanan di berbagai penjuru dunia seperti yang dikutip dari infospesial.net

1. Cewek prostitusi yang belum menikah dianggap masih perawan
Di beberapa budaya, seorang cewek yang belum menikah tetap perawan meski ia seorang prostitusi. Hanya pernikahanlah yang membuatnya kehilangan keperawanan. Di hari pernikahannya, para calon pengantin diperlakukan sebagai seorang perawan, mengenakan gaun putih, dan mempersembahkan dirinya yang suci kepada suaminya.

2. Cewek dianggap masih perawan jika belum melahirkan
Di beberapa negara, arti keperawanan disimbolkan ketika seorang cewek yang menikah namun tidak mempunyai anak. Keperawanannya akan hilang ketika anak pertamanya lahir dari vaginanya. Jadi, keperawanan akan hilang ketika menjadi seorang ibu, bukan dengan melakukan hubungan seksual.

3. Cewek yang menikah diharuskan sudah tak lagi perawan
Selain dua terori di atas, ada beberapa orang yang percaya dengan takhayul yang menyatakan bahwa ‘darah di malam pertama menakutkan’. Mereka mengartikan darah sebagai sesuatu yang negatif. Oleh karena itu, para cewek hanya akan menikah setelah selaput daranya robek dengan melakukan hubungan seksual dengan orang asing, yang tugasnya merenggut keperawanan.
Setelah itu, para cewek tersebut boleh menikah dan mereka menawarkan bentuk keperawanan yang lebih murni kepada suaminya dibanding sebelumnya, karena hubungan seks keduanya tidak ada lagi darah. Dan untuk para cowok yang bertugas merenggut keperawanan, mereka dianggap sebagai pemberani karena berhadapan dengan bahaya yaitu adanya kontak dengan darah.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar:

Poskan Komentar